Drone Elang Hitam Penjaga Kedaulatan Negara Dirancang Sesuai Kebutuhan TNI AU

radarmiliter.com - Luasnya wilayah dan besarnya ancaman yang dihadapi membuat Indonesia harus bisa segera mandiri merancang dan memproduksi pesawat udara nirawak (PUNA). Kemandirian itu penting bukan hanya untuk menghindari potensi sabotase asing dalam komunikasi data selama pengoperasian PUNA, namun juga demi ketahanan negara.
Untuk itu, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan (Kemhan) menginiasi pembuatan PUNA yang mampu terbang di ketinggian menengah dan terbang lama (medium altitude long endurance/MALE) pada 2015. PUNA bernama Elang Hitam itu dikerjakan konsorsium yang terdiri atas tujuh lembaga mulai 2017.
Drone Elang Hitam
Drone Elang Hitam 
Ketujuh lembaga yang terlibat selain Balitbang Kemhan adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kemhan dan Institut Teknologi Bandung. Sedangkan industri yang terlibat adalah PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Len Industri.
"Elang Hitam dirancang sesuai kebutuhan TNI Angkatan Udara sebagai pengguna," kata Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Wahyu Widodo Pandoe di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Dalam konsorsium ini, BPPT bertugas merancang dan menguji pesawatnya.
Sesuai kebutuhan, pesawat didesain untuk melakukan patroli wilayah, seperti memantau perbatasan atau mengawasi lautan dari pencurian ikan. Pesawat juga dilengkapi senjata hingga bisa melakukan tindakan awal bagi pelanggar hukum dan kedaulatan negara.
Meski pesawat tanpa awak, tantangan mewujudkan PUNA ini sangat besar. "Pembuatan PUNA MALE ini sarat teknologi tinggi," kata Manajer Program Pesawat Terbang Tanpa Awak PTDI Bona P Fitrikananda. PTDI dalam proyek ini berperan memproduksi dan mengintegrasikan berbagai sistem yang ada.
Tantangan membuat PUNA MALE itu salah satunya berasal dari ketinggian jelajah pesawat. Di ketinggian menengah (medium altitude), antara 15.000-30.000 kaki atau 4,5-9,2 kilometer dari permukaan laut, juga merupakan wilayah terbang pesawat lain, termasuk pesawat penumpang. Karena itu, PUNA harus bisa mendeteksi dan menghindar bila ada pesawat lain di dekatnya. Karena itu, pesawat harus dilengkapi dengan berbagai sensor baik untuk mengukur kecepatan, ketinggian dan kemiringan pesawat.
Selain itu, suhu dan tekanan udara pada ketinggian menengah juga sudah turun. Situasi lingkungan itu juga harus diantisipasi agar tak memengaruhi kinerja pesawat.
Elang Hitam juga dirancang mampu terbang lama (long endurance) 24-30 jam. Pesawat didesain memiliki waktu terbang optimal 24 jam, sedangkan enam jam sisanya untuk mengantisipasi jika pesawat membutuhkan waktu terbang tambahan akibat adanya persoalan tertentu.
Untuk terbang selama itu, pesawat harus berukuran dan bertenaga besar. Pesawat juga harus bisa membawa banyak bahan bakar avtur. Semua itu akan berimbas pada besar dan beratnya PUNA. Dimensi besar dan berat Elang Hitam ini sudah mirip dengan pesawat berawak kecil.
Untuk mengatasi itu, lanjut Bona, pesawat dibuat menggunakan material komposit hingga 95 persen, termasuk untuk struktur utamanya, seperti rangka pesawat. Komposit itu membuat bobot pesawat menjadi lebih ringan. Untuk PUNA, belum ada aturan keharusan penggunaan logam pada rangka pesawat seperti pada pesawat penumpang.
"Bahan bakar PUNA masih menggunakan avtur yang sudah teruji, bukan listrik atau tenaga surya," ujarnya. Selain penggunaan listrik dan tenaga surya belum teruji, penggunaan baterai untuk menyimpan energinya juga akan menambah berat pesawat.
Tantangan lain membuat PUNA dibanding pesawat berawak adalah memindahkan sistem kendali dari pilot di kokpit pesawat ke pengendali di darat yang tak melihat langsung pesawat. Dengan kondisi itu, selain banyak sensor, pesawat juga harus memiliki sistem kendali terbang (flight control system/FCS) yang mumpuni.
FCS itu akan menjadi otak pesawat. Elang Hitam harus bisa lepas landas dan mendarat secara mandiri dalam berbagai kondisi laandasan pacu. Pesawat juga harus bisa mengikuti jalur terbang yang telah ditentukan dan melakukan sejumlah tindakan, termasuk saat terjadi kedaruratan.
"Sistem autopilot yang mumpuni jadi sangat penting pada PUNA," kata Bona.
Untuk tahap awal, FCS menggunakan produk buatan luar negeri. Namun, saat ini LAPAN bersama PT Len Industri sedang merancang FCS sendiri yang akan digunakan pada produksi Elang Hitam berikutnya. PT Len Industri juga membuat sistem kendali di darat (ground control system/GCS) yang akan memandu pergerakan pesawat.
Menentukan misi dan memilih senjata yang akan dilekatkan pada pesawat juga jadi persoalan genting. Misi PUNA ini ditentukan oleh Ditjen Pohan Kemhan, sedangkan senjatanya dipilih berdasar kebutuhan TNI Angkatan Udara sebagai pengguna atau yang menjalankan misi.
Untuk pengintaian, PUNA dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi yang bisa bekerja siang dan malam serta radar bukaan sintetis (synthetic aperture radar/SAR). Sedangkan senjata untuk penindakan awal itu masih berupa pilihan, antara roket yang dikendalikan atau bom pintar (smart bomb).
Pesawat dirancang setidaknya mampu membawa empat roket yang masing-masing memiliki berat 30-40 kilogram. Jika dipilih roket, tambah Wahyu, roket akan dilengkapi sistem pemandu laser agar bisa pas mencapai target.
"Pemilihan jenis dan peletakan senjata itu akan sangat memengaruhi performa terbang pesawat," katanya. Penghidupan (firing) senjata pun juga akan memengaruhi stabilitas pesawat.
Elang Hitam pertama kali diperkenalkan ke publik (roll out) pada 30 Desember 2019 di hanggar PTDI di Bandung, Jawa Barat. Rencananya, pesawat ini akan terbang perdana pada akhir 2020.
Menurut Wahyu, karena pesawat ini tanpa awak, uji terbang perdana akan dilakukan di daerah yang jauh dari kepadatan penduduk guna menghindari kemungkinan gagal terbang. Meski belum ditentukan lokasinya, namun sejumlah daerah yang memiliki lapangan terbang sudah menjadi pilihan seperti Cirebon dan Pangandaran di Jawa Barat atau Natuna di Kepulauan Riau.
Tahun ini juga, konsorsium akan membuat dua purwarupa Elang Hitam lainnya hingga total ada tiga pesawat yang digunakan untuk keperluan berbeda. Satu pesawat akan digunakan untuk uji pengembangan sebelum sertifikasi, satu pesawat untuk uji terbang dan sertifikasi, serta satu pesawat lain untuk uji struktur dan kekuatan di laboratorium uji milik BPPT.
Pesawat akan disertifikasi sebagai pesawat militer yang membawa senjata (unmaned combat aerial vehicle/UCAV) oleh Indonesia Military Airworthiness Authority (IMAA) yang ada di Kemhan.
Jika nanti Elang Hitam dimodifikasi untuk keperluan sipil, misalkan untuk pemetaan atau pemantauan wilayah bencana, maka PUNA akan disertifikasi ulang di Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan. Proses sertifikasi pesawat militer dan sipil memang berbeda.
Pada 2022, proses sertifikasi sebagai UCAV diharapkan bisa selesai. Proses sertifikasi memang membutuhkan waktu lama, terutama akibat adanya persenjataan yang dibawa. Namun, "Pemerintah komitmen untuk menyelesaikan PUNA MALE Elang Hitam itu sebelum 2024," tegas Wahyu.
Sertifikasi di dalam negeri itu dipilih karena Elang Hitam akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang sangat besar. Luasnya wilayah Indonesia dan banyak pangkalan udara TNI AU membuat kebutuhan PUNA MALE sangat besar. Dibanding penggunaan pesawat tempur, pemakaian PUNA pun akan menekan biaya dan meminimalkan risiko operasi. Kalaupun pemerintah mengizinkan inovasi teknologi anak bangsa itu diekspor, maka pasar Asia Afrika sangat menjanjikan.
Wahyu berharap proyek konsorsium PUNA MALE ini berhasil, Elang Hitam benar-benar bisa digunakan, diproduksi, dan dipasarkan. "Sudah saatnya Indonesia masuk dalam jajaran negara-negara maju yang bisa memproduksi teknologi tinggi," tambahnya. (M Zaid Wahyudi)(Herru Sustiana-TSM)

Diskesal Gelar Pelatihan Kekarantinaan Kapal Dan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu

radarmiliter.com - Dinas Kesehatan Angkatan Laut (Diskesal) menggelar kegiatan Pelatihan Kekarantinaan Kapal dan Penanggulangan penyakit Infeksi Emerging Tertentu bertempat di Ruang Rapat Diskesal, Gedung B3, Mabes TNI Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (30/3).
Dinas Kesehatan Angkatan Laut (Diskesal)
Dinas Kesehatan Angkatan Laut (Diskesal) 
Dalam kondisi mewabahnya Virus Covid-19 di mana pemerintah telah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan Social Distancing, maka kegiatan pelatihan yang akan berlangsung selama 5 hari ke depan ini dilakukan dengan menggunakan metode Teleconference dan dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Laut (Kadiskesal) Laksamana Pertama TNI dr. Ahmad Samsul Hadi. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh personel Satuan Kesehatan (Satkes) TNI Angkatan Laut seluruh Indonesia.
Kadiskesal dalam Teleconference-nya antara lain menyampaikan bahwa penyakit Covid-19 yang ditularkan melalui virus merupakan salah satu penyakit karantina yang sudah dinyatakan oleh WHO sebagai pandemic yang harus selalu diawasi dan dikendalikan penyebarannya. Salah satu upaya pengendaliannya adalah dengan melakukan kekarantinaan untuk menurunkan faktor risiko penularan penyakit oleh manusia, vektor dan binatang pembawa.
“Untuk itu kepada para peserta, saya berpesan agar menggunakan kesempatan berlatih ini walaupun secara Teleconference harus dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan keterampilan secara bersungguh-sungguh serta menggali pengetahuan dan keterampilan, yang dapat memberi pengaruh terhadap perubahan-perubahan mendasar pada kesehatan TNI AL”, ujar Kadiskesal.
Beberapa materi disampaikan para pemapar antara lain tentang Kebijakan Pemerintah pada Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu, Higiene Sanitasi Kapal dan Hubungan dengan Faktor Risiko PHEIC, Membangun Komitmen Belajar (building learning commitment), Tatalaksana Manajemen Pelayanan Covid-19, Pemeriksaan Higiene Sanitasi Kapal serta Penugasan Pemeriksaan Higiene Sanitasi Kapal.(Dispenal)

Satelit Komunikasi Canggih Terbaru Militer AS, Advanced Extremely High Frequency (AEHF-6) Mengorbit

radarmiliter.com - Roket Atlas V United Launch Alliance (ULA) menuju ke langit Kamis sore, 26 Maret 2020, mengirimkan satelit komunikasi yang sangat canggih untuk mengorbit bagi Angkatan Udara AS.
Roket itu, dilengkapi dengan lima pendorong roket solid, melompat keluar pad dari Space Launch Complex 41 di Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral pada pukul 4:18 sore waktu setempat.
Advanced Extremely High Frequency
Advanced Extremely High Frequency 
Bertengger di atas roket adalah satelit keenam Advanced Extremely High Frequency (AEHF-6). AEHF-6 adalah satelit terakhir di jajaran AEHF, dan akan menyediakan komunikasi tahan gangguan - termasuk video seketika - antara kepemimpinan nasional AS dan pasukan militer yang dikerahkan.
Jajaran AEHF dibangun oleh Lockheed Martin dan terdiri dari enam satelit komunikasi militer yang aman yang akan menggantikan jajaran Milstar yang sudah menua. Bekerja bersama-sama, kedua satelit akan memberikan cakupan dari orbit Bumi geostasioner, sekitar 22.200 mil (35.700 kilometer) di atas planet ini.
Orbit ini memungkinkan pesawat ruang angkasa melayang bersama secara sinkron dengan rotasi Bumi, sehingga memberikan cakupan konstan pada bagian yang sama dari planet ini.
Peluncuran tersebut menandai penerbangan ke-83 dari Atlas V dan ke-11 secara keseluruhan dalam konfigurasi 551. Versi paling kuat dari Atlas V, 551 hadir dengan lima pendorong roket pada sebuah struktur muatan 16,5 kaki (5 meter) dan mesin tunggal Centaur.
AEHF-6 seberat 13.600-lb. (6.168 kilogram) adalah muatan National Security Space pertama yang diluncurkan di bawah Angkatan Antariksa AS yang baru dibentuk, yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump pada bulan Desember 2019.(Herru Sustiana-TSM)

Mengenang Gugurnya 4 Penerbang Skadron Udara 15, Lanud Iswahjudi

radarmiliter.com - Tanggal 28 Maret 2002 silam, merupakan peristiwa yang selalu dikenang oleh seluruh insan TNI Angkatan Udara, lebih khusus oleh segenap personel Skadron Udara 15, Wing 3 Lanud Iswahjudi. Pada saat itu, 2 dari 3 pesawat tempur Hawk yang sedang melaksanakan tugas latihan terbang formasi dalam rangka persiapan tampil pada acara peringatan Hari Jadi ke-58 TNI Angkatan Udara tahun 2002, 18 tahun silam, mengalami kecelakaan di udara.
Tabur Bunga di Prasasti Lokasi Jatuhnya Pesawat
Para perwira penerbang yang sedang melaksanakan tugas latihan saat itu adalah, Letkol Pnb Fahru Zaini dan Kapten Pnb Teddy Rizalihadi yang mengawaki pesawat Hawk TT-5316 selaku flight leader. Kapten Pnb Andis Solichin dan Kapten Pnb Weko Nartomo mengawaki Pesawat Hawk TT-5310, Mayor Pnb Syahbudin Nur Hutasuhut dan Kapten Pnb Masrial yang mengawaki pesawat Hawk TT-5311.
Pada saat itulah, 2 dari 3 pesawat tempur Hawk yang sedang melakukan terbang formasi mengalami accident, yaitu pesawat Hawk TT-5310 yang diawaki oleh Kapten Pnb Andis Solichin dan Kapten Pnb Weko Nartomo dan pesawat Hawk TT-5311 yang diawaki oleh Mayor Pnb Syahbudin Nur Hutasuhut dan Kapten Pnb Masrial bertabrakan di udara saat melakukan manuver. Empat penerbang terbaik TNI Angkatan Udara tersebut gugur saat melaksanakan tugasnya.
Mengenang kejadian 18 tahun silam tersebut, Danlanud Iswahjudi, Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M beserta segenap pejabat teras Lanud Iswahjudi lainnya melaksanakan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat tersebut, yakni di marshaling area dan di Skatek 042, Lanud Iswahjudi, Senin (30/3/2020).
Pada kesempatan tersebut, Marsma Iko kembali menyampaikan rasa dukanya atas kejadian tersebut, sembari mengajak seluruh personel di jajarannya untuk dapat mengambil hikmah dari peristiwa yang menjadi duka bagi segenap prajurit TNI Angkatan Udara.
“Marilah kita memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga para penerbang yang gugur mendahului kita mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya, sekaligus mengingatkan kita sebagai generasi penerus untuk melanjutkan cita-cita mulia mereka yang rela berkorban mempertaruhkan jiwa dan raganya bagi Angkatan Udara,” demikian diungkapkan Marsma Iko.
Di kedua prasasti lokasi jatuhnya pesawat, Danlanud Iswahjudi dan diiringi oleh Danwing 3, Danskatek 042, Danskadron Udara 15 dan segenap personel penerbang melakukan tabur bunga, sekaligus mendoakan arwah para penerbang Lanud Iswahjudi yang gugur saat melaksanakan tugas mulianya sebagai prajurit Angkatan Udara.(Pen Lanud Iwj)

Varian Tank Destroyer dari Patria AMVxp 8x8 Dengan Meriam Smoothbore 120 mm

radarmiliter.com - Patria AMV (Armored Modular Vehicle) adalah kendaraan militer multi-role 8 × 8 yang diproduksi oleh perusahaan industri pertahanan Finlandia, Patria.
Fitur utama AMV adalah desain modularnya, yang memungkinkan penggabungan berbagai macam turret, senjata, sensor, atau sistem komunikasi pada kendaraan yang sama. Desain dibuat untuk berbagai varian, seperti kendaraan APC (pengangkut personel lapis baja) dan versi IFV (kendaraan tempur infanteri), versi komunikasi, ambulans dan versi dukungan tembakan yang beragam yang dipersenjatai dengan sistem mortir kaliber besar dan sistem meriam. 
Varian Tank Destroyer dari Patria AMVxp 8x8
Varian Tank Destroyer dari Patria AMVxp 8x8  
Kendaraan ini memiliki tingkat perlindungan ranjau yang sangat baik dan dapat menahan ledakan hingga 10 kilogram (22 lb) TNT. AMV memiliki tingkat perlindungan hingga 30 mm APFSDS pada bagian depan. Fitur penting lainnya adalah mobilitas yang sangat baik (menggabungkan kecepatan, kelincahan, dan kenyamanan kru) di medan yang berat, dengan suspensi hidropneumatik yang canggih namun tangguh yang menyesuaikan setiap roda secara terpisah.
Pada 2013 Patria meluncurkan versi konsep baru AMV. Pada Juni 2014 Patria mengumumkan nama untuk kendaraan lapis baja 8x8 generasi berikutnya, Patria AMVxp, yang merupakan singkatan dari Pada 2013 Patria meluncurkan versi konsep baru AMV. Pada Juni 2014 Patria mengumumkan nama untuk kendaraan lapis baja 8x8 generasi berikutnya, Patria AMVXP, yang merupakan singkatan dari Extra Payload (Muatan ekstra), Extra Performance (kinerja ekstra) and Extra Protection (perlindungan ekstra).
Salah satu varian AMVxp yang ditawarkan adalah varian Tank Destroyer. Patria AMVxp Tank Destroyer dilengkapi dengan turret HITFACT buatan Leonardo, dipersenjatai dengan meriam smoothbore 120 mm. Kendaraan itu memiliki empat awak, pengemudi di dalam hull dan tiga awak lainnya, komandan, penembak, dan pemuat amunisi di turret. 
Turret mempunyai opsi pemuat amunisi otomatis. Dua belas peluru 120 mm tersedia di turret, 20 peluru lainnya tersedia di hull kendaraan. Hull mempertahankan kemampuan untuk membawa dua prajurit tambahan di kursi di belakang. Pintu rampa belakang dipertahankan karena dianggap sebagai solusi optimal untuk memuat amunisi, awak turret menganggap lebih mudah untuk masuk kendaraan dari belakang daripada dari palka atas.(Angga Saja-TSM)

Industri Pertahanan Ceko akan Mengirimkan Pesanan 23 Kendaraan Lapis Baja Pandur II ke Indonesia

radarmiliter.com - Menurut berita yang diterbitkan pada tanggal 25 Maret 2020, ke situs web czdefence, industri pertahanan Ceko bekerja sama dengan perusahaan lokal PT Pindad akan mengirimkan 23 kendaraan lapis baja Pandur II 8x8 ke Indonesia menyusul kontrak yang ditandatangani pada 2019.
Untuk periode 2021 hingga 2022, Indonesia akan memperoleh beberapa kendaraan lapis baja Pandur II yang dilengkapi dengan turret yang dipersenjatai dengan senapan otomatis 30mm. Proyek ini akan dipimpin oleh Excalibur Army yang telah mengirimkan peralatan militer ke Indonesia. Perusahaan tersebut memproduksi Pandur II di Republik Ceko dengan lisensi.
Kendaraan Lapis Baja Pandur II - Cobra
Kendaraan Lapis Baja Pandur II - Cobra 
Pada tanggal 12 April 2019, Departemen Pertahanan Indonesia memberikan kontrak kepada PT Pindad senilai $ 80 juta untuk produksi 22 kendaraan tempur infanteri Pandur II 8x8 yang disebut Cobra di Indonesia.
Pandur II versi Indonesia akan dilengkapi dengan modul tempur yang dikendalikan jarak jauh U30MK.II buatan Elbit Systems Israel, dipersenjatai dengan senapan otomatis Bushmaster Mk.44 30mm buatan Northrop Grumman dan dua senapan mesin 7,62mm.
Perusahaan Indonesia PT Pindad, dalam kemitraan dengan perusahaan Grup Cekoslowakia, mempromosikan Pandur II 8x8 tentara Indonesia dalam beberapa versi. Pada 2017, PT Pindad menerima empat unit Pandur II dari Republik Ceko, dan melengkapinya dengan persenjataan: dua Pandur II dilengkapi dengan modul tempur Ares REMAX (Elbit Systems) yang dikendalikan secara remote jarak jauh yang dipersenjatai dengan senapan mesin 12,7 mm, satu kendaraan dilengkapi dengan modul tempur Ares UT30MK.II (Elbit Systems) dengan meriam Bushmaster Mk 44 30mm (kendaraan ini didemonstrasikan di IndoDefense 2018, pada November 2018) dan satu kendaraan terakhir dipersenjatai dengan turet 3105HP 105mm buatan CMI Defense CMI- Belgia.
Pandur II merupakan versi yang disempurnakan dari kendaraan lapis baja beroda APC (Armoured Personel Carrier) Pandur I. APC Pandur I dikembangkan oleh perusahaan Austria Steyr-Daimler-Puch Spezialfahrzeuge yang sekarang menjadi bagian dari General Dynamics European Land Combat Systems.
Pandur II memiliki basis roda yang lebih panjang dan lambung yang dimodifikasi dibandingkan dengan Pandur I. Paket pelindung kendaraan memberikan perlindungan terhadap penembakan senjata kaliber kecil 7,62mm. Dapat dilengkapi dengan add-on armor untuk meningkatkan perlindungan balistik terhadap 14.5mm shell piercing di 100m. Dalam opsi tambahan, kendaraan dapat dilengkapi dengan spall liner dan pelindung lapis baja tambahan untuk memberikan perlindungan ledakan ranjau.
Pandur II menggunakan mesin diesel Cummins ISC 350 dengan tenaga 285 hp dan transmisi otomatis ZF 6HP 602C. Kendaran lapis baja ini dapat berjalan pada kecepatan maksimum 100 km/ jam dengan jarak jelajah maksimum 700 km.(paijojr)

Yaman Gunakan Drone Buatan Lokal dan Rudal Balistik Untuk Serang Riyadh

radarmiliter.com - Angkatan Bersenjata Yaman mengklaim telah menyerang sasaran "strategis dan sensitif" di Riyadh dengan drone serang buatan lokal dan rudal balistik.
"Kendaraan udara tak berawak Sammad-3 (Invincible-3) kami dan rudal balistik jarak pendek Zulfiqar menyerang sasaran yang ditentukan di Riyadh tadi malam dengan sangat teliti," kata Brigadir Jenderal Yahya Sare'e pada Minggu sore.
Drone Sammad-3
Drone Sammad-3 
Dia menambahkan bahwa angkatan bersenjata Yaman juga "meluncurkan rentetan rudal balistik jarak pendek Badr di samping satu skuadron pesawat tempur Qasef-2k (Striker-2k) untuk menghantam situs-situs ekonomi dan militer di wilayah Jizan, Najran dan Asir (perbatasan selatan Arab Saudi)".
Sebelumnya pada hari itu, media pemerintah Saudi melaporkan bahwa setidaknya satu rudal balistik dan sebuah roket telah dicegat di langit di atas Riyadh dan kota selatan Jazan.
Pada 26 Maret, sistem rudal pertahanan udara Fater-1 Yaman dilaporkan mencegat jet tempur milik pasukan koalisi pimpinan Saudi. "Pertahanan Udara Yaman berhasil menghadapi formasi tempur yang terdiri dari sejumlah pesawat tempur musuh di distrik Surwah, provinsi Marib, dengan sistem pertahanan rudal darat-ke-1 Fater dan memaksa mereka pergi tanpa melakukan serangan apa pun," Sare ' kata minggu lalu.(paijojr)

Jepang Tingkatkan Kemampuan Electronic Warfare Armada Jet Tempurnya

radarmiliter.com - Jepang akan meningkatkan kemampuan Electronic Warfare (EW) bagi jet tempur F-15 miliknya. Tahun ini, Jepang juga melakukan pembelian jet tempur F-35 tambahan dengan kemampuan Electronic Warfare yang digunakan untuk mengalahkan sistem elektronik lawan.
Jet Tempur F-15 Jepang
Jet Tempur F-15 Jepang 
Dalam anggaran pertahanannya untuk 2020 yang diterbitkan pada 30 Maret, Kementerian Pertahanan Jepang mengungkapkan rencananya untuk memodernisasi jet F-15 seharga 39 miliar yen ($ 362,13 juta). Upgrade termasuk integrasi rudal stand-off, menambah muatan amunisi dan meningkatkan kemampuan Electronic Warfare pesawat.
Pada Oktober 2019, Deplu Amerika Serikat menyetujui Boeing dan Mitsubishi untuk memutakhirkan 98 jet F-15 Jepang menjadi konfigurasi Japanese Super Interceptor (JSI) seharga $ 4,5 miliar. Pesawat-pesawat tersebut akan menerima Radar Active Electronically Scaned Array (AESA), Komputer Sistem Misi Core Prosesor Layar II Tingkat Lanjut dan ALQ-239 Digital EW System suites. Di samping juga pelatihan, peralatan pendukung dan pengujian serta elemen logistik lainnya.
Tokyo juga ingin membeli 3 F-35As dan 6 F-35B pesawat dengan kemampuan STOVL yang memiliki "kemampuan perlindungan elektronik" superior masing- masing senilai 28,1 miliar yen ($ 260,17 juta) dan 79,3 miliar yen ($ 734 juta). Disampint itu juga mengalokasikan tambahan 37,4 miliar yen ($ 345,125 juta) untuk mencakup biaya perawatan dan peralatan. Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) saat ini memiliki sekitar 12 jet F-35A yang telah beroperasi. April lalu, salah satu jet tempur ini mengalami kecelakaan menabrak selama latihan tempur rutin dengan tiga jet F-35A lainnya.
Perbaikan parsial kapal perusak pengangkut helikopter "Izumo" dilakukan untuk memungkinkan lepas landas dan didarati oleh jet tempur F-35B, kata kementerian itu.(paijojr)

Tiongkok Ekspor Perdana Rudal Anti-Tank Red Arrow 12

radarmiliter.com - Perusahaan Tiongkok, China North Industries Group Corporation (NORINCO) telah menyerahkan sejumlah rudal anti-tank portable canggih HJ-12E atau yang juga disebut Red Arrow 12 kepada pembeli asing yang tidak disebutkan. Ini adalah kontrak ekspor pertama sistem senjata anti-tank generasi ketiga yang dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok tersebut.
Rudal Anti-Tank Red Arrow 12
Rudal Anti-Tank Red Arrow 12 
Perusahaan NORINCO tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang kesepakatan dalam pernyataan itu, termasuk pembeli, jumlah yang dibeli dan nilai kesepakatan.
Sistem rudal anti-tank HJ-12 Red Arrow 12 ditampilkan untuk pertama kalinya kepada publik di China International Aviation & Aerospace Exhibition 2014 (AirShow China), yang diadakan di Zhuhai Tiongkok dari tanggal 11 hingga 16 November 2014.
Unit peluncur Red Arrow 12 terlihat mirip dengan sistem rudal Spike Israel. Beberapa pengamat menyebutnya sebagai copy dari rudal anti-tank FGM-148 Javelin AS. Tabung peluncur rudal dipasang pada tripod dengan unit fire control-nya. Perangkat penglihatan penembak dipasang di sebelah kiri tabung rudal. Unit peluncur rudal tersebut juga dapat dipasang di kendaraan tempur.
Sistem rudal HJ-12 mengadopsi seeker IR imaging untuk pengoperasian disemua cuaca, siang dan malam, dan model siang hari yang sama efektifnya menggunakan seeker TV imaging juga tersedia. Versi TV memiliki jangkauan maksimum 4.000 m, sedangkan versi IR memiliki jangkauan maksimum 2.000 m.
HJ-12 menggunakan teknologi fire-and-forget, yang tidak memerlukan panduan lebih lanjut setelah peluncuran, seperti pembidikan sasaran dengan laser atau pemanduan menggunakan kabel, sehingga menjadi properti penting untuk senjata anti-tank, karena seseorang atau kendaraan yang berada dekat sasaran untuk mengarahkan rudal, rentan terhadap serangan dan tidak dapat melakukan tugas-tugas yang lain.(Angga Saja-TSM)

Saudi Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi di Atas Ibu Kota Riyadh

radarmiliter.com - Pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat dua rudal balistik yang diluncurkan kelompok pemberontak Yaman, Houthi, pada Sabtu malam. Rudal-rudal tersebut menyasar Ibu Kota Riyadh dan Jizan.
Saudi Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi
Saudi Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi  
"Dua warga sipil sedikit terluka karena jatuhnya puing-puing rudal yang dicegat ketika meledak di udara di atas distrik perumahan di Riyadh," bunyi laporan kantor berita Saudi, SPA, mengutip juru bicara pertahanan sipil Saudi, Letnan Kolonel Mohammed Al-Hammadi, yang dinukil Reuters, Minggu (29/3/2020).
Sementara itu juru bicara koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, Kolonel Turki al-Maliki mengatakan, tidak ada korban jiwa yang dicatat dari pecahan bom yang jatuh di Riyadh, di pusat kerajaan, dan kota Jizan di barat daya, yang terletak di Laut Merah berbatasan langsung dengan Yaman.
Juru bicara itu menambahkan bahwa penembakan rudal itu menunjukkan ancaman nyata kelompok Houthi dan rezim Iran yang mendukungnya. Ia menambahkan bahwa eskalasi ini tidak mencerminkan pengumuman kelompok itu bahwa mereka menyambut gencatan senjata.
Koalisi yang dipimpin Saudi turun tangan dalam perang saudara Yaman pada 2015 untuk mencoba memulihkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional. Ia digulingkan oleh kelompok Houthi pada 2014. Puluhan ribu orang tewas dalam konflik yang banyak dilihat sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran. (Berlianto)

Australia Mulai Pembangunan Kapal Patroli Lepas Pantai (OPV) Kelas Arafura Ke-3

radarmiliter.com - Program Pembuatan Kapal Angkatan Laut Berkelanjutan Australia telah mencapai tonggak sejarah baru dengan pembangunan Kapal Patroli Lepas Pantai (OPV) pertama yang akan dibangun di Australia Barat dimulai.
Ini akan menjadi yang ketiga dari dua belas OPV kelas Arafura dan yang pertama dibangun di galangan Konstruksi & Rekayasa Civmec di Henderson, Australia Barat.
OPV kelas Arafura
OPV kelas Arafura 
Menteri Pertahanan, Senator Hon Linda Reynolds CSC mengatakan, "Tonggak hari ini memperkuat program OPV sesuai jadwal untuk memberikan kemampuan bagi Angkatan Laut Australia ketika kapal pertama mulai beroperasi pada tahun 2022."
Dua kapal pertama OPV kelas Arafura sedang dibangun oleh Luerssen Australia dan ASC Pty Ltd di Adelaide. Sedangkan sepuluh kapal yang tersisa akan dibangun oleh Luerssen Australia dan Civmec di Henderson di Australia Barat di bawah program OPV SEA1180.
Luerssen Australia adalah Kontraktor Utama yang bekerja dengan mitra pembangunan kapal utama Civmec di Australia Barat dan ASC OPV Shipbuilder di Australia Selatan untuk memberikan kemampuan OPV Angkatan Laut Australia.(KangUsHa)

Jepang Pilih Desain Dalam Negeri untuk Pesawat Tempur Next Generation

radarmiliter.com - Jepang ingin mengembangkan pesawat tempur stealth di dalam negeri, dan menolak penawaran desain dari Lockheed Martin Corp dan Boeing Co Amerika Serikat dan BAE Systems PLC Inggris, kata tiga narasumber yang mengetahui program ini.
Hal ini akan menempatkan kontraktor pertahanan terkemuka Jepang, Mitsubishi Heavy Industries, untuk memimpin kontrak militer senilai lebih dari $ 40 miliar. Perusahaan Mitsubishi belum mengajukan desain untuk pesawat tempur next generation-nya, tetapi telah mengembangkan pesawat demonstrator teknologi tempur stealth Jepang, X-2, pada tahun 2016.
Mitsubishi X-2 Shinshin (ATD-X)
Mitsubishi X-2 Shinshin (ATD-X) 
"Desain pesawat stealth Jepang telah melakukan tes dengan baik sejauh ini," kata salah satu narasumber, yang mengetahui diskusi tentang pesawat baru yang diusulkan, yang disebut sebagai F-3 atau F-X.
Seorang juru bicara Mitsubishi Heavy mengatakan perusahaan akan bekerja dengan pemerintah mengenai kebijakan apa pun yang diputuskan untuk diikuti.
"Kami memahami bahwa pemerintah Jepang akan memimpin program pengembangan ini," kata juru bicara Mitsubishi Heavy.
Angkatan Udara Bela Diri Jepang menerbangkan sekitar 200 jet Boeing F-15 dan menggantikan skuadron pesawat tempur F-4 yang sudah berusia puluhan tahun dengan Lockheed Martin F-35. F-3 akan menggantikan F-2, turunan dari F-16 Fighting Falcon yang dikembangkan bersama oleh Mitsubishi Heavy dan Lockheed Martin lebih dari dua dekade lalu.
Penawaran dari Lockheed, Boeing dan BAE "dinilai tidak memenuhi kebutuhan Jepang," kata seorang pejabat di Badan Akuisisi, Teknologi & Logistik (ATLA) Kementerian Pertahanan Jepang. "Belum ada keputusan yang diambil tentang pesawat itu," tambahnya.
Setelah memutuskan airframe pesawat yang akan dibuat, pemerintah Jepang akan memilih pemasok untuk mesin, sistem penerbangan, sensor dan komponen lainnya yang akan memberi jet yang diusulkan itu kemampuan canggihnya, kata narasumber tersebut.
Ketiga narasumber berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
Untuk sebagian besar sistemnya, Tokyo akan membutuhkan bantuan dari perusahaan asing untuk mengurangi biaya dan waktu pengembangan, untuk dapat mengerahkan pesawat tempur itu dalam dekade berikutnya untuk melawan ekspansi Tiongkok di Asia Timur.
Perusahaan AS, termasuk Lockheed Martin, Boeing dan Northrop Grumman, masih merupakan mitra potensial, kata narasumber itu.
"Lockheed Martin didorong oleh dialog yang sedang berlangsung antara Pemerintah AS dan Pemerintah Jepang mengenai rencana penggantian F-2 Jepang, dan menantikan diskusi terperinci dengan industri Jepang," kata Lockheed Martin dalam email. Mereka telah mengusulkan sebuah pesawat yang menggabungkan unsur-unsur jet stealth F-22 dan F-35.
"Boeing berkomitmen untuk bermitra dengan Jepang untuk mendukung pengembangan pesawat tempur masa depan next generation yang dipimpin Jepang," kata juru bicara Boeing, yang menawarkan desain kepada Jepang berdasarkan jet F-18 Super Hornet-nya.
Northrop Grumman "terlibat dalam dialog yang sering dengan Kementerian Pertahanan Jepang dan industri Jepang dalam mendukung program F-X," kata seorang juru bicara perusahaan Northrop. Northrop Grumman belum mengajukan proposal airframe pesawat.
Amerika Serikat, yang memiliki sekitar 50.000 pasukan di Jepang, termasuk sebagai aircraft carrier strike group, masih menjadi landasan kebijakan pertahanan Tokyo.
Jepang menjalin hubungan keamanan yang lebih dalam bersama negara lain, termasuk dengan Inggris, yang mendekati Jepang sebagai mitra pada jet next generationnya, Tempest. Jika selesai, pesawat itu akan digunakan di tahun 2030-an.
Kontraktor pertahanan utama dalam proyek itu, BAE, yang menawarkan desain kepada Jepang berdasarkan jet Eurofighter Typhoon, dapat mengambil keuntungan.
BAE dan perusahaan lain yang terlibat dalam proposal Tempest "terus mendukung Inggris dalam diskusi dengan Jepang untuk mempertimbangkan lebih dalam bagaimana kedua negara dapat berkolaborasi dalam kebutuhan tempur udara gabungan mereka," kata juru bicara BAE.
Jepang akan memutuskan mitra internasional-nya untuk proyek F-3 pada akhir tahun ini, kata pejabat ATLA.(Angga Saja-TSM)
Sumber : reuters.com

Malaysia Terima Batch Pertama Hibah UAV ScanEagle dari Amerika Serikat

radarmiliter.com - Malaysia telah menerima pengiriman 6 pertama dari 12 wahana udara tak berawak (UAV) Insitu ScanEagle 2 - bersama dengan peralatan terkait - yang dihibahkan oleh Amerika Serikat di bawah program Inisiatif Keamanan Maritim (MSI) Washington.
Batch pertama platform dan peralatan dikirim pada akhir Februari, kata Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Affendi Buang. Enam UAV yang tersisa diharapkan akan diserahkan pada tahun 2022.
UAV Insitu ScanEagle 2
UAV Insitu ScanEagle 2 
Paket termasuk pelatihan dan pemeliharaan dan kemampuan untuk mengoperasikan UAV hingga 2.000 jam selama durasi program.
Jenderal Affendi menunjukkan, bagaimanapun, bahwa ScanEagle yang baru saja diakuisisi tidak akan digunakan untuk melakukan penerbangan pengawasan sebagai bagian dari tanggapan militer terhadap perintah 'tinggal di rumah' pemerintah untuk membatasi penyebaran virus corona Covid-19.
"Kami akan menggunakan pesawat tanpa awak komersial untuk penerbangan pengawasan karena lebih cocok untuk lingkungan perkotaan di mana sebagian besar ketidakpatuhan terjadi," kata Jenderal Affendi ketika ditanya tentang pernyataannya pada 23 Maret bahwa militer akan menggunakan UAV untuk operasi Covid-19.
Pengiriman ScanEagle terjadi pada saat pergolakan politik di Malaysia akhir-akhir ini yang menyebabkan pemerintahan baru dilantik pada 1 Maret.
Ke-12 ScanEagle akan dioperasikan oleh Skuadron 601 Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN), yang dibentuk pada November 2018.
Ketika RMN pertama kali mengumumkan pada bulan November 2018 bahwa mereka mendapatkan ScanEagle, dikatakan Washington hanya menyediakan enam UAV dan peralatan terkait di bawah program MSI, yang diprakarsai oleh AS pada tahun 2015.
Namun, Pentagon mengumumkan pada Juni 2019 bahwa Malaysia mendapatkan total 12 dari 34 unit ScanEagle yang dipesan dari Insitu. Selain Malaysia, kontrak juga mencakup pengiriman UAV ke Indonesia, Filipina, dan Vietnam.(Angga Saja-TSM)
Sumber : janes.com

Korea Selatan Akan Kirim Dua Kapal Patroli Kelas Haeuri Ke Penjaga Pantai Ekuador

radarmiliter.com - Menurut siaran pers Penjaga Pantai Korea (KCG), dua kapal patroli yang baru saja dinonaktifkan akan dipindahkan ke Penjaga Pantai Ekuador.
Kapal-kapal patroli kelas-Haeuri dengan nomor lambung 302 dan 303 adalah kelas Kapal Patroli berukuran menengah Angkatan Laut Republik Korea. Kapal memiliki panjang 53,7 m, lebar 7,4 m, draft 2,5 m dan dibangun oleh Hyundai Heavy Industries (HHI).
  Kapal Patroli Kelas Haeuri Korea Coast Guard
Kapal Patroli Kelas Haeuri Korea Coast Guard 
Kapal patroli kelas Haeuri tersebut masing-masing mulai beroperasi pada Desember 1990 dan Desember 1991. Dan dinonaktifkan pada Oktober 2019 dan Januari 2020. Kedua kapal patroli mengakhiri layanan mereka dengan perintah Jeju KCG.
Kedua kapal saat ini sedang diperbaiki kembali dan dicat dengan warna penjaga pantai Ekuador di galangan kapal kecil dan menengah yang tidak disebutkan. Pengiriman kedua kapal direncanakan ke Ekuador pada Mei-Juni, menurut siaran pers KCG.
Korea Coast Guard adalah sub-lembaga penegak hukum Korea Selatan yang bertanggung jawab atas keamanan dan kontrol maritim di lepas pantai. KCG sebelumnya adalah cabang eksternal dari Departemen Kelautan dan Perikanan
Korea Coast Guard mengoperasikan 4 kelas kapal berat (lebih dari 1.000 ton), 3 kelas kapal menengah (lebih dari 250 ton) dan 3 kelas kapal ringan.
KCG juga menggunakan beberapa jenis 'kapal khusus', seperti kapal pemadam kebakaran, tongkang, kapal pengintai berkecepatan tinggi, patroli ringan, dan hovercraft amfibi.
Unit penerbangan KCG terdapat 6 pesawat sayap tetap dan 16 helikopter. Penjaga Pantai Korea Selatan juga memiliki unit perang asimetrisnya sendiri bernama 'Unit Operasi Khusus Penjaga Pantai Korea'.(paijojr)


F-16 Belgia Cegat Pesawat Militer Rusia Yang Terbang Dekat Wilayah Udara Sekutu

radarmiliter.com - Jet tempur F-16 Angkatan Udara Belgia yang merupakan bagian dari kepolisian udara NATO di wilayah Laut Baltik mencegat sebuah pesawat militer Rusia yang terbang dekat dengan wilayah udara Sekutu pada 26 Maret.
F-16 Belgia Cegat Pesawat Militer Rusia
F-16 Belgia Cegat Pesawat Militer Rusia  
NATO mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat Rusia dicegat setelah "gagal menghormati norma keselamatan internasional". Tindakan pencegatan itu adalah yang ketiga dalam beberapa hari berturut-turut, terjadi di atas Laut Baltik dan terjadi ketika pasukan militer NATO sedang mengatasi krisis coronavirus.
“Karena angkatan bersenjata Sekutu membantu menyelamatkan nyawa dalam pertempuran melawan virus Covid-19, kemampuan NATO untuk melakukan operasi belum dirusak. Pasukan kami tetap siap dan pekerjaan penting kami terus berlanjut, di udara, di laut, dan di semua domain lainnya, ”kata juru bicara NATO Oana Lungescu.
Aktivitas udara terjadi setelah angkatan laut NATO membayangi tujuh kapal perang Rusia di Laut Utara . Sementara kapal-kapal angkatan laut Rusia umumnya transit melalui Selat Inggris dalam perjalanan mereka antara High North dan Laut Mediterania. Pada kesempatan ini mereka tetap di Laut Utara selama beberapa hari. Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan angkatan laut NATO lainnya memantau kapal-kapal Rusia - dua fregat, tiga korvet, dan dua kapal pendarat.
Sementara itu, akhir pekan ini menyaksikan dimulainya latihan maritim yang dipimpin Inggris di lepas pantai barat laut Skotlandia. Latihan Militer Gabungan dua tahunan juga melibatkan Amerika Serikat, Jerman, Denmark, Norwegia, dan Standing Maritime Group One (SNMG1) NATO. Latihan akan berlangsung dari Sabtu, 28 Maret hingga 10 April.(paijojr)

Garda Nasional Ukraina Diperkuat Kendaraan Lapis Baja Novator 4x4

radarmiliter.com - Perusahaan Ukrainian Armor telah memulai pengiriman kendaraan lapis baja Novator 4x4 ke Garda Nasional Ukraina berdasarkan kontrak Negara. Novator adalah kendaraan lapis baja ringan 4x4 yang sepenuhnya dirancang dan diproduksi di Ukraina oleh Ukrainian Armor.
 Kendaraan Lapis Baja Novator 4x4
 Kendaraan Lapis Baja Novator 4x4  
Menurut gambar yang dirilis ke akun Facebook MVS pemerintah Ukraina.GOV.UA, Ukrainian Armor telah berhasil menguji kendaraan Novator barunya pada Desember 2017.
Novator adalah kendaraan taktis ringan yang didasarkan pada model pickup sasis Ford F550. Desain kendaraan dibagi dalam tiga bagian utama dengan mesin di depan, kompartemen kru dan pasukan di tengah dan area kargo di belakang. Novator dapat menampung lima personel militer dengan dua kursi di depan dan tiga di belakang.
Menurut Ukrainian Armor, kendaraan dilengkapi dengan lapir baja yang memberikan perlindungan terhadap senjata kaliber kecil 5.56 mm dan serpihan shell artileri. Ia juga memiliki perlindungan ranjau terhadap granat tangan dan submunisi artileri yang tidak meledak.
Novator digerakkan dengan mesin diesel turbo V8 6,7 liter yang mempunyai kekuatan 300 HP pada 2.800 RPM. Kendaran lapis baja ini dapat berjalan pada kecepatan jalan maksimum 140 km dengan jarak jelajah maksimum dari 700 hingga 1.000 km.
Peralatan standar Novator untuk Garda Nasional Ukraina meliputi sistem komunikasi radio, perangkat night vision, sistem pemadam kebakaran otomatis, kamera dasbor khusus dan sistem inflat ban semi-otomatis.(paijojr)

Angkatan Udara Amerika Serikat Akan Sewa Pesawat Latih T-50A Buatan KAI - Lockheed Martin

radarmiliter.com - Angkatan Udara Amerika Serikat berencana untuk menyewa pesawat latih T-50A buatan Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin untuk mengajarkan pilot "keterampilan tempur taktis," sebelum memulai pelatihan jet latih baru mereka T-7A Red Hawks.
T-50A  Buatan KAI - Lockheed Martin
T-50A  Buatan KAI - Lockheed Martin  
USAF akan menyewa antara empat hingga delapan pesawat latih T-50A. Jet latih T-50A tersebut kalah dalam kontes TX 2018 dari T-7A Red Hawks yang dibangun oleh Boeing dan Saab. T-7A Red Hawks pertama diharapkan tiba memperkuat skuadron tahun 2023.
"Meskipun KAI kalah dalam persaingan pada 2018 karena konsorsium yang terdiri dari Boeing dan Saab, menyewa empat hingga delapan jet latih T-50A sedang ditinjau karena sudah beroperasi dan diekspor," kata seorang pejabat KAI.
Pesawat latih ini akan dijual ke Hillwood Aviation yang kemudian akan disewakan ke Angkatan Udara Amerika Serikat. T-50A akan mengajarkan pilot "keterampilan taktis" sebelum memulai pelatihan formal di T-7A, kutip dari Komando Tempur Udara USAF.
"Ketika Hillwood Aviation membeli jet latih T-50A, mereka akan disewakan ke USAF. Harga sewa untuk setiap jet sedang dinegosiasikan," kata pejabat itu. Jet tersebut akan menyediakan 3.000 sorti (atau 4.500 jam penerbangan) setiap tahun selama lima tahun, kata ACC.(paijojr)

Indonesia Akan Tambah 79 Kendaraan Lapis Baja BT-3F Untuk Marinir TNI AL

radarmiliter.com - Indonesia sedang mempertimbangkan pembelian tambahan 79 kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC) BT-3F dari Rusia dengan perkiraan $ 289 juta.
Pada April 2019, pengekspor senjata negara Rusia Rosoboronexport melaporkan penandatanganan kontrak untuk memasok sejumlah kendaraan tempur infanteri BMP-3F (IFV) dan APC BT-3F yang tidak ditentukan.
BT-3F Marinir TNI AL
BT-3F Marinir TNI AL 
“Kontrak pasokan BT-3F ke Indonesia telah menjadi kesepakatan ekspor Rusia pertama untuk kendaraan baru ini. Desain mencerminkan permintaan para mitra serta pengalaman mereka menggunakan BMP-3F yang dikirim kepada mereka sebelumnya. Indonesia sangat berhati-hati dalam pemilihan bahan untuk angkatan bersenjatanya dan kontrak ini merupakan penanda serius kualitas tertinggi senjata Rusia dan keunggulan mereka di atas pesaing, ”kata Direktur Jenderal Rosoboronexport, Alexander Mikheev tahun lalu.
Sumber telah mengatakan kepada Defenseworld bahwa kontrak tersebut dapat mencapai puluhan juta dolar dan termasuk perdagangan imbal balik.
BT-3F dikembangkan berdasarkan BMP-3F dan dirancang untuk transportasi unit marinir, penjaga pantai dan pasukan darat serta untuk dukungan tembakan dari pihak darat di semua jenis operasi tempur.
APC ini mampu mengangkut 17 orang, termasuk anggota kru. Ruang kontrol menampung pengemudi, kru pendaratan dan asisten komandan - di sisi kiri dan kanan yang keduanya mampu menembakkan senapan mesin.
APC dilengkapi dengan kursi lipat penyerap energi, memberikan pengurangan yang signifikan pada beban kejut pada tulang belakang saat ledakan ranjau dan saat berkendara di medan yang kasar. Selain itu, kendaraan BT-3F dilengkapi juga dengan pendingin ruangan yang sangat penting untuk kondisi iklim tropis yang panas.
Atap BT-3F mengakomodasi modul tempur remote-control yang distabilkan dengan senapan mesin 12,7 mm. Untuk keperluan pemantauan medan dan tujuan, modul tempur dilengkapi dengan penglihatan pencitraan pencari panas dengan pengintai laser. Modul ini dilengkapi dengan sistem diagnostik built-in dan penghitung amunisi dengan indikasi "amunisi habis."(paijojr)

Jenderal Amerika: Virus Corona Tidak Memengaruhi Operasi Kami

radarmiliter.com - Amerika Serikat telah menjadi negara dengan kasus virus corona terbanyak di dunia. Namun, wabah mematikan itu sepertinya tidak berpengaruh sama sekali terhadap militer Paman Sam yang tersebar di seluruh penjuru dunia.
Militer Amerika Serikat
Militer Amerika Serikat 
"Tidak ada pengaruh terhadap operasi," ujar Jenderal John Hyten, wakil ketua Kepala Staff Gabungan AS kepada AFP, Jumat (27/3).
"Saat ini misi yang sudah berjalan di seluruh penjuru dunia masih dilakukan sesuai dengan rencana yang telah kami susun satu atau dua bulan lalu."
Jika diperlukan, lanjut dia, militer AS selalu siap melakukan penyesuaian-penyesuaian. "Namun, sejauh ini virus corona tidak mempengaruhi misi-misi tersebut," terang dia.
Hyten mengungkapkan, jumlah personel militer AS yang terjangkiti virus corona masih sangat kecil. Karena itu, tidak mempengaruhi kemampuan melaksanakan misi.
Pentagon pada Rabu (25/3) lalu mengumumkan penghentian sementara seluruh pergerakan pasukan AS di seluruh dunia, termasuk penerjunan dan pemulangan personel di medan perang. Langkah ini bertujuan mencegah penularan virus corona di kalangan militer.
Hingga kemarin, Pentagon telah melaprokan 652 kasus virus corona yang meliputi personel militer, pegawai sipil dan kontraktor pertahanan. Seorang kontraktor dan pegawai sipil telah tewas akibat virus tersebut. (AFP/dil/jpnn)

Anggota Komisi I DPR Minta Pemerintah Libatkan TNI dalam Karantina Melawan Corona

radarmiliter.com - Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin meminta pemerintah yang tengah menyiapkan payung hukum tentang pemberlakuan karantina wilayah dalam rangka melawan virus corona (COVID-19) memasukkan ketentuan tentang pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Alasannya, TNI punya sumber daya memadai dan kemampuan memobilisasi pasukan secara cepat.
TB Hasanuddin
TB Hasanuddin 
“TNI punya sumber daya yang melimpah untuk dimobilisasi secara cepat dan tepat sasaran, namun tentunya perlu perencanaan yang matang dan koordinasi cepat antarwilayah. Organisasi TNI memiliki kemampuan (koordinasi cepat), itu karena sistem komando militer yang tegas dan terorganisir," ujar Hasanuddin melalui layanan pesan, Sabtu (28/3).
Mantan sekretaris militer kepresidenan itu menambahkan, wabah virus corona sudah digolongkan sebagai ancaman terhadap keselamatan negara. Solusinya, sambung dia, memerlukan kecepatan dan ketepatan bertindak sehingga militer sudah saatnya dilibatkan lebih depan.
Mantan tentara dengan pangkat terakhir mayor jenderal itu menegaskan, militer lebih terlatih dalam kondisi krisis, termasuk bila tiba-tiba pemerintah memberlakukan karantina wilayah ataupun skala nasional. Saat karantina diterapkan, kata dia, seluruh lapisan masyarakat harus taat pada aturan yang berlaku khusus pada kondisi tertentu.
Jika masyarakat tidak tertib, yang muncul adalah kekacauan sehingga pemeliharaan keamanan juga melibatkan TNI. "Poin inilah yang kami usulkan untuk masuk dalam peraturan yang sedang dirumuskan oleh pemerintah," kata politikus yang karib disapa dengan panggilan Kang TB itu.
Terkait dasar hukum pelibatan angkatan bersenjata dalam upaya penanganan COVID-19, Hasanuddin menegaskan undang-undang sudah mengatur tentang tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). "Intinya adalah presiden harus mengoptimalkan semua sumber daya negara yang ada di tangannya untuk menangkal Covid-19," pungkas politikus PDI Perjuangan itu.
Sebelumnya Menko Polhukam Moh Mahfud MD mengungkapkan, pihaknya tengah menyusun rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang karantina kewilayahan. Menurut dia, PP itu perlu dibuat sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.
"Kami sekarang sedang menyiapkan rancangan peraturan pemerintah untuk melaksanakan apa yang disebut karantina perwilayahan," kata Mahfud dalam keterangan resminya, Jumat (27/3).(boy/jpnn)

Tugas Selesai, KRI dr. Soeharso-990 Tiba Di Surabaya

radarmiliter.com - Usai sudah tugas KRI dr. Soeharso-990 mengevakuasi WNI kru dari kapal pesiar World Dream dan Diamond Princess. Setelah masa tugas selama 40 hari, hari ini (27/3) kapal telah sandar kembali di Dermaga Madura, Ujung, Surabaya.
Kedatangan kapal rumah sakit angkatan laut ini disambut secara sederhana dan unik oleh Panglima, Laksda TNI Heru Kusmanto dan para pejabat utama Koarmada II. Pasalnya para penyambut berbaris dengan rapi dengan jarak tidak kurang dari 2 meter antara satu dengan lainnya, sebagai penerapan privacy distancing sesuai anjuran komando atas.
Penyambutan Satgas KRI dr. Soeharso-990
Penyambutan Satgas KRI dr. Soeharso-990 
Layaknya seorang pahlawan, panglima menyambut Komandan Satgas, Laksma TNI Rahmad Jayadi dan Komandan KRI Letkol Laut (P) Joko Setiono dengan penghormatan dan karangan bunga.
Panglima menyampaikan rasa bangga terhadap dedikasi seluruh anggota satgas yang telah melaksanakan tugas besar dan sarat dengan resiko ini dengan penuh rasa tanggung jawab.
"Saya sangat bangga kepada seluruh prajurit satgas, dengan dedikasi dan loyalitas tinggi serta penuh keberanian mereka telah membantu proses evakuasi saudara kita, kru World Dream dan Diamond Princess ke pulau Sebaru," ungkap Heru.
Dalam menjalankan misi selama 40 hari ini, KRI dr. Soeharso hanya sandar selama 3 hari sementara 37 hari sisanya kapal terus mengapung dan berlayar di laut. 14 hari di antaranya adalah masa karantina seusai evakuasi kru Diamond Princes ke Pulau Sebaru.
Pasca masa karantina di kapal, Kementerian Kesehatan RI menerbitkan sertifikat bebas Covid-19 untuk para prajurit satgas. Sehingga setelah kapal sandar, seluruh prajurit yang terlibat dalam Satgas Evakuasi langsung diijinkan pulang bertemu dengan keluarga.(Dispen Koarmada II)

Danlanud Iswahjudi Buka Dikkualsus Skill Level 1 Pesawat Tempur Sukhoi SU-27/30

radarmiliter.com - Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M., secara resmi membuka Pendidikan Kualifikasi Khusus (Dikkualsus) Teknisi Pemeliharan Pesawat Tempur Sukhoi SU-27/30 Level 1 bertempat di hanggar Skadron Udara 14, Wing 3, Lanud Iswahjudi, Jumat (27/3/2020).
Dikkualsus Skill Level 1 Pesawat Tempur Sukhoi SU-27/30
Dikkualsus Skill Level 1 Pesawat Tempur Sukhoi SU-27/30 
Dikkualsus Skill Level 1 pesawat tempur Sukhoi SU-27/30 ini, bertujuan menyiapkan teknisi agar memiliki kemampuan tingkat lanjut terkait pelaksanaan pemeliharaan dan sistem pesawat, serta dapat melepas dan memasang bagian-bagian pesawat tempur Sukhoi SU-27/30.
Selain itu, melalui dikkualsus ini dapat terbentuk teknisi-teknisi Skadron Udara 14 yang dapat menganalisa permasalahan teknis pesawat, serta memiliki pengetahuan lebih spesifik tentang keselamatan terbang dan kerja, administrasi teknik serta Technical Order.
Pendidikan kualifikasi khusus Skill Level 1 pesawat tempur Sukhoi SU-27/30 ini, diikuti oleh lima belas personel Skadron Udara 14 dan akan berlangsung selama tiga bulan.
Melalui pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknisi Skadron Udara 14 untuk mengoperasikan dan melaksanakan pemeliharaan pesawat tempur Sukhoi SU-27/30.
Turut hadir dalam pembukaan Dikkualsus ini Danwing 3, Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, S.H., Dandepohar 80, Kolonel Tek Agung Djumaeri, Dandepohar 60, Kolonel Tek Saparkolip, Para Komandan Satuan dan para pejabat jajaran Lanud Iswahjudi lainnya.(Pen Lanud Iwj)

Unit 81, Intelijen Rahasia Israel Turun Tangan Lawan Covid-19

radarmiliter.com - Unit 81, salah satu unit intelijen militer paling rahasia Israel, ikut turun tangan memerangi pandemi virus corona baru, COVID-19.
Unit 81 selama ini dibebani dengan pengembangan teknologi untuk mendukung operasi tempur. Unit ini bahkan lebih rahasia daripada Unit 8200 yang lebih terkenal di dalam sesama korps intelijen militer Israel atau AMAN.
Penanganan Covid-19 di Israel
Penanganan Covid-19 di Israel 
Mengutip laporan Forbes yang dipublikasikan 20 Maret, Unit 81 sekarang telah membuka kedok untuk mempublikasikan pekerjaannya dalam memerangi COVID-19. Ini hanyalah contoh terbaru dari ganasnya virus tersebut dan perlawanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Salah satu petugas intelijen senior Unit 81 menggambarkan misi timnya adalah melakukan apa pun yang diperlukan untuk membantu memerangi masalah terbesar yang kini dihadapi dunia. Menurutnya, solusi yang dikembangkan oleh tim teknologi tinggi akan dibagikan secara online.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyatakan keadaan darurat untuk memerangi apa yang dia sebut "musuh tak terlihat". Akhir pekan lalu, dia memberi isyarat bahwa Israel menggunakan alat siber canggih untuk melacak orang-orang yang berpotensi memiliki virus corona.
Isyarat Netanyahu itu berarti bahwa teknologi canggih itu untuk pertama kalinya digunakan terhadap warga sipil. Peralatan itu selama ini digunakan untuk operasi anti-teror. "Sekarang kami memiliki peraturan darurat baru. Ini bukan rekomendasi atau permintaan tetapi perintah yang akan ditegakkan," kata Netanyahu.
"Ini adalah keputusan yang berbeda dari yang lain sejak berdirinya Negara Yahudi," ujarnya.
"Unit 81 akan membantu memberikan solusi untuk beberapa tantangan medis setelah krisis virus corona," kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang mengumumkan keterlibatan unit itu secara terbuka.
Unit tersebut, kata IDF, mencari masalah dan mengembangkan solusi, yang beberapa di antaranya berasal dari pengalaman militer mereka sendiri.
Para pejabat intelijen senior menjelaskan bahwa Unit 81 mengubah unit ventilator rumah Bilevel Positive Airway Pressure (BiPAP) untuk melengkapi ventilator yang berfungsi penuh di rumah sakit di seluruh negeri. Dengan cara inilah, Israel siap untuk menghadapi kemungkinan lonjakan pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan.
Ketika para pasien dirawat, upaya Unit 81 lainnya adalah menahan aliran udara di dalam kamar rumah sakit. "Memastikan bahwa kami tidak memaparkan ruang ke udara yang berasal dari pasien," kata salah satu pejabat intelijen Israel.
Unit 81 juga membangun sesuatu yang serupa untuk ambulans. Apa yang dimulai sebagai latihan untuk melindungi pengemudi militer pengangkut tentara yang terinfeksi kini telah berkembang.
Pihak Unit 81 mengatakan bahwa upayanya telah diterima dengan sangat baik oleh mereka yang bertanggung jawab di lapangan. Ada 150 kendaraan serupa ambulans yang kemungkinan akan siap dalam beberapa minggu mendatang.
Pekerjaan pada kendaraan serupa ambulans itu digarap di samping pengembangan masker wajah. Ambisi Unit 81 adalah menghasilkan lebih dari 1.000 masker setiap hari dan mendistribusikannya kepada dokter, perawat, dan staf medis lainnya di seluruh negeri.
Tak hanya itu, Unit 81 juga bekerja pada perangkat lunak untuk rumah sakit yang dapat menyimpan dan menganalisis data pasien, pelacakan infeksi, hasil tes, menyediakan rumah sakit dengan data untuk membantu mereka memahami apa yang mereka lihat dan cara terbaik untuk mengatasi tantangan sehari-hari.
Intelijen militer Israel saat ini adalah salah satu yang paling maju di dunia. Teknologi pertahanan secara umum memimpin dunia dalam inovasi dan kemampuan.
Data hingga sore ini (28/3/2020) menunjukkan ada 3.460 kasus infeksi COVID-19 di Israel dengan 12 di antaranya meninggal. Jumlah pasien yang berhasil disembuhkanya 89 orang dan sisanya masih dalam perawatan. (Muhaimin)

Filipina Beli Radar Pertahanan Udara dari Jepang

radarmiliter.com - Mitsubishi Electric Corp memenangkan pesanan untuk menyediakan sistem radar udara , tidak termasuk suku cadangnya, ke Filipina bernilai sekitar ¥ 10 miliar ($ 90 juta), dalam ekspor produk pertahanan pertama dari Jepang sejak larangan perdagangan senjata yang telah lama dipegang oleh Jepang, dilonggarkan pada tahun 2014, kata sumber pemerintah Jepang, Kamis (26/03).
Sistem Radar J/FPS-3
Sistem Radar J/FPS-3 
Sistem radar tersebut dikembangkan berdasarkan radar J/FPS-3 dan JTPS-P14 yang digunakan oleh Pasukan Bela Diri untuk Angkatan Udara Filipina, kata sumber itu. Asahi Simbun Jepang menyebutkan bahwa pesanan dari Filipina tersebut mencakup empat sistem radar pertahanan udara, tiga sistem radar J/FPS-3 dan satu J/TPS-P14.
J/FPS-3 mampu mendeteksi jet tempur dan rudal yang mendekat, dan digunakan sebagai bagian dari sistem pertahanan Jepang melawan ancaman rudal Korea Utara. JTPS-P14 adalah sistem radar anti-pesawat yang biasanya dibawa pada kendaraan.
Kesepakatan itu awalnya akan selesai pada bulan Mei, tetapi negosiasi terhambat karena pandemi COVID-19, kata sumber-sumber pemerintah Jepang.
Sejak Jepang menghapus larangan ekspor senjata yang diberlakukan selama Perang Dingin, Jepang telah mengekspor komponen rudal interseptor pertahanan rudal mobile PAC-2, yang diproduksi di bawah lisensi di Jepang, ke Amerika Serikat.
Jepang juga telah memberikan pesawat latih Pasukan Beladiri bekas ke Filipina secara gratis, tetapi Tokyo belum pernah mengekspor produk pertahanan secara lengkap.
Filipina adalah salah satu dari beberapa negara Asia yang terlibat dalam perselisihan wilayah dengan Cina, yang telah meningkatkan kehadiran militernya di Laut Cina Selatan.
Produsen pertahanan Jepang tertinggal jauh dibelakang pesaing asing karena kendala yang diberlakukan oleh tiga prinsip negara versi sebelumnya mengenai ekspor pertahanan, serta kurangnya daya saing Jepang dalam soal harga.
Pemerintah mengadopsi tiga prinsip baru dalam transfer peralatan pertahanan pada April 2014 di tengah kekhawatiran perubahan kebijakan dapat mengganggu status Jepang sebagai negara pasifis. Prinsip-prinsip negara Jepang menyatakan bahwa negara Jepang akan terus memegang filosofi dasar menjadi negara pasifis yang mematuhi Piagam PBB.
Hal ini akan memungkinkan ekspor senjata hanya jika mereka berkontribusi pada kerjasama internasional dan kepentingan keamanan.
Namun, Jepang akan melarang ekspor senjata ke negara-negara yang sedang terlibat dalam konflik dan larangan itu juga akan berlaku ketika ekspor senjata tersebut melanggar resolusi PBB.(Angga Saja-TSM