Akash Spyder dan Pechora, India Kerahkan Tiga Sistem Rudal Sekaligus

KangUsHa 23:28
Loading...
radarmiliter.com - India mengerahkan tiga sistem pertahanan rudal sekaligus wilayahnya yang berbatasan dengan China di Ladakh, pegunungan Himalaya. Langkah militer New Delhi ini mengindikasikan perseteruan dengan Beijing terkait sengketa perbatasan semakin memanas.
Pengerahan sistem misil ini dilakukan akhir pekan lalu. Wilayah sengketa itu telah menjadi medan bentrok mematikan pasukan kedua negara pada 15 Juni lalu, di mana 20 tentara New Delhi tewas.
Sistem Rudal Spyder buatan Israel
Sistem Rudal Spyder buatan Israel  
Tiga senjata pertahanan yang dikerahkan antara lain sistem rudal Akash buatan India, Spyder buatan Israel, dan sistem rudal Pechora dan OSA-AK buatan Uni Soviet negara yang terpecah-pecah dan kini bernama Rusia.
India dan China sama-sama meningkatkan kehadiran pasukan dalam jumlah besar yang mencakup tentara, pesawat tempur, helikopter, tank, dan artileri berat sejak insiden 15 Juni.
Kedua negara bersenjata nuklir itu saling tuding satu sama lain sebagai pelanggar perbatasan.
Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China telah mengaktifkan beberapa pangkalan di dekat Ladakh di Daerah Otonomi Tibet, di mana pesawat-pesawat tempur secara teratur menunjukkan kekuatan.
Sedangkan India, menurut sumber yang dikutip United Press International (UPI), Selasa (30/6/2020), telah memperkuat sisi perbatasannya dengan TANK howitzer M777 buatan Amerika Serikat (AS).
Lembah Galwan di Ladakh, lokasi bentrok pasukan India dan China, adalah tempat Garis Kontrol Aktual (LAC) yang diperebutkan. Itu merupakan garis demarkasi antara wilayah India dan China yang didirikan pada tahun 1962. Kedua negara bersenjata nuklir ini terikat perjanjian tidak boleh menggunakan senjata militer di LAC, sehingga dalam bentrok mematikan 15 Juni lalu tidak melibatkan senjata militer.
"Tidak ada perubahan dalam peraturan seperti itu," kata Letnan Jenderal Vinod Bhatia, mantan direktur jenderal operasi militer India. "Pihak kami hanya akan bereaksi terhadap provokasi dan jika terjadi keadaan luar biasa."(Muhaimin)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon