Amerika Serikat Setujui Penjualan Helikopter Serang Viper atau Apache untuk Filipina

KangUsHa 02:53
Loading...
radarmiliter.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui potensi penjualan dua jenis helikopter yang berbeda ke Filipina, sebelum keputusan akhir negara itu tentang sistem mana yang akan dibeli.
Filipina diizinkan untuk membeli enam helikopter serang AH-1Z Viper dan peralatan yang terkait, yang diproduksi oleh Bell, dengan perkiraan harga $ 450 juta.
 AH-1Z Viper
 AH-1Z Viper  
Pilihan lain yang jauh lebih mahal, enam helikopter serang Apache AH-64E buatan Boeing dan peralatan yang terkait, dengan perkiraan biaya $ 1,5 miliar.
"Filipina sedang mempertimbangkan AH-1Z atau AH-64E untuk memodernisasi kemampuan helikopter serangnya," menurut pemberitahuan yang diposting di situs web Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Amerika Serikat (DSCA). “Penjualan yang diusulkan akan membantu Filipina dalam mengembangkan dan mempertahankan kemampuan yang kuat dalam hal pertahanan dalam negeri, kontraterorisme, dan perlindungan terhadap infrastruktur.”
Pemberitahuan DSCA belum merupakan penjualan akhir; setelah dinyatakan oleh Kongres, penjualan memasuki tahap negosiasi, di mana jumlah yang dibeli dan biaya dapat berubah. Dalam hal ini, pilihan platform buatan AS masih belum tentu dibeli; Manilla juga mempertimbangkan helikopter T129 ATAK buatan Turki. Namun, Departemen Luar Negeri AS sering melakukan persetujuan pendahuluan (preapprovement) terhadap potensi penjualan sistem senjata ke negara-negara asing sehingga jika mitra negara asing memilih senjata buatan Amerika, prosesnya akan bergerak lebih cepat.
Jika Filipina memilih paket AH-1Z, paket tersebut akan termasuk diantaranya 14 mesin General Electric T700-401C, tujuh Honeywell Embedded Global Positioning Systems/Inertial Navigation with Precise Positioning Service, enam rudal AGM-114 Hellfire II, dan 26 kit Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS).
Paket AH-64E akan hadir diantaranya dengan 18 mesin General Electric T700-701D, 15 Honeywell Embedded Global Positioning Systems/Inertial Navigation with Precise Positioning Service, 200 rudal AGM-114 Hellfire, 300 kit Advanced Precision Kill Weapon System, dan 200 rudal FIM-92H Stinger, juga diantaranya perlengkapan, peralatan, bantuan teknis pemerintah dan kontraktor AS, layanan dukungan teknis dan logistik, dan elemen-elemen pendukung logistik terkait lainnya.
Dalam kedua kasus tersebut, offset industri diperkirakan akan menjadi bagian dari paket yang memenangkan pilihan Filipina; offset semacam itu dinegosiasikan secara langsung antara negara pembeli dan mitra industri.(Angga Saja-TSM)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon