Inilah Deretan Pesawat Tempur Tercanggih Di Dunia

KangUsHa 11:33
Loading...
radarmiliter.com - Angkatan Udara menjadi bagian penting dari militer di setiap negara, di mana superioritas udara memberikan perlindungan dan keselamatan bagi pasukan di darat. Lebih penting lagi, jet tempur menjadi suatu keharusan bagi setiap negara yang ingin menjaga wilayah udara mereka berdaulat dan mengamankan posisi mereka sebagai kekuatan militer terkemuka di dunia.
Saat ini, jet tempur generasi kelima adalah jet tempur paling canggih. Pembuat pesawat militer Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin, mendefinisikan pesawat tempur generasi kelima memiliki karakteristik sebagai berikut : 

  • Semua beraspek siluman saat dipersenjatai
  • Probabilitas rendah dari intersepsi radar, artinya dapat menghindari deteksi radar
  • Airframe berkinerja tinggi
  • Avionik terdepan
  • Sistem komputer yang sangat terintegrasi mampu menghubungkan ke sistem lain untuk kesadaran situasional.
Dengan ketentuan karakteristik tersebut, ada sejumlah jet tempur paling canggih saat ini. Menyambut ulang tahun ke-8, SINDOnews.com merangkum 8 jet tempur generasi kelima tercanggih di dunia yang dikutip dari Aero Time. Berikut daftarnya : 
F-35 Lightning II
F-35 Lightning II  
Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) memperkenalkan jet tempur terbaru F-35 Lightning II pada tahun 2015. Jet tempur siluman produksi Lockheed Martin ini memiliki tiga varian utama, dengan perbedaan dalam kemampuan pendaratan mereka.
Perkiraan biaya program F-35 sangat mengejutkan. Pemerintah AS menghabiskan USD1.508 triliun untuk jet tempur generasi kelima ini. Tetapi di sisi lain, Lockheed memproyeksikan bahwa USAF akan menggunakan jet tempur sampai tahun 2070. Meskipun F-35 menuai banyak kritik, termasuk banyaknya masalah pada sistem pesawat dan molornya waktu penyelesaian proyeknya, tentu saja tidak dapat dimungkiri bahwa ini adalah jet tempur paling canggih saat ini.
Su-57
Su-57 
Dikembangkan oleh Sukhoi Company, Su-57 menjadi jet tempur Rusia yang paling berteknologi canggih. Ini adalah jet tempur pertama yang menandai setiap kotak dalam daftar fitur-fitur jet-jet tempur generasi kelima. Sergey Bogdan adalah pilot pertama yang menguji coba Su-57 pada tahun 2010. Dibandingkan dengan F-35, Su-57 hanya menelan biaya sekitar USD10 miliar untuk riset, pengembangan, dan persiapan produksi Rusia.
Angkatan Udara Rusia awalnya diharapkan akan memperkenalkan pesawat tempur itu ke dalam layanan penuh pada 2019. Namun, pada 2018, wartawan melihat dua Su-57 muncul di langit Suriah.
 Chengdu J-20
  Chengdu J-20  
Pembangun jet tempur terbaik China; Chengdu Aerospace Corporation, memperkenalkan J-20 pada 2017. Setelah lebih dari 20 tahun pengembangan, jet tempur siluman generasi kelima ini pertama kali terbang pada 2011.
Ada beberapa perubahan pada desain pesawat setelah penerbangan pertama dilakukan , yaitu new intake, lapisan stealth (siluman) baru dan desain baru dari penstabil vertikal. Terlepas dari beberapa masalah yang muncul setelah produksi, Chengdu J-20 adalah jet tempur generasi kelima pertama di Asia.
FC-31
FC-31  
FC-31 atau J-31 adalah jet tempur generasi kelima kedua yang akan diperkenalkan ke Angkatan Udara China. Meskipun kurang canggih dari mitranya; Chengdu J-20, J-31 masih menjadi jet tempur yang sangat mampu.
Spesifikasi persisnya masih belum jelas bagi siapa pun yang berada di luar militer China. Pakar asing, terutama AS, menunjukkan bahwa FC-31 setara dengan pesawat tempur generasi kelima lainnya. Namun, jet yang lebih baik diputuskan oleh banyak faktor lain. Yakni, kesiapan pilot dan kemampuan radar dan sensor pesawat.
Mitsubishi X-2 Shinshin
Mitsubishi X-2 Shinshin 
Mitsubishi X-2 Shinshin menjadi contoh unik dalam daftar delapan pesawat jet tempur tercanggih di dunia. Alasannya adalah itu masuk kategori pesawat militer generasi kelima, namun Jepang tidak menjadikannya sebagai jet tempur melainkan sebagai pesawat uji.
Jepang menggunakan X-2 sebagai testbed untuk teknologi jet tempur lainnya. Latar belakang jet ini adalah bahwa Jepang ingin mengganti armada pesawat tempurnya saat ini. Pemerintah Jepang menghubungi Amerika Serikat untuk kemungkinan membeli F-22 Raptor, tetapi Kongres AS menjatuhkan kemungkinan itu demi melindungi rahasia militernya.
Penerbangan Shinshin pertama lepas landas pada tahun 2016 dan setelah tes yang sukses, dan Mitsubishi mulai memproduksi pesawat. X-2 adalah pendahulu F-3, jet tempur yang dirancang menjadi pesawat generasi keenam. Jepang akan memproduksi F-3 mulai 2027.
F-22 Raptor
F-22 Raptor  
F-22 Raptor menjadi jet tempur generasi kelima pertama di dunia. Jet tempur siluman ini mulai beroperasi pada tahun 2005. Pemerintah Amerika Serikat menghentikan program produksi dan pengembangan F-22 Raptor pada tahun 2011.
Meskipun merupakan bagian penting dari Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), meningkatnya biaya pengembangan dan pemeliharaan, serta kurangnya misi udara-ke-udara membuat produksinya diakhiri. Lockheed mengirim F-22 Raptor terakhir ke USAF pada 2012.
Meskipun demikian, F-22 adalah perintis. Ini adalah jet tempur pertama yang menggabungkan supercruise, supermaneuverability, stealth dan sensor fusi.
Typhoon
Typhoon  
Dari semua jet tempur dalam daftar yang diulas ini, kisah Typhoon adalah salah satu yang paling menarik. Jet tempur generasi kelima Eropa ini adalah hasil operasi gabungan Airbus, BAE Systems dan Leonardo.
Setelah pengembangan dimulai pada tahun 1983, penerbangan uji resmi pertama lepas landas pada tahun 1994. Typhoon terganggu oleh penundaan. Setelah runtuhnya Tembok Berlin dan perubahan pemerintahan di Jerman, Kanselir Jerman pada waktu itu berjanji untuk membatalkan proyek tersebut. Namun, program ini bertahan dan setelah berbagai penundaan, Jerman mengerahkan Typhoon Eurofighter pertama.
JF-17 Thunder
JF-17 Thunder 
JF-17 Thunder atau FC-1 Xiaolong adalah pesawat tempur generasi kelima multirole. Dikembangkan oleh operasi bersama antara China dan Pakistan untuk memberikan Angkatan Udara Pakistan (PAF) alternatif jet tempur yang murah dan modern sebagai solusi untuk armada besar berbagai jet tempur, pesawat pembom dan pesawat pencegat yang sebagian besar sudah uzur. Karena itu, JF-17 akan menjadi tulang punggung PAF.
Setelah masa sulit pengujian dan pendesainan ulang, PAF akhirnya menerima jet pertamanya pada tahun 2007. Sejak itu, Angkatan Udara Pakistan sangat bergantung pada JF-17 untuk menyelesaikan berbagai misi di wilayahnya. Pada 2013, PAC Kamra memulai produksi Block 2 JF-17, jet tempur yang diperbarui yang memiliki pengisian bahan bakar dari udara ke udara, avionik yang lebih baik, kapasitas muatan yang lebih baik, tautan data, dan kemampuan peperangan elektronik.(Muhaimin)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon