Rusia: Turki Tidak Boleh Mere-ekspor Sistem S-400 Tanpa Persetujuan Rusia

KangUsHa 14:59
Loading...
radarmiliter.com - Turki tidak boleh mentransfer atau mengekspor ulang sistem pertahanan rudal S-400 Rusia ke negara ketiga tanpa persetujuan Rusia, kata unit layanan pers Dinas Federal Rusia untuk Kerja Sama Teknis Militer kepada TASS pada hari Selasa (30/06).
"Untuk kami mengekspor produk militer, pembeli senjata kami harus memberikan deklarasi sebagai pengguna akhir (end-user declaration) kepada pihak Rusia. Itulah sebabnya transfer atau ekspor ulang produk-produk tersebut ke negara ketiga tidak mungkin tanpa izin resmi dari pihak Rusia," katanya menekankan.
 Sistem Hanud S-400
 Sistem Hanud S-400 
Surat kabar Defense News Amerika Serikat mengatakan pada hari Senin bahwa Senate Majority Whip John Thune telah mengusulkan amandemen Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (National Defense Authorization Act - NDAA) 2021 yang akan memungkinkan AS untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia dari Turki menggunakan akun pengadaan rudal Angkatan Darat AS. Menurut surat kabar tersebut, langkah ini akan memungkinkan untuk mengatasi kebuntuan antara Washington dan Ankara atas partisipasi Turki dalam program untuk memproduksi jet tempur generasi kelima F-35 Lightning II.
Pada September 2017 Rusia telah menandatangani kontrak senilai 2,5 miliar dolar AS untuk pengadaan sistem rudal S-400 dengan Turki. Batch pertama berdasarkan kontrak itu dikirim ke Ankara dengan angkutan udara pada Juli 2019.
Gedung Putih mengatakan pada pertengahan Juli tahun lalu bahwa "keputusan Turki untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia membuat keikutsertaannya pada program F-35 tidak mungkin berlanjut."(Angga Saja-TSM)
Loading...

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb
EmoticonEmoticon