F-15E Jadi Jet Tempur Pertama yang Kompatibel dengan Bom Nuklir AS

KangUsHa 02:33
Loading...
radarmiliter.com - F-15E Strike Eagle telah menjadi pesawat jet tempur pertama yang menunjukkan kompatibilitas dengan bom gravitasi nuklir B61-12 Amerika Serikat (AS). Hal itu ditunjukkan dengan serangkaian uji terbang yang dilaporkan berhasil memenuhi standar kinerja dan keselamatan yang ditetapkan Amerika.
Sandia National Laboratories mengumumkan pada hari Senin bahwa F-15E Strike Eagle dari Angkatan Udara AS telah berhasil menyelesaikan demonstrasi sistem senjata lengkap pada bulan Maret yang menunjukkan kompatibilitas B61-12 dengan pesawat.
 Bom Gravitasi Nuklir B61-12
 Bom Gravitasi Nuklir B61-12 
Sebuah versi tiruan dari bom gravitasi nuklir dijatuhkan oleh pesawat dari ketinggian lebih dari 25.000 kaki di Sandia's Tonopah Test Range di Nevada.
B61-12 palsu tetap berada di udara selama sekitar 55 detik sebelum mendarat dan melekatkan dirinya di sebuah danau yang kering. "Memercikkan kepulan debu gurun dari ketinggian 40 hingga 50 kaki dari area tumbukan yang ditentukan," kata Sandia National Laboratories dalam keterangan tertulisnya yang dilansir Sputniknews, Selasa (9/6/2020).
Tes sukses lainnya dilakukan dari ketinggian 1.000 kaki. "Kami dapat menguji B61-12 melalui semua fase operasional, dan kami memiliki keyakinan yang sangat tinggi bahwa B61-12 kompatibel dengan F-15E Strike Eagle," kata Steven Samuels, seorang manajer di tim sistem B61-12 Sandia.
"Ini adalah kesepakatan nyata, minus paket nuklir. Tes ini menyatukan perencanaan, desain, analisis, pengujian, dan kualifikasi bertahun-tahun untuk mendemonstrasikan B61-12 sepenuhnya pada F-15E Strike Eagle," kata Samuels. "Tes memenuhi semua persyaratan, baik dalam kinerja dan keselamatan."
Sandia adalah salah satu dari tiga laboratorium penelitian dan pengembangan di bawah Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) AS. Laboratorium ini menangani desain dan rekayasa untuk komponen non-nuklir dari cadangan nuklir AS.

Tes kompatibilitas pesawat F-15E dengan bom B61-12 muncul sebagai bagian dari Program Perpanjangan Hidup B61-12 NNSA - yang berupaya untuk memperbarui, menggunakan kembali, atau mengganti semua komponen bom nuklir dan non-nuklir untuk memperpanjang umur layanan dari B61 setidaknya hingga 20 tahun.
NNSA telah menyatakan bahwa bom gravitasi nuklir yang diperbaharui pertama kali akan diproduksi pada tahun fiskal 2022. B61-12 diperkirakan memiliki panjang 12 kaki dan memiliki berat 825 pound.
B61-12 dijadwalkan akan disertifikasi untuk pesawat pembom strategis B-2 Angkatan Udara AS, jet tempur F-16 C/D dan F-35 Lightning II.
(Muhaimin)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon