Bomber Nuklir Tu-160M Rusia yang Dimodernisasi Terbang Perdana

KangUsHa 19:00
Loading...
Pesawat pembom berkemampuan nuklir ikonik milik Rusia, Tu-160, yang telah dimodernisasi melakukan penerbangan perdananya. Pesawat itu telah mengalami perubahan avionik, kontrol dan sejumlah peralatan lainnya yang diklaim telah melipatgandakan efektivitas tempurnya.
Tu-160M Rusia
Tu-160M Rusia 
Rekaman pesawat yang dimodernisasi itu dirilis oleh militer Rusia pada hari Kamis, meskipun uji terbang tersebut telah dilakukan awal bulan ini di tempat uji coba pabrik pesawat Kazan. Pesawat itu melakukan perjalanan singkat, tetap di udara selama sekitar setengah jam di ketinggian 1.500 meter seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (7/2/2020).
Pembom supersonik berkemampuan nuklir Tu-160 diperkenalkan pada akhir era Soviet dan tetap digunakan Angkatan Udara Rusia sejak saat itu. Semua pesawat yang ada diatur untuk ditingkatkan ke versi 'M' dan 'M2' yang canggih, sementara sejumlah pesawat Tu-160M2 diperkirakan akan diproduksi dari awal.
Pesawat ini telah menerima peralatan komunikasi dan avionik baru, serta komando dan kontrol baru, stasiun radar dan elektronik tempur. Efektivitas tempur pesawat dikatakan telah berlipat ganda oleh peralatan baru tersebut.
Versi 'M' dan 'M2' juga diperkirakan akan menerima mesin baru yang lebih efisien, yang akan memperluas jangkauan operasional hingga 1.000 kilometer - dan pesawat Tu-160 standar telah memiliki jangkauan operasional yang mengesankan mencapai 13.000 kilometer tanpa pengisian bahan bakar.
Namun, masih belum diketahui apakah pesawat yang dimodernisasi ini telah menerima mesin baru atau tidak.
Terlepas dari perubahan di bawah kap, pesawat tampaknya juga telah menerima beberapa penyesuaian struktural. Pesawat ini memiliki beberapa panel bodi baru dan, oleh karena itu, livery-nya terlihat cukup beaten-up. Dilihat oleh apa yang tersisa dari pengecatan pesawat eksperimental, itu adalah jet Igor Sikorsky Tu-160, nomor seri 4-05, yang menerima perubahan 'M'. (Berlianto)

Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon