NATO Siap Latihan Perang di Dekat Rusia, Kerahkan 29 Pesawat dan 3.000 Tentara - Radar Militer

06 Juni 2020

NATO Siap Latihan Perang di Dekat Rusia, Kerahkan 29 Pesawat dan 3.000 Tentara

radarmiliter.com - Aliansi NATO bersiap untuk latihan perang besar-besaran tahunan yang diberi nama Baltic Operations (Baltops) di lepas pantai Rusia. Sebanyak 29 pesawat militer dan sekitar 3.000 tentara akan dikerahkan dalam manuver militer akbar tersebut.
Latihan perang Baltops akan dimulai Minggu (7/6/2020) hingga 16 Juni dengan melibatkan 19 Angkatan Laut dari 17 negara aliansi dan dua negara mitra. Pasukan Angkatan Laut AS Eropa-Afrika dalam keterangan persnya mengatakan 29 unit maritim akan unjuk kekuatan.
NATO Siap Latihan Perang di Dekat Rusia
NATO Siap Latihan Perang di Dekat Rusia 
Negara-negara yang berpartisipasi dalam latihan Baltop antara lain; Kanada, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Latvia, Lithuania, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Spanyol, Swedia, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.
"Baltops memberikan kesempatan bagi NATO dan negara-negara mitra untuk beroperasi bersama, berbagi praktik terbaik untuk meningkatkan operasi dunia nyata," kata Wakil Laksamana AS Lisa Franchetti, komandan Pasukan Penyerang dan Dukungan Angkatan Laut NATO serta komandan Armada ke-6 AS, dalam keterangan persnya, seperti dikutip Sputniknews, Sabtu (6/6/2020).
"Meskipun kami akan melakukan acara tahun ini sepenuhnya di laut, Baltops 2020 akan menunjukkan komitmen berkelanjutan kami untuk keamanan regional dan memperkuat fleksibilitas yang melekat dari pasukan Angkatan Laut gabungan kami untuk beroperasi bersama dalam situasi apa pun," katanya.
Defense News melaporkan kapten fregat Jerman Lübeck menyatakan krunya akan berusaha untuk tetap terpisah sejauh 1,5 meter, untuk menjaga jarak sosial dan mencegah penyebaran Covid-19.
Sebastian Bruns, seorang analis Angkatan Laut di Universitas Kiel, mengatakan kepada Defense News bahwa dengan latihan yang terjadi di lepas pantai Rusia, maka idenya adalah untuk menunjukkan bahwa Laut Baltik bukan halaman depan siapa pun. "Tetapi kebebasan untuk bekerja prinsip-prinsip navigasi berlaku sama di sini," ujarnya.(Muhaimin)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb