Helikopter Multirole TAI/AgustaWestland T129 ATAK

KangUsHa 06:00
Loading...
radarmiliter.com - TAI/AgustaWestland T129 ATAK adalah helikopter multi-role, bermesin ganda, kursi tandem, segala-cuaca yang dibuat berdasarkan pada platform Agusta A129 Mangusta. T129 dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI) dengan mitra perusahan Inggris/Italia AgustaWestland. Helikopter ini dirancang untuk misi serang dan intai yang canggih di lingkungan yang panas dan ketinggian tinggi serta keadaan geografi yang berat baik dalam kondisi siang maupun malam hari.
Program ATAK dimulai untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata Turki akan helikopter serang dan intai taktis. T129 adalah hasil dari integrasi avionik berteknologi tinggi yang dikembangkan Turki, modifikasi airframe, dan sistem senjata ke dalam airframe helikopter AgustaWestland A129 yang telah terbukti, dengan mesin, transmisi dan bilah rotor yang ditingkatkan. Helikopter ini digunakan oleh Angkatan Darat Turki, dan ditawarkan ke negara lain.
TAI/AgustaWestland T129 ATAK
TAI/AgustaWestland T129 ATAK 
Turki mengumumkan pada 30 Maret 2007 bahwa mereka telah memutuskan untuk bernegosiasi dengan AgustaWestland untuk mengembangkan secara bersama dan memproduksi 51 (dengan 40 unit tambahan sebagai opsi) helikopter serang berdasarkan Agusta A129 Mangusta. Helikopter ini akan dirakit di Turki oleh Turkish Aerospace Industries (TAI) sebagai T129. Pada 7 September 2007, kontrak senilai $ 1,2 miliar ditandatangani.
Pada 22 Juni 2008, perjanjian antara Turkish Aerospace Industries (TAI) dan AgustaWestland secara resmi mulai berlaku. Berdasarkan perjanjian tersebut, TAI akan mengembangkan komputer misi, avionik, sistem senjata, suite perlindungan diri dan helmet-mounting cuing system. Tusaş Engine Industries (TEI) akan memproduksi mesin LHTEC CTS800-4N dengan lisensi. Berdasarkan perjanjian tersebut, Turki memiliki hak pemasaran dan kekayaan intelektual penuh untuk platform T129, Turki juga dapat mengekspor platform tersebut ke negara pihak ketiga, kecuali Italia dan Inggris.
T129 dioptimalkan untuk kondisi panas dan ketinggian tinggi. Helikopter ini memiliki beberapa perbaikan utama atas A129 asli sesuai dengan kebutuhan Angkatan Darat Turki. T129 membawa 12 rudal anti-tank UMTAS yang dikembangkan Roketsan (rudal hasil pengembangan dalam negeri Turki yang mirip dengan Hellfire II). T129 memiliki kanon gatling 20 mm di turret hidung. Helikopter ini juga dapat membawa kombinasi pod roket 70 mm, pod rudal udara-udara Stinger, dan gun pod pada pylon stub wing-nya.
Pada Mei 2014, Angkatan Darat Turki secara resmi meresmikan operasional sembilan helikopter T129 pertama dalam kedinasan AD Turki. Helikopter awal ini adalah untuk varian sementara model EDH A, dimaksudkan untuk menggantikan beberapa helikopter AH-1 yang telah menua yang digunakan sebagai pengenalan varian T129B yang lebih canggih untuk AD Turki. Pada 25 April 2015, sepasang T129 digunakan dalam pertempuran untuk pertama kalinya dalam operasi kontra-terorisme di provinsi Siirt, Turki. Pengiriman T129 standar EDH final berlangsung pada tanggal 31 Juli 2015.
Pada 10 Februari 2018, selama operasi militer Turki di Afrin Suriah, satu helikopter T129 AD Turki ditembak jatuh oleh pihak Kurdi YPG di distrik Kırıkhan di Provinsi Hatay. Hal tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Angkatan Bersenjata Turki dan Presiden Erdogan. Pada bulan Juli 2018, Pakistan memesan 30 helikopter T129 dari Turki. (Angga Saja-TSM)

Spesifikasi Umum :

  • Awak: 2
  • Panjang: 13,45 m
  • Tinggi: 3,4 m
  • Berat kosong: 2.350 kg
  • Berat lepas landas maks: 5.000 kg
  • Mesin: 2 × LHTEC CTS800-4A turboshaft, masing-masing berdaya 1.014 kW (1.360 hp)
  • Diameter rotor utama: 11,9 m
  • Area rotor utama: 111,22 m2
  • Kecepatan maksimum: 278 km/jam (150 kn)
  • Kecepatan jelajah: 269 km / jam (145 kn)
  • Jarak jangkau: 561 km (303 nmi)
  • Jarak ferry: 1.000 km (540 nmi)
  • Ketinggian maksimum: 6.096 m (20.000 kaki)
  • rate of climb: 14 m/detik
  • Kanon: 1 × M197 20x102 mm meriam Gatiling tiga-laras (500 peluru)
  • Hardpoint: 4 untuk membawa kombinasi:
  • Roket: maksimal 4 pod dengan
  • 38 × 81 mm (3,19 in.)
  • 76 × 70 mm (2,75 in)
  • Pod senapan mesin 12,7 mm (0,50 in.)
Rudal:
  • 8 × rudal anti-tank AGM-114 Hellfire, BGM-71 TOW, Hydra 70, Spike-ER, UMTAS, OMTAS
  • 12x roket berpemandu Roketsan Cirit
  • 2 × rudal anti-pesawat AIM-92 Stinger atau Mistral atau AIM-9 Sidewinder


Sumber : en.wikipedia.org
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon