Media Rusia: Drone Bayraktar Turki Adalah Copy dari UAV Israel

KangUsHa 22:08
Loading...
radarmiliter.com - Menurut outlet berita Rusia, Israel telah berbagi teknologi Aerostar dan Heron UAV dengan Turki untuk memproduksi drone Bayraktar, yang dioperasikan dengan berhasil di medan perang Suriah dan Libya.
Selain mempunyai penampilan serupa, drone-drone tersebut juga memiliki mesin turboprop tunggal. Beban muatan dan kemampuan operasi-nya juga serupa. Karakteristik taktis dan teknis Bayraktar TB1 dan Bayraktar TB2 Turki berada diantara drone Aeronautics Defense Systems Aerostar dan drone IAI Heron, media Federal News Agency (FAN) Rusia melaporkan pada 12 Juni.
Drone Bayraktar Turki
Drone Bayraktar Turki  
Menurut tulisan FAN, tiba-tiba Turki masuk ke klub elit negara-negara maju produsen UAV, padahal menurutnya, hal itu "terlepas dari kenyataan bahwa Turki bukan pemimpin dalam industri pesawat terbang, atau dalam pengembangan sistem komputer yang kompleks". Dengan tidak adanya teknologi, dan yang lebih penting, basis produksi tertentu, sulit dan mahal untuk membangun proses teknologi sendiri. Untuk mendapatkan produk yang berkualitas dalam jangka pendek sepertinya sama sekali tidak mungkin. Lalu bagaimana Turki bisa membuat terobosan dalam pembuatan UAV?
Kemungkinan besar, menurut artikel FAN, Ankara telah menerima teknologi dari luar. Setelah dilihat lebih dekat, drone Turki dari keluarga Bayraktar mengingatkan pada drone buatan Israel. Penampilan, tata letak, pengoperasian, solusi teknologi sangat mirip dengan UAV IAI Heron dan Aerostar. Dalam hal ini, mesin turboprop tunggal, dan sasis, dan frame unit ekor yang khas.
Menurut karakteristiknya, Bayraktar TB1 dan Bayraktar TB2 Turki menempati posisi menengah di antara drone Israel di atas. Baik dari segi muatan dan otonominya. Dengan sedikit modifikasi oleh industri Turki, Bayraktar ternyata lebih murah dan lebih sederhana daripada drone yang dimaksudkan untuk terbang diketinggian tinggi dan sedang seperti Heron. Bayraktar tidak berusaha untuk bersaing dengan "saudaranya" dari Israel, tetapi lebih menempati "ceruk" UAV untuk serangan dari ketinggian menengah dan pengintaian.(Angga Saja-TSM)
Sumber :  riafan.ru
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon