Taiwan Beli Rudal Anti-Permukaan Harpoon Berbasis Darat dari AS - Radar Militer

30 Mei 2020

Taiwan Beli Rudal Anti-Permukaan Harpoon Berbasis Darat dari AS

radarmiliter.com  -  Pemerintah Taiwan berencana membeli rudal berbasis darat Harpoon anti-kapal permukaan/perang buatan Boeing sebagai bagian dari modernisasi militer di tengah ketegangan dengan China komunis.
“Deputi Menteri Pertahanan Taiwan, Chang Che-ping, mengonfirmasi rencana Taiwan membeli rudal Harpoon dari AS untuk menjadi rudal pertahanan garis pantai,” begitu dilansir Reuters pada Kamis, 28 Mei 2020.
Rudal Harpoon
Rudal Harpoon 
AS seperti kebanyakan negara tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan. Tapi, pemerintah AS diwajibkan oleh undang-undang menyediakan dukungan dan pertahanan diri jika mendapat serangan dari negara lain seperti China.
Taiwan bakal menerima pengiriman rudal Harpoon ini pada 2023 jika pemerintah AS dan Kongres setuju melakukan penjualan ini. Selama ini, Taiwan telah meningkatkan kekuatan pertahanan di depan ancaman Beijing.
Beijing melakukan sejumlah latihan militer seperti penerbangan jet tempur dan pelayaran kapal perang di sekitar Taiwan. Saat ini, militer Taiwan terbilang cukup moderen dan terlatih dengan baik menggunakan piranti keras buatan AS.
Namun, China memiliki superioritas kekuatan militer jauh di atas Taiwan. Saat ini China miliki skuadron jet tempur siluman buatan sendiri.
Pemerintah AS telah mengabarkan kepada Kongres pada pekan lalu soal rencana penjualan torpedo canggih kepada Taiwan dengan harga sekitar US$180 juta atau sekitar Rp2.7 triliun.
Keputusan ini bisa membuat hubungan Washington dan Beijing semakin menegang. Ini karena China menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsi, yang diharapkan kembali menjadi satu.
Soal rencana penjualan senjata canggih ini, pemerintah China mengecam pemerintahan Presiden AS, Donald Trump. Beijing menilai Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen sebagai separatis yang bakal mendeklarasikan kemerdekaan resmi Taiwan.
Soal ini, Tsai mengatakan Taiwan sudah menjadi negara merdeka dengan nama resmi Republik China.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb