Kapal Induk Amerika Serikat dan AL India Latihan Gabungan

KangUsHa 20:57
Loading...
radarmiliter.com - USS Nimitz (CVN 68), kapal induk bertenaga nuklir Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) yang juga sebagai kapal perang terbesar di dunia akan melakukan latihan militer gabungan dengan Angkatan Laut India. Rencana manuver gabungan ini berlangsung di saat kedua negara itu berseteru dengan China.
USS Nimitz dipersenjatai dengan jet tempur F/A-18F dan F/A-18E Super Hornet, akan berlatih bersama AL India di dekat Kepulauan Andaman dan Nicobar, kawasan Selat Malaka, pada hari Senin (20/7/2020).
USS Nimitz (CVN 68)
USS Nimitz (CVN 68) 
Latihan gabungan yang sedang disiapkan ini hanya berselang beberapa minggu setelah kelompok tempur kapal induk USS Nimitz dan kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt (CVN 71) melakukan latihan perang di Laut Filipina.
Unjuk kekuatan dua kelompok tempur kapal induk Amerika yang paling mematikan di dekat perbatasan laut China adalah sinyal yang jelas bagi Beijing untuk tidak membuat marah tetangganya, terutama yang terlibat sengketa maritim Laut China Selatan.
Manuver gabungan di Selat Malaka "bentangan sempit antara Malaysia dan Indonesia dan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia" akan memperkuat ikatan antara kedua negara. Selat Malaka adalah jalur laut global penting yang jadi lalu lintas minyak global ke seluruh Asia termasuk China.
India berseteru dengan China terkait sengketa wilayah perbatasan di Ladakh, pengunungan Himalaya. Pasukan kedua pihak bentrok pada 15 Juni lalu dengan puluhan tentara tewas.
Sedangkan Amerika Serikat berseteru dengan China terkait sejumlah isu, mulai dari kebebasan navigasi di Laut China Selatan, krisis pandemi virus corona, perang dagang, krisis Taiwan hingga masalah Hong Kong.
India baru-baru ini ikut mengomentari polemik sengketa maritim di Laut China Selatan, di mana New Delhi mengatakan jalur perairan strategis adalah bagian dari kepentingan global.
"Laut China Selatan adalah bagian dari kepemilikan bersama global. India memiliki ketertarikan pada perdamaian dan stabilitas di kawasan ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Anurag Srivastava.
"Kami dengan tegas mendukung kebebasan navigasi dan penerbangan serta perdagangan sah tanpa hambatan di perairan internasional ini, sesuai dengan hukum internasional, khususnya UNCLOS," imbuh dia, seperti dikutip Zee News.(Muhaimin)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon