Ajukan Anggaran Rp 129,3 T di 2021, Menhan Prabowo Subianto Mau Beli 4 Jet Tempur

KangUsHa 08:17
Loading...
radarmiliter.com - Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo mengajukan anggaran sebesar Rp 129,3 triliun di tahun anggaran 2021.
Berdasarkan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2021 yang bertajuk Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi, seperti dikutip CNBC Indonesia, Minggu (1/7/2020), anggaran ini untuk mencapai target pembangunan di bidang pertahanan.
Dari total anggaran tersebut, anggaran alokasi rupiah murni yang diajukan mencapai Rp 113,1 triliun. Sebagian alokasi ini akan ditujukan untuk penyelesaian proyek/kegiatan yang ditunda/terhambat akibat adanya pandemi Covid-19 di tahun anggaran 2020.
F-16 Viper
F-16 Viper 
Di dalam dokumen disebutkan beberapa sasaran output strategis Kemenhan pada 2021, salah satunya dukungan pengadaan alat utama sistem senjata TNI (alutsista) sebanyak lima paket.
Lalu, dukungan pengadaan munisi kaliber kecil sebanyak 1 paket, dukungan pengadaan atau penggantian kendaraan tempur sebanyak 12 unit, hingga KRI, KAL, Alpung dan Ranpur/Rantis Matra Laut sebanyak 14 unit.
"Dukungan pengadaan/penggantian pesawat udara dan lainnya sebanyak 4 unit," tulis dokumen tersebut.
Yang menjadi pertanyaan, apakah dukungan pengadaan atau penggantian pesawat udara dan lainnya sebanyak 4 jenis berkaitan dengan rencana pembelian unit Sukhoi Su-35 ? Dassault Rafale dari Prancis? atau jangan-jangan F-16 dari AS?
CNBC Indonesia sudah berusaha menghubungi Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak perihal rencana anggaran Kemenhan di 2021. Namun hingga berita ini ditulis belum ada respons yang diberikan Dahnil.
Sebagai informasi, Menhan Prabowo sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Moskow, Rusia. Ini merupakan kunjungan pertama sang Menteri selepas pandemi virus corona (Covid-19) menghambat dunia.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menemui Wakil Menteri Pertahanan Rusia Colonel General Alexander Formin di Kantor Kementerian Pertahanan Rusia, pada Selasa (23/6/2020), waktu setempat.
"Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membicarakan hubungan bilateral dan kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendidikan, latihan bersama, serta kerja sama industri pertahanan," tulis keterangan resmi otoritas pertahanan RI.
Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi membantah pertemuan Prabowo dan Formin membahas secara detail rencana pembelian 11 unit Sukhoi Su-35 senilai US$ 1,14 miliar. Namun, patut digaris bawahi ini merupakan kunjungan kedua Prabowo ke Rusia dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.
Pada awal 2020, tepatnya akhir 2020 sebelum munculnya pandemi, Prabowo sempat melakukan kunjungan kerja ke Rusia. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menemui Shoygu di Kantor Kementerian Pertahanan Rusia.
Kemudian pada Mei, tersiar kabar dari laman stasiun televisi milik Kementerian Pertahanan Rusia, Zvezda, Rosoboronexport - perwakilan negara untuk ekspor dan impor teknologi pertahanan Rusia - merilis informasi terkait Sukhoi Su-35.
Pwerusahaan tersebut meyakinkan mampu memenuhi kebutuhan Indonesia akan pesawat tempur multiguna tersebut. Tak hanya itu, Rosoboronexport bahkan menjanjikan siap memenuhi apapun permintaan Indonesia terkait Sukhoi Su-35.
Rosoboronexport bahkan menyinggung Amerika Serikat yang dianggap menekan negara-negara lain, termasuk Indonesia untuk membatalkan akusisi Sukhoi Su-35 yang dianggap sebagai sebuah manifestasi dari kompetisi yang tidak adil. (Anisatul Umah)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon