Senapan Serbu Tavor Israel Jadi Senapan Standar Resimen AU Nigeria - Radar Militer

18 Mei 2020

Senapan Serbu Tavor Israel Jadi Senapan Standar Resimen AU Nigeria

radarmiliter.com - Menurut akun Twitter Defense News Nigeria, senapan serbu bullpup Tavor buatan Israel menjadi senapan standar Resimen Angkatan Udara Nigeria. Tavor dirancang dan diproduksi oleh Israel Weapon Industries (IWI). Senapan ini diproduksi dalam dua varian utama: TAR-21 dan CTAR-21.
Tavor juga digunakan oleh Badan Keamanan Negara Nigeria sebagai senapan serbu utama untuk perlindungan jarak dekat dan unit taktis menggantikan Uzi. Senapan itu juga telah digunakan oleh Angkatan Laut Nigeria.
Senapan Serbu Tavor Buatan Israel
Senapan Serbu Tavor Buatan Israel 
Tavor-21 adalah senapan serbu desain bullpup yang menggunakan dengan amunisi kaliber 5,56 × 45mm NATO dengan sistem selective fire, yang memungkinkan memilih antara mode semi-otomatis dan mode otomatis penuh.
Tavor menggunakan konfigurasi bullpup, di mana reciver, bolt carrier group, dan magazin ditempatkan di belakang pistol grip. Hal ini memperpendek panjang keseluruhan senjata api tanpa mengorbankan panjang laras. Akibatnya, Tavor mempunyai panjang keseluruhan seperti karabin, namun dapat mencapai muzzle velocity seperti halnya senapan dengan laras panjang.
Tavor terutama menggunakan amunisi 5,56 × 45mm NATO, meskipun model yang menggunakan amunisi 9 × 19mm Parabellum dan 5,45 × 39mm Rusia juga tersedia. Pasukan Pertahanan Israel menggunakan peluru 3,6 gram (55 grain) M193 dan 4,0 gram (62 grain) M855 5,56 × 45mm. Peluru M193 digunakan oleh prajurit infanteri reguler untuk efek terminal yang lebih baik pada jarak yang lebih pendek, sedangkan M855 yang lebih berat digunakan oleh penembak jitu. Tavor dapat menggunakan magazin STANAG standar.
TAVOR dalam berbagai kaliber dan konfigurasi telah beroperasi pada 35 negara dari seluruh dunia.(Angga Saja-TSM)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb