AS Jual Torpedo MK-48 Mod 6 Advanced Technology Heavyweight Torpedoes ke Taiwan, Hadapi China

KangUsHa 15:40
Loading...
radarmiliter.com - Pemerintah Amerika Serikat telah memberi tahu Kongres mengenai rencana penjualan torpedo canggih ke Taiwan senilai sekitar US$180 juta atau sekitar Rp2.7 triliun.
Langkah AS ini bakal semakin membuat hubungan dengan China komunis menegang karena Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.
“Lembaga Kerja Sama Keamanan Pertahanan telah menyerahkan sertifikasi yang dibutuhkan untuk memberi tahu Kongres hari ini soal kemungkinan penjualan senjata itu,” begitu dilansir Reuters pada Kamis, 21 Mei 2020.
Torpedo MK-48 Mod 6
Torpedo MK-48 Mod 6 
AS tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan. Tapi negara ini terikat undang-undangnya untuk membantu pulau berhaluan demokrasi itu dengan senjata untuk membela diri.
China mengecam secara rutin penjualan senjata AS ke Taiwan.
Kemenlu AS telah menyetujui penjualan senjata torpedo canggih MK-48 Mod 6 Advanced Technology Heavyweight Torpedoes buatan Raytheon.
Ini dibarengi penjualan sejumlah peralatan pelengkap.
Lembaga Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS atau DSCA menyebut nilai transaksi ini sekitar US$180 juta.
Pejabat dari lembaga ini mengatakan rencana penjualan senjata ini ke Taiwan selaras dengan kepentingan nasional, ekonomi, dan keamanan AS.
“Ini agar Taiwan memiliki angkatan bersenjata moderen dan memiliki kemampuan pertahanan yang kredibel,” begitu pernyataan dari lembaga ini.
Pengumuman rencana penjualan torpedo ini muncul bersamaan dengan pidato pelantikan kedua kali Presiden Tsai Ing-wen di Taiwan.
Tsai menyatakan dengan tegas menolak klaim kedaulatan China atas Taiwan.
Sedangkan China merespon reunifikasi dengan Taiwan tidak terelakkan.
Beijing juga menyatakan tidak akan menoleransi kemerdekaan Taiwan.
China telah meningkatkan latihan militer di sekitar Taiwan sejak Tsai terpilih sebagai Presiden untuk periode pertama.
Militer China menerbangkan jet tempur berulang kali ke wilayah udara Taiwan dan mengerahkan kapal perang di sekitar perairan Taiwan.
Pemerintah China melihat Tsai sebagai seorang separatis yang berusaha memerdekakan Taiwan secara formal.
Tsai menyebut Taiwan sebagai negara merdeka dengan nama Republic of China.
Tsai mengatakan Taiwan tidak mau menerima konsep satu negara dua sistem, yang diterapkan China kepada Hong Kong.
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon