Kapal Militer AS-China Hampir Tabrakan di Laut China Selatan

KangUsHa 05:40
Loading...
radarmiliter.com - Kapal angkatan laut Amerika Serikat (AS) dan China hampir bertabrakan di Laut Cina Selatan. Itu terjadi saat kapal angkatan laut dari masing-masing negara berlayar dengan jarak 100 meter."Peristiwa semacam itu menunjukkan kurangnya kepercayaan politik antara kedua militer." kata seorang sumber dari militer China pada South China Morning Post, Selasa (16/6/2020).
Namun demikian, sumber itu tidak mengungkapkan daerah di mana insiden itu terjadi, tetapi hanya mengatakan itu terjadi di wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan.
Kapal Induk Liaoning China
Kapal Induk Liaoning China 
Kejadian itu terjadi bertepatan dengan meningkatnya ketegangan antar kedua negara di kawasan. Baik AS maupun China telah sama-sama meningkatkan kehadirannya di wilayah yang di sangketakan banyak negara itu.
AS baru-baru ini mengoperasikan dua kapal induknya di daerah itu, yaitu USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz. Sementara China juga melakukan hal yang sama. Dua kapal induk milik Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China, Liaoning dan Shandong, telah beroperasi di kawasan.
Meskipun kejadian hampir tabrakan tersebut dianggap banyak pihak sebagai ajang unjuk kekuatan masing-masing kapal, namun analis khawatir kecelakaan sesungguhnya mungkin terjadi dan pada akhirnya memicu lahirnya konflik militer.
"Perilaku provokatif semacam ini sepenuhnya didorong oleh kebutuhan politik yang ditujukan untuk menunjukkan tekanan dan menunjukkan kekuatan." kata Hu Bo, direktur Pusat Studi Strategi Kelautan di Universitas Peking.
"Tapi, itu bisa menjadi kecelakaan dan menyebabkan konflik skala kecil dan dapat dikendalikan dengan rekan-rekan China mereka." tambahnya. "Namun, bagaimana Anda bisa memprediksi dan mengendalikan konsekuensi dari perang?"
Aksi AS-China itu juga mendapat kecaman dari Lu Li-Shih, mantan akademi angkatan laut di Taiwan. Lu mengatakan bahwa semua kapal angkatan laut harus menerapkan kode angkatan laut untuk pertemuan yang tidak direncanakan di laut untuk menghindari konflik.
Dia mendesak agar perwira angkatan laut China dan AS membuat pelatihan untuk memastikan pertemuan itu tidak terjadi.
"Kapal perang seharusnya hanya berjarak 100 meter untuk pengisian bahan bakar atau pelatihan." jelasnya.
"Langkah berisiko seperti itu terjadi ketika kedua belah pihak melakukannya dengan sengaja."(Rehia Sebayang)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon