Opini: Menyandingkan MEF dan Industri Pertahanan (INHAN)

KangUsHa 22:00
Loading...
Perjalanan MEF (Minimum Essential Force) sudah memasuki usia yang kesepuluh. Sejalan dengan itu industri pertahanan (Inhan) kita mulai memperlihatkan gairah berkarya memenuhi sebagian kebutuhan alutsista TNI. MEF diproklamirkan tahun 2010 dan bersamaan dengan itu dimulailah pemberdayaan industri pertahanan nasional dengan berbagai pola.
KRI Raden Eddy Martadinata-331
KRI Raden Eddy Martadinata-331 
Pindad sudah mampu membuat berbagai jenis persenjataan personel pasukan. Kerjasama produksi kendaraan tempur Komodo, Badak, Sanca berjalan terus. Produksi panser Anoa sampai saat ini mencapai tigaratusan unit. Saat ini Pindad sedang memproduksi Medium Tank Harimau pesanan TNI AD.
PT DI sudah memproduksi puluhan pesawat CN-235 dan bahkan sudah diekspor ke berbagai negara. Juga merakit ratusan helikopter berbagai jenis untuk TNI. Termasuk yang terbaru dan diam-diam proyek bergengsi UAV/UCAV Elang Hitam. Sementara saat ini sedang berlangsung proyek kerjasama teknologi pembuatan jet tempur KFX/IFX dengan Korsel. Sudah berjalan sepuluh tahun.
PT PAL sebenarnya punya dua proyek strategis yaitu kerjasama alih teknologi pembuatan kapal perang perusak kawal rudal dan pembuatan kapal selam U209/1400. Keduanya juga sudah berjalan 10 tahun.
Namun untuk proyek pembuatan kapal perang perusak kawal rudal yang dikenal dengan sebutan PKR 10514 Martadinata Class tersendat di pembuatan kapal ketiga dan keempat. Mestinya untuk menuntaskan alih teknologi dengan Damen Schelde Belanda masih diperlukan tambahan minimal 2 unit lagi. Ini salah satu PR untuk Menhan Prabowo Subianto.
Sementara untuk program alih teknologi pembuatan kapal selam sudah berhasil dibangun 3 kapal selam yang dikenal dengan Nagapasa Class. Kapal selam ketiga KRI Alugoro-405 dirakit di PT PAL Surabaya dan sekarang sedang uji endurance, uji teknologi di laut.
Sempat diterpa isu macam-macam, toh ketiga kapal selam ini baik-baik saja. KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404 sudah operasional dengan persenjataan torpedo canggih varian terbaru Black Shark. Kabar baik lainnya sudah diteken kontrak pembuatan kapal selam ke 4,5,6. Semuanya dalam rangka memenuhi kebutuhan jumlah kapal selam dan-ini yang terpenting-untuk menguasai sepenuhnya teknologi pembuatan kapal selam.
Saat ini kesibukan PT PAL yang lain adalah pembuatan 3 kapal cepat rudal (KCR), pembuatan 1 kapal jenis LPD (Landing Platform Dock) dan overhaul kapal selam KRI Cakra-401. Kita sangat berharap agar pembuatan kapal perang striking force Martadinata Class yang ke 3 dan 4 bisa segera dimulai. Sebagaimana dicerahkan oleh Presiden Jokowi, yang bisa dibuat di PT PAL silakan pesan bahkan untuk jangka waktu sampai 15 tahun. Nah lo.
Kita sebenarnya bisa dan mampu membesarkan dan memberdayakan industri pertahanan kita termasuk dengan pola alih teknologi. Tiga proyek alih teknologi, pembuatan kapal selam, pembuatan PKR 10514, pembuatan jet tempur KFX/IFX sudah berada di duapertiga perjalanan. Masih butuh 5-6 tahun lagi untuk mencapai finish.
Maka di periode ini kita perlu mengumandangkan lagi komitmen konsistensi untuk kelak bisa mandiri memenuhi kebutuhan alutsista TNI. Statemen Presiden menjadi catatan untuk kita bersama memajukan industri pertahanan nasional.
Pindad sudah mampu memproduksi panser Anoa, tank Harimau dan berbagai jenis roket. PT PAL sudah mampu membuat KCR dan LPD. Galangan kapal swasta nasional sudah mampu membuat kapal patroli cepat (KPC), kapal landing ship tank (LST), kapal untuk BAKAMLA, KKP, Bea Cukai, Polairud.
Jika kita sudah mampu dan lulus di tiga proyek alih teknologi strategis Inhan, maka prestasi ini juga menjadi nilai prestisius bagi bangsa ini. Untuk mencapai itu tentu ada pihak-pihak yang merasa tidak senang termasuk pihak asing atau negara asing. Maka kemudian dimunculkanlah opini-opini yang under estimate dan yang sebangsa dengannya.
Maka mari kita perkuat kebersamaan komitmen. Dengan menggarisbawahi pernyataan Presiden dalam Ratas Alutsista di hanggar kapal selam PT PAL Surabaya tanggal 27 Januari 2020 yang lalu. Utamakan industri pertahanan nasional dan lanjutkan tiga proyek alih teknologi strategis. (Arien Pan)
Sumber : Jagarin Pane - TSM
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon