Tiongkok akan Kerahkan Rudal Balistik Anti Kapal Induk, Tanggapi Kehadiran Tiga Kapal Induk AS di Pasifik

KangUsHa 15:11
Loading...
radarmiliter.com - Tiongkok menyatakan tidak akan gentar dengan pengerahan tiga kapal induk Amerika Serikat di Samudra Pasifik. Pengerahan tiga kapal induk Amerika dipandang Beijing sebagai provokasi yang meresahkan.
Lewat media negara, Tiongkok menegaskan tidak akan akan mundur untuk membela kepentingannya di wilayah tersebut karena memiliki rudal anti-kapal DF-21D dan DF-26 yang dapat diandalkan.
"Tiongkok memiliki senjata pembunuh kapal induk seperti rudal balistik anti-kapal DF-21D dan DF-26," kata media yang disponsori negara itu seperti dikutip dari CNN, Rabu (17/6).
Kapal Induk Amerika Serikat
Kapal Induk Amerika Serikat 
Angkatan Laut AS untuk pertama kali dalam hampir tiga tahun mengerahkan tiga kapal induk berpatroli di perairan Indo-Pasifik. Terakhir kali AS memobilisasi kapal-kapal induk ke perairan Indo-Pasifik pada level serupa pada tahun 2017, yakni ketika ketegangan memanas antara Amerika dengan Korea Utara terkait program senjata nuklir Pyongyang. Kehadiran kapal-kapal tersebut pertama kali dilaporkan oleh Associated Press pada Jumat pekan lalu (12/06).
Tiga kapal tersebut, USS Theodore Roosevelt, USS Nimitz, dan USS Ronald Reagan dikerahkan pada Kamis lalu (11/06). Masing-masing kapal induk dilaporkan dapat membawa 60 pesawat. Siaran pers Angkatan Laut Amerika Serikat mengatakan kapal induk USS Ronald Reagan dan USS Theodore Roosevelt sedang melakukan operasi militer di wilayah Pasifik barat. Sedangkan kapal induk USS Nimitz berada di Pasifik timur.
Upaya ini dilakukan AS untuk meningkatkan kritik terhadap respons Beijing terhadap wabah virus corona. Selain itu, juga tindakan Tiongkok untuk memaksakan kendali lebih besar atas Hong Kong, dan manuver militer mereka di Laut China Selatan.
Pengerahan ini juga menandai bahwa Angkatan Laut AS tidak lagi terhambat oleh wabah virus corona.
USS Theodore Roosevelt kembali melaut sekitar 4 Juni atau 10 minggu setelah absen karena ada wabah virus corona baru (Covid-19) di atas kapal. USS Ronald Reagan juga baru-baru ini membatasi pergerakannya karena pandemi Covid-19, tetapi kembali melaut pada akhir Mei dari pelabuhannya di Jepang.
"Ada beberapa indikasi dalam tulisan-tulisan Tiongkok bahwa AL AS dihantam keras oleh Covid-19, sehingga kesiapan militerya rendah, jadi mungkin ada upaya Amerika Serikat untuk memberi isyarat kepada Tiongkok agar tidak salah perhitungan," kata Director of the China Power Project pada Center for Strategic and International Studies (CSIS) Bonnie Glaser.
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon