Perkembangan Kemajuan Proyek Jet Tempur TF-X Turki

18:51
Loading...
radarmiliter.com - Turkish Aerospace Industries (TAI) telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan perangkat lunak HAVELSAN untuk melakukan pengembangan perangkat lunak dan pelatihan terpadu antara lain untuk mempercepat pengembangan program Pesawat Tempur Nasional TF-X (Milli Muharip Uçak, MMU).
Mockup TF-X Turki
Mockup TF-X Turki 
Perjanjian tersebut diumumkan oleh Dr. İsmail Demir, Presiden Industri Pertahanan Turki (Savunma Sanayii Başkanı, SSB). Ini mencakup Pelatihan Tertanam, Pelatihan dan Simulator Pemeliharaan dan dukungan teknik (Lingkungan Uji Virtual, proyek tingkat pengembangan perangkat lunak, dan keamanan siber).
Pernyataan Demir yang muncul sebagai bagian dari bagaimana industri pertahanan negaranya menghadapi pandemik COVID-19, tidak menyebutkan kapan perjanjian itu ditandatangani.
"Ketika proyek Pengembangan Pesawat Tempur Nasional selesai, negara kita akan menjadi salah satu negara dengan infrastruktur dan teknologi yang dapat menghasilkan pesawat tempur generasi ke-5," kata Demir.
TF-X (Turkish Fighter - Experimental) aadalah pesawat tempur superioritas udara bermesin ganda yang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI)/ Türk Havacılık ve Uzay Sanayii A.Ş. (TUSAŞ, Industri Penerbangan Turki dan Luar Angkasa) dengan bantuan teknologi dari BAE Systems.
TAI meluncurkan mock-up skala penuh dari Turkish Fighter (TF) di Paris Air Show 2019. Pesawat ini direncanakan untuk menggantikan jet F-16 Fighting Falcon dari Angkatan Udara Turki dan diekspor ke negara-negara sahabat. Pesawat dijadwalkan melakukan penerbangan pertamanya pada 2025 dan memasuki layanan pada 2028.
TAI mengundang Malaysia untuk bergabung dengan TF-X, menyusul penangguhan Ankara dari program F-35 Joint Strike Fighter yang dipimpin AS. Temel Kotil, CEO Turkish Aerospace Industries, mengatakan di Janaury tahun ini dia sedang menunggu balasan Malaysia. Tahun lalu, TAI menandatangani nota kesepahaman dengan negara Asia untuk produksi bersama komposit TF-X.
Proyek ini diperkirakan akan menghadapi penundaan menyusul tekanan dari Amerika Serikat pada mitra Eropa TAI seperti BAE Systems dan Rolls Royce untuk meninggalkan kemitraan dengan TAI. Selain itu, TAI telah memilih Dassault Systeme untuk menyediakan perangkat lunak kontrol penerbangan untuk proyek tersebut.(paijojr)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon