Kementerian Pertahanan Rusia Negosiasi Ulang Kontrak Pengadaan Pesawat IL-76MD-90A - Radar Militer

02 Juni 2020

Kementerian Pertahanan Rusia Negosiasi Ulang Kontrak Pengadaan Pesawat IL-76MD-90A

radarmiliter.com - Kementerian Pertahanan Rusia menandatangani kontrak baru dengan Aviastar-SP (bagian dari United Aircraft Corporation - UAC dan merupakan bagian dari Rostec) untuk pengadaan pesawat angkut militer Il-76MD-90A, kata seorang Top-Manager dari salah satu perusahaan pembuat pesawat. Di kantor Deputi Perdana Menteri Yuri Borisov, mereka mengkonfirmasi bahwa kesepakatan yang baru memang telah ditandatangani.
Kontrak awal untuk pengadaan 39 pesawat tersebut bernilai sekitar 140 miliar Rubel dan ditandatangani pada Oktober 2012 oleh mantan Menteri Pertahanan Anatoly Serdyukov (kini memegang jabatan Direktur Klaster Penerbangan Rostec) dan mantan pimpinan UAC, Mikhail Pogosyan, di hadapan Presiden Vladimir Putin. Pada saat itu, kontrak tersebut merupakan pesanan terbesar Kementerian Pertahanan Rusia dari UAC dan seharusnya dikerjakan Aviastar-SP hingga 2018. Namun kemudian, perusahaan mengalami kesulitan teknis dan keuangan dalam implementasinya, yang menyebabkan kerugian.
Pesawat IL-76MD-90A
Pesawat IL-76MD-90A 
Berdasarkan kontrak tahun 2012, harga tiap pesawat rata-rata sebesar 3,6 miliar Rubel.
Menurut informasi yang didapat Kommersant, enam pesawat telah diserahkan kepada Kemeterian Pertahanan Rusia saat ini, dan pada akhir 2020 UAC berencana untuk menyerahkan lima pesawat lagi. Di masa depan, di bawah kontrak lama, militer Rusia akan menerima dua lagi IL-76MD-90A. Dengan demikian, sesuai dengan kontrak yang dibuat pada tahun 2012, Kementerian Pertahanan akan menerima 13 pesawat, bukan 39 seperti dalam kontrak awal.
Sumber-sumber Kommersant dalam industri penerbangan mengatakan bahwa di bawah kontrak baru, pabrik akan mengirimkan dua pesawat per tahun kepada pelanggan dari 2021 hingga akhir 2027. Dengan demikian, kontrak baru tersebut akan mencakup total 14 pesawat.
Harga baru satu pesawat, menurut sumber dalam industri penerbangan, bervariasi dari 4,5 miliar hingga 5 miliar Rubel.
Kementerian Pertahanan Rusia, UAC, dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia tidak bersedia mengomentari informasi tentang jumlah pesawat dan harganya. "Kami memenuhi kewajiban kontraktual kepada Kementerian Pertahanan," kata UAC.
Menurut sumber Kommersant di Aviastar-SP, pabrik itu bisa saja menyerahkan lima pesawat pada 2019 dan bukan tiga, tetapi rencana itu terhalang oleh penggunaan mesin PS-90A-76 yang diproduksi oleh United Engine Corporation (UEC), yang merupakan bagian dari Rostec. Sumber lain mengatakan bahwa tahun lalu selama pemeriksaan mesin, ditemukan bahwa fan mesin jet itu perlu diperbaiki. Hari ini, katanya, masalah tersebut telah diselesaikan. Sumber ketiga Kommersant, yang mengetahui mengenai penggunaan mesin itu, mengklaim bahwa mereka bekerja dengan baik dan sepenuhnya memenuhi spesifikasi teknis. "Mesin seri itu telah dipakai sejak tahun 2003, tidak ada keluhan tentang hal itu. Setelah penerbangan, ternyata perlu dimodifikasi. Dan hal tersebut telah dilakukan," katanya.
Semua kewajiban kontrak untuk penyediaan mesin PS-90A-76 untuk pesawat IL-76MD-90A telah dipenuhi seluruhnya, pada jadwal yang disepakati dan dengan kualitas yang tepat,” kata pihak UEC.
Narasumber Kommersant di UAC, berbicara tentang kontrak baru dengan Kementerian Pertahanan Rusia, menekankan bahwa setelah persetujuan dari program pemulihan keuangan perusahaan, mereka tidak dapat menyelesaikan kontrak yang tidak menguntungkan. Kontrak tahun 2012 kejadiannya seperti ini: pesawat pertama mulai dibangun sesuai dengan spesifikasi teknis dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia, tetapi setelah beberapa saat kemudian diputuskan untuk membangunnya sesuai dengan spesifikasi teknis dari Kementerian Pertahanan Rusia. Telah terjadi kesalahan dalam perhitungan material, karena setiap pesawat yang diserahkan ke pelanggan menyebabkan kerugian sekitar 1 miliar Rubel. Menurut narasumber Kommersant, Menteri Pertahanan Rusia waktu itu, Anatoly Serdyukov kemudian menganjurkan pengembangan proyek An-70 Rusia-Ukraina, karena itu UAC harus menanggung kerugian agar pesanan tidak beralih ke pesaing.
Direktur Pusat Analisis Strategis dan Teknologi Rusia (AST) Ruslan Pukhov percaya bahwa Kementerian Pertahanan akan menemukan satu-satunya solusi optimal untuk situasi ini dengan berkompromi dengan pabrikan dan menandatangani kontrak baru dengannya.(Angga Saja-TSM)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb