Perusahaan SCYTALYS Yunani Kembangkan Sistem C4ISR untuk TNI

KangUsHa 15:20
Loading...
radarmiliter.com - Perusahaan pengembang perangkat lunak dan integrasi sistem di bidang pertahanan dan keamanan asal Yunani SCYTALYS, hari Kamis lalu (11/06) mengumumkan bahwa mereka mendapatkan kontrak dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia senilai $ 49 juta, setelah mereka menyelesaikan Open International Interoperability, Management & Control untuk Tentara Nasional Indonesia.
SCYTALYS, yang sebelumnya bernama ISI, adalah perusahaan Yunani yang melakukan pengembangan dan pembangunan sistem tempur terintegrasi pertama untuk pesawat pengintai P-3HN Yunani.
Sistem C4ISR untuk TNI
Sistem C4ISR untuk TNI 
Proyek yang akan dikerjakan SCYTALYS adalah untuk mengimplementasikan dan menyerahkan dalam jangka waktu 3 tahun, diantaranya hal-hal berikut:
a) Desain dan pengembangan Sistem Data Reguler Nasional (National Regular Data System).
b) Desain dan pengembangan Business Center yang terdiri dari sistem C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) yang canggih, termasuk pembangunan infrastruktur baru di mana ia akan beroperasi. Sistem ini akan memungkinkan adanya komposisi Common Operational Picture dengan dampak langsung penguatan terhadap Kewaspadaan Situasional (Situational Awareness).
c) Interkoneksi beberapa Pusat Komando Angkatan Bersenjata dengan sistem C4ISR pusat.
d) Desain dan pengembangan sistem Surveillance dan Monitoring, yang saling berhubungan dengan sistem C4ISR pusat untuk memperkuat Awareness of Operational Status and Interoperability.
Program ini akan dapat membentuk Kerangka Nasional (National Framework) untuk Integritas TNI, membuka jalan bagi pembentukan Network Centric Operation TNI, sebuah faktor penting dalam operasi perang modern. Ini akan meningkatkan kekuatan TNI, secara signifikan meningkatkan kemampuan dan efektivitas TNI dan meningkatkan kekuatan geopolitik Indonesia di Asia Tenggara dan wilayah yang lebih luas.
"Kami sangat menghargai penugasan proyek ini, yang kami anggap bersifat strategis, karena akan memungkinkan Angkatan Bersenjata Indonesia untuk memperoleh teknologi dan infrastruktur yang diperlukan (National Regular Data System, sistem C4ISR, dll.) Untuk implementasi framework. Interoperabilitas mereka dan keberhasilan pelaksanaan Central Business Network di masa depan. SCYTALYS berkomitmen untuk memberikan solusi yang lengkap, sepenuhnya memenuhi kebutuhan dari Kementerian Pertahanan Indonesia", kata CEO SCYTALYS, Bpk. Dimitris Karantzavelos.
"Ini adalah kesuksesan bisnis tertinggi yang memanfaatkan keahlian, pengalaman internasional, dan teknologi inovatif dimana menjadi keahlian SCYTALYS selama 27 tahun. Prestasi ini menunjukkan potensi industri pertahanan Yunani untuk melakukan proyek dalam lingkup ini dan kebutuhan teknologi yang tinggi. Melalui Grup EFA GROUP dan kemitraan industri baru-baru ini, SCYTALYS ingin untuk memperluas portofolionya sebagai pemasok internasional untuk teknologi dan solusi terintegrasi untuk Perusahaan yang Network-Centered, Security and Interoperability & Data Security, Data Pairs," kata Nikos Papatsas, CEO EFA VENTURES.
SCYTALYS (sebelumnya ISI HELLAS) adalah anggota Grup EFA GROUP. Grup EFA GROUP aktif di pasar kedirgantaraan, pertahanan dan keamanan dan telah memantapkan dirinya di lebih dari 45 negara di seluruh dunia. Perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 240 orang, sebagian besar ilmuwan dan insinyur Yunani.
Grup ini mencakup, selain SCYTALYS (Systems of Regular Management, Control, Communications, Data Login , Simulation, Interactivity Solutions), juga EFA VENTURES (Pemasok Internasional untuk Industrial Software Systems , Services and Related Integrated Solutions dan Thermal Imaging), ES SYSTEMS (Integrated Sensor Systems with MEMS Technology and IoT Solutions) dan DEFENDER (Panoramic Cameras and Image Analysis and Processing Systems).(Angga Saja-TSM)
Sumber : pronews.gr
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon