Boeing Dapatkan Pesanan Pertama F-15EX dari AU AS

KangUsHa 18:25
Loading...
radarmiliter.com - Angkatan Udara Amerika Serikat telah secara resmi melakukan pemesanan untuk batch pertama F-15EX, dengan memberikan Boeing kontrak pada hari Senin (13/07) dengan nilai untuk seluruh program mendekati $ 23 miliar.
Pesanan pengiriman pertama, yang memiliki nilai tidak melebihi sekitar $ 1,2 miliar, mencakup lot pertama terdiri dari delapan jet tempur F-15EX, serta biaya teknik pendukung satu kali dan dimuka.
Pemberian kontrak tersebut adalah kemenangan besar bagi Boeing dan memberikan kehidupan kedua untuk lini produksi F-15 di St. Louis, Mo. Setelah bertahun-tahun menawarkan Angkatan Udara AS untuk mempertimbangkan versi lanjutan F-15 sebagai kemampuan pelengkap untuk Lockheed Martin F-35, Boeing didukung oleh Kantor Penilaian Biaya dan Evaluasi Program Departemen Pertahanan AS, yang pada 2019 mendorong AU AS untuk membeli pesawat F-15EX untuk membangun kapasitas tersebut.
Jet Tempur F-15EX
Jet Tempur F-15EX 
Meskipun para pemimpin Angkatan Udara AS pada saat itu mengatakan bahwa AU AS akan lebih suka dana yang ada digunakan untuk membeli pesawat generasi kelima tambahan seperti F-35, para pejabat sekarang mengatakan bahwa membeli F-15 baru adalah jalur tercepat untuk mengganti F-15C/D Air National Guard yang mencapai masa pensiunnya.
"F-15EX adalah cara yang paling terjangkau dan segera untuk menyegarkan kembali kapasitas dan memperbarui kemampuan yang disediakan oleh armada F-15C/D yang sudah tua," kata Jenderal Mike Holmes, komandan Air Combat Command dalam sebuah pernyataan. "F-15EX siap bertarung segera setelah keluar dari jalur produksi."
Dua pesawat F-15EX pertama sudah diproduksi dan akan keluar dari jalur produksi pada awal tahun depan, kata perusahaan itu dalam rilis berita. Mereka awalnya akan berpangkalan di Pangkalan Angkatan Udara Eglin, Florida, untuk pengujian, dengan enam pesawat tersisa akan dikirim ke pangkalan itu pada tahun fiskal 2023, kata pihak Angkatan Udara AS.
Bersama dengan delapan F-15EX pertama, yang disetujui dalam anggaran tahun anggaran 2020, Angkatan Udara AS telah mengajukan 12 F-15EX di tahun fiskal 2021 dan berencana untuk mengajukan 64 jet dari tahun fiskal 2022 hingga 2025. AU AS akan membeli sebanyak 144 pesawat, menurut Boeing.
Angkatan Udara AS belum memutuskan pangkalan mana yang pertama akan menerima jet F-15EX, kata AU AS dalam rilis berita bahwa "Strategic Basing Process sedang dilakukan untuk menentukan lokasi penempatan untuk lot pesawat berikutnya."
F-15EX merupakan jet dua-kursi dengan kontrol fly-by-wire, sistem peperangan elektronik Eagle Passive Active Warning Survivability System baru, kokpit canggih yang baru, dan sistem misi baru. Tetapi menurut pihak Angkatan Udara AS, peningkatan yang paling signifikan adalah dalam bentuk arsitektur sistem misi terbuka yang akan memungkinkan AU AS untuk lebih cepat mengupdate perangkat lunak F-15.
Keuntungan utama lain dari pembelian F-15 tambahan adalah kapasitas muatan pesawat, yang akan memungkinkannya untuk membawa dan meluncurkan rudal hipersonik pada jarak yang jauh.
"F-15EX adalah versi paling canggih dari F-15 yang pernah dibuat, sebagian besar karena backbone digitalnya," kata Lori Schneider, manajer program Boeing F-15EX. “Jangkauan, harga, dan kapasitas muatan terbaiknya menjadikan F-15EX pilihan yang menarik bagi Angkatan Udara AS.”
Pengumuman hari Senin lalu menyusul kontrak dengan harga tetap senilai hingga $ 101 juta yang diberikan kepada General Electric pada akhir Juni untuk lot pertama mesin F-15EX. Berdasarkan kontrak, GE akan memasok "mesin F110-GE-129, termasuk pemasangan dan suku cadang, dan komputer sistem pemantauan mesin yang dimodernisasi," kata Departemen Pertahanan AS.(Angga Saja-TSM)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon