Bell 360 Invictus dan Sikorsky Raider X Terpilih untuk Lanjut ke Fase Berikutnya Program FARA AD AS

KangUsHa 15:57
Loading...
radarmiliter.com - Angkatan Darat Amerika Serikat telah memilih Bell Textron dan Lockheed Martin Sikorsky untuk membangun prototipe untuk program Future Air Reconnaissance Aircraft (FARA) program.
Bell menawarkan desain 360 Invictus ntuk program tersebut sementara Sikorsky menawarkan desain helikopter compound coaxial Raider X.
Bell 360 Invictus
Bell 360 Invictus  
Program FARA diprakarsai oleh Angkatan Darat AS pada tahun 2018 untuk mengembangkan penerus helikopter pengintai bersenjata Bell OH-58 Kiowa sebagai bagian dari program Future Vertical Lift (FVL) yang lebih besar.
Permintaan FARA Competitive Prototype (FARA CP) membagi program menjadi tiga fase: desain awal; desain detail, pembangunan dan pengujian; dan penilaian serta evaluasi penyelesaian prototipe untuk masuk ke fase produksi.
Pada bulan April 2019, lima Other Transaction Authority for Prototype (OTAP) untuk desain, pembuatan, dan uji FARA diberikan untuk fase satu. Kelima peserta industri itu adalah AVX Aircraft Co. bermitra dengan L3Harris, Bell Helicopter Textron Inc., Boeing Company, Karem Aircraft, Inc. dan Sikorsky Aircraft Corp (Lockheed Martin). Fase satu berakhir ketika pemerintah melakukanpenilaian desain awal dan tinjauan risiko dengan masing-masing peserta dan memilih dua peserta ini untuk melanjutkan ke fase dua.
Transisi keputusan kemarin (25/03) menjadi fase dua dimana kedua peserta akan menyelesaikan desain, membangun, dan menguji pesawat udara penawaran mereka. Fase ini akan berakhir dengan evaluasi uji terbang oleh pemerintah AS paling lambat pada musim gugur 2023.
Dua desain yang dipilih untuk fase prototipe FARA adalah:

Bell 360 Invictus

Pada Oktober 2019, Bell Textron Inc. mengumumkan sebuah rotorcraft baru, Bell 360 Invictus, sebagai andalan perusahaan tersebut untuk program FARA Competitive Prototype Angkatan Darat AS.
Penawaran Bell memiliki konfigurasi helikopter konvensional dengan rotor utama tunggal dan Fenestron (ducted tail rotor). Desain sistem rotor Invictus didasarkan pada sistem rotor helikopter Bell 525 Relentless, yang telah diuji dan terbukti pada kecepatan lebih dari 200 Knots True Air Speed ​​(KTAS). 360 Invictus memiliki sayap yang akan mengurangi beban daya angkat rotor dalam penerbangan ke depan, memungkinkan kemampuan manuver berkecepatan tinggi.
Mesin utama helikopter yang akan digunakan adalah mesin turboshaft General Electric T901 tunggal, dengan daya tambahan dari mesin turboshaft Pratt & Whitney PW207D1.
Bell telah mengumumkan perjanjian kerjasama dengan Collins Aerospace Systems, sebuah unit dari United Technologies Corp. (UTC), untuk program FARA competitive prototype. Sebagai integrator sistem misi, Collins Aerospace akan memberikan perangkat keras dan perangkat lunak avionik next generation yang menampilkan solusi backbone digital dan cyber-hardened untuk pesawat prototipe nanti.
Menurut perusahaan, Bell 360 Invictus memenuhi atau melampaui semua persyaratan sebagaimana tercantum dalam kontrak FARA.

RAIDER X Sikorsky

Sikorsky, bagian dari perusahaan Lockheed Martin, menawarkan konsep helikopter intai/serang ringan RAIDER X next generation untuk program ini. Helikopter itu diluncurkan pada 14 Oktober 2019.
Konsep RAIDER X adalah desain helikopter compound coaxial yang gesit, mematikan, dan berdaya tahan tinggi yang didasarkan pada helikopter compound berkecepatan tinggi eksperimental X2 Sikorsky.
Helikopter itu adalah versi yang ditingkatkan dari helikopter Sikorsky S-97 Raider, yang awalnya dikembangkan untuk program Armed Aerial Scout (AAS) AD AS, dan juga serupa dalam konfigurasi dengan Sikorsky-Boeing SB-1 Defiant, dikembangkan bersama dengan Boeing. Boeing dan Sikorsky menawarkan helikopter SB-1 Defiant yang lebih besar untuk program Future Long Range Assault Aircraft (FLRAA) untuk menggantikan helikopter UH-60 Black Hawk.
Sikorsky Raider X
Sikorsky Raider X 
S-97 menampilkan teknologi next generation yang diharapkan untuk memenuhi atau melampaui persyaratan FARA Angkatan Darat AS. Rotor utama coaxial counter-rotating dan propeller pusher memberikan kecepatan jelajah hingga 220 knot (253 mph), secara signifikan lebih dari kecepatan helikopter konvensional. Baling-baling belakang dapat meningkatkan kecepatan atau dimatikan ketika helikopter sedang hover. Raider juga menunjukkan kemampuan manuver yang tinggi, kinerja hover high/hot yang ditingkatkan secara signifikan, dan jangkauan serta daya tahan yang lebih besar.
Helikopter ini ditenagai oleh mesin turboshaft GE Aviation YT706 tunggal, varian 2.600 shaft horse-power dari mesin T700 yang dilengkapiFADEC (full authority digital engine control).
Sementara tiga pesaing lain yang tidak dipilih untuk fase prototipe adalah:
  • Penawaran FARA Boeing - Rotor utama tunggal dengan baling-baling pendorong dan rotor ekor konvensional; kokpit kursi tandem.
  • Karem AR40 - Desain helikopter rotor aktif, bersayap, desain helikopter compund dengan rotor utama tiga bilah yang kaku dan rotor ekor putar; kokpit berdampingan.
  • AVX/L3 Compound Coaxial Helicopter (CCH) - Helikopter compound coaxial dengan dua ducted fan yang memberikan daya dorong maju dan mundur, dan sayap untuk memberikan daya angkat dalam penerbangan ke depan; kokpit berdampingan.(Angga Saja-TSM)

Sumber : defpost.com
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon