Baru Terbang Perdana, Helikopter Intai Tanpa Awak Tiongkok akan Dikerahkan ke Perbatasan dengan India - Radar Militer

25 Mei 2020

Baru Terbang Perdana, Helikopter Intai Tanpa Awak Tiongkok akan Dikerahkan ke Perbatasan dengan India

radarmiliter.com - Helikopter tak berawak pertama Tiongkok yang dirancang untuk operasi di ketinggian tinggi, yang baru pada 20 Mei lalu melakukan penerbangan perdananya, akhirnya direncanakan oleh Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) untuk dikerahkan di sepanjang perbatasannya dengan India.
Helikopter tak berawak AR500C, yang dikembangkan oleh BUMN Tiongkok Aviation Industry Corporation of China (AVIC), pada hari Rabu lalu (20/05) berhasil melakukan penerbangan perdananya di fasilitas milik AVIC di Poyang, Provinsi Jiangxi Tiongkok Timur, di mana helikopter itu melakukan beberapa manuver termasuk melayang, horizontal dan gerakan vertikal selama kurang lebih 20 menit, China Central Television (CCTV) melaporkan pada hari Sabtu (23/05).
Helikopter tak berawak AR500C
Helikopter tak berawak AR500C 
Helikopter tak berawak tersebut dirancang untuk pengintaian, relay komunikasi, serangan elektronik dan bantuan tembakan udara di ketinggian. Drone dapat membantu melindungi perbatasan barat daya Tiongkok dengan India, kata para analis kepada media Tiongkok Global Times, Minggu (24/05).
“Penerbangan uji coba AR500C dilakukan pada saat ketegangan perbatasan China-India meningkat, ketika pasukan pertahanan perbatasan Tiongkok telah memperkuat langkah-langkah pengamanan perbatasan dan membuat langkah-langkah yang diperlukan dalam menanggapi pembangunan fasilitas pertahanan "ilegal" India baru-baru ini di seberang perbatasan. ke wilayah Cina di wilayah Lembah Galwan," kata laporan itu.
Dirancang untuk terbang secara otomatis di daerah dataran tinggi, AR500C dapat lepas landas pada ketinggian 5.000 meter dan memiliki ketinggian terbang maksimum 6.700 meter. Helikopter memiliki daya tahan terbang lima jam, kecepatan maksimum 170 kilometer per jam dan berat lepas landas maksimum 500 kilogram. Helikopter akan diinstal dengan sejumlah program penerbangan yang canggih untuk penerbangan yang efisien dan aman.
Sementara misi utamanya adalah pengintaian dan relay komunikasi, tetapi ketika dilengkapi dengan perangkat tambahan, helikopter itu juga dapat menlakukan serangan elektronik, pemilihan sasaran (target indication), bantuan tembakan, pengiriman kargo dan pemantauan kontaminasi radiasi nuklir dan bahan kimia, menurut pernyataan AVIC.
"Kami menggunakan desain aerodinamis canggih untuk rotor. Karena kekuatan mesin akan turun secara signifikan di dataran tinggi, kami menggunakan mesin paling canggih di Tiongkok," kata Fang Yonghong, direktur teknologi di cabang helikopter AVIC, kepada CCTV.(Angga Saja-TSM)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb