Lindungi Jakarta dengan Sistem Rudal NASAMS, KSAU Tinjau Fasilitas Satuan Peluru Kendali

radarmiliter.com - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, meninjau pembangunan infrastruktur Satuan Peluru Kendali (Satrudal) National Advanced Surface to Air Missile System (NASAMS) di Teluk Naga Tangerang, Banten, Rabu 5 Agustus 2020.
Dalam kunjungan tersebut, Fadjar mengatakan TNI AU akan terus mengembangkan sistem keamanan dan pertahanan udara termasuk pembangunan Satuan Peluru Kendali (Satrudal) TNI AU dengan tetap memperhatikan faktor taktisnya. “Pembangunan sarana dan prasarana Satrudal TNI AU dapat dikerjakan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat difungsikan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan,”tegasnya. (Baca juga: Panglima TNI Sematkan Bintang Angkatan Kelas Utama kepada KSAL dan KSAU)
Sistem Rudal NASAMS
Sistem Rudal NASAMS 
Peninjauan ke Satrudal TNI AU Teluk Naga diawali dengan paparan Kasubdis Rudal Diskomlekau, dilanjutkan peninjauan fasilitas pendukung di antaranya, perkantoran, gudang amunisi, peluncur rudal, pos komando, instalasi listrik, ruang briefing dan pembangunan perumahan.
Satrudal NASAMS TNI AU merupakan sistem pertahanan udara untuk melindungi Jakarta dengan persenjataan rudal jarak sedang yang terdiri dari radar, peluncur rudal, dan pos komando untuk mendeteksi ancaman serta mengeksekusi dengan rudal Advanced Medium Range Air to Air Missile (AMRAAM).
Turut hadir mendampingi KSAU, para Asisten KSAU, Pangkoopsau I, Pangkohanudnas, Kadiskonau, Kadiskomlekau dan Danlanud Halim Perdanakusuma. (Sucipto)

Menhan Prabowo Subianto Ingin Teknologi Tinggi (Hi-Tech) Mewarnai Alutsista TNI AL

radarmiliter.com - Rektor Universitas Pertahanan Laksdya TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD mengungkap rencana Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto terkait kunjungan kerja ke PT Tesco Indomaritim di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/8/2020). Menurut Amarulla, menhan menginginkan agar teknologi tinggi mewarnai alutsista TNI Angkatan Laut.
"Pak menhan ini kan inginnya hi tech (teknologi tinggi). Jadi Indonesia dengan keterbatasan anggaran ini harus memanfaatkan secara maksimal teknologi yang dimiliki," ujarnya kepada CNBC Indonesia via sambungan telepon di Jakarta, Kamis (6/8/2020).
Menhan Prabowo Subianto
Menhan Prabowo Subianto  
"Jadi intinya malah justru dengan teknologi tinggi itu kita ingin efisiensinya kan gitu. Jadi anggaran bisa lebih dihemat dan banyak kan program-program Kemhan ini dan juga ditujukan membantu pemerintah menghadapi Covid-19. Itu salah satunya tujuannya kunjungan kemarin itu."
PT Tesco Indomaritim merupakan perusahaan galangan kapal swasta nasional yang juga termasuk dalam perusahaan industri strategis pertahanan dalam negeri.
Menurut Amarulla, PT Tesco Indomaritim merupakan galangan kapal yang bisa memproduksi kapal dengan kategori unmanned surface vehicle (USV). Ia bilang kalau hal itu tergolong unik.
"Masih satu-satunya galangan kapal yang sudah fokus kepada upaya efisiensi. Jadi kapalnya tidak terlalu besar tapi dimanfaatkan dengan USV-nya. Tapi dengan USV ini teknologinya jadi lebih tinggi. Nah kemudian juga PT Tesco memiliki kelebihan lain, yaitu konsentrasinya kepada kapal yang terbuat alumunium. Alumnium kan jauh lebih sulit dibandingkan baja baik untuk desainnya maupun polanya maupun pengelasannya," kata Amarulla.
"Selaku rektor Universitas Pertahanan, saya menilai penting kunjungan kali ini untuk melihat peluang kerja sama Fakultas Teknologi Pertahanan Unhan untuk mengembangkan berbagai prototype unmanned system dengan industri perkapalan," lanjutnya.
Kemarin, laman resmi Kemenhan merilis kunjungan kerja Prabowo ke PT Tesco Indomaritim. Selain Amarulla, turut hadir Wakasal Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono. Mereka disambut langsung oleh Direktur Utama PT Tesco Indomaritim Jamin Basuki.
"Melalui kunjungan ini, Menhan ingin melihat secara langsung kapasitas, kemampuan dan kesiapan Industri pertahanan swasta salah satunya adalah PT Tesco Indomaritim dalam turut serta memenuhi kebutuhan alutsista TNI khususnya kapal perang," tulis laman resmi Kemenhan seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis (6/8/2020).
"Pemenuhan Alutsista TNI memprioritaskan produksi industri pertahanan dalam negeri sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, dalam upaya mewujudkan kemandirian industri pertahanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional."
Menhan berkesempatan berkeliling meninjau fasilitas produksi dan menerima penjelasan singkat beberapa produk kapal yang telah berhasil diproduksi PT Tesco Indomaritim.
Beberapa kapal pesanan dari TNI AD telah dikerjakannya, yakni Kapal Cepat KMC Komando, termasuk TNI AL seperti Landing Craft Vehicle Personel 12 Meter, Fast Patrol Boat 28 Meter, Landing Carrier Utilities 24 Meter, KAL 28 meter, RFIB dan kapal pesanan TNI panjang 38 meter.(Herru Sustiana-TSM)

Malaysia Minta ASEAN Tak Terhasut Pertikaian AS-China di Laut China Selatan (LCS)

radarmiliter.com - Malaysia memperingatkan rivalitas Amerika Serikat dan China terkait sengketa Laut China Selatan dapat memecah belah solidaritas ASEAN jika negara Asia Tenggara terlena dengan "narasi dan tekanan" kedua negara adidaya dalam konflik tersebut.
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein pada Rabu (5/8), dilansir South China Morning Post.
Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah Malaysia mengirimkan nota diplomatik yang tidak biasa kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Nota singkat itu berisikan penolakan atas klaim China terhadap sebagian besar wilayah Laut China Selatan dengan klaim Sembilan Garis Imajiner.
Coast Guard China
Coast Guard China 
Malaysia, kata Hishammuddin, memiliki dua prioritas utama dalam merespons konflik di Laut China Selatan yakni menghindari terlibat dalam persaingan AS-China dan menghindari sengketa maritim yang dapat memecah belah ASEAN.
"Jika kita menyerah pada narasi dan tekanan negara-negara besar, ada potensi negara ASEAN untuk memihak antara negara-negara tertentu (AS atau China)," kata Hishammuddin.
Hishammuddin menghindari mengkritik langsung AS dan China dalam pidatonya itu. Namun, ia mengatakan negara Asia Tenggara harus bersatu untuk bisa memaksimalkan pengaruh dalam menghadapi rivalitas AS-China di Laut China Selatan.
"Dihadapkan dengan kekuatan besar, kita harus bersatu sebagai blok untuk secara efektif memaksimalkan kekuatan bersama kami," kata Hishammuddin.
Ia menegaskan bahwa Malaysia bukan satu-satunya negara ASEAN yang terlibat dalam sengketa Laut China Selatan.
"Jika ASEAN terpecah, jangan berharap Malaysia dapat menghadapi China dan AS sendirian," ujarnya.
Dalam pidato itu, Hishammuddin mengatakan dia berencana berbicara melalui telepon dengan Menlu China, Wang Yi, dan Menlu AS, Michael Pompeo, dalam dua kesempatan terpisah pada pekan ini.
Ia berencana mengangkat isu Laut China Selatan saat berkomunikasi dengan kedua menlu tersebut.
Hishammuddin mengatakan satu-satunya jalan menghindari konflik di China Selatan adalah merampungkan kode etik (code of conduct/CoC) antara Tiongkok dan ASEAN.
CoC telah digodok selama belasan tahun sebagai pedoman negara bersikap di Laut China Selatan, terutama China dan negara ASEAN yang memiliki sengketa di perairan itu.
Saat ini, CoC masih berada pada pembacaan tahap dua, di mana ASEAN-China masih merundingkan isi kode etik tersebut.
Hishammuddin menegaskan Malaysia tidak akan berkompromi dengan mengorbankan kedaulatan dan haknya dalam pembentukan CoC tersebut. (rds/ayp)(Herru Sustiana-TSM)

Prajurit Yontaifib 2 Marinir Laksanakan Latihan Terjun Free Fall

radarmiliter.com - Dalam rangka Latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus (Latopsdukpassus) TA.2020, prajurit Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir mengikuti latihan terjun free fall yang diselenggarakan Kolatmar di Lanudal Juanda, Sidoarjo. Senin (03/08).
Kegiatan yang diikuti 60 prajurit yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Letkol Marinir Sri Utomo, M.Si (Han), M.Tr. Opsla tersebut dengan menggunakan pesawat Cassa U-6216 Skuadron 600 Wing Udara Puspenerbal Surabaya dengan Dropping Zone (DZ) berada ujung hanggar Ron 400 Sidoarjo.
Latihan Terjun Free Fall
Latihan Terjun Free Fall 
Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Letkol Marinir Sri Utomo, M.Si (Han), M.Tr. Opsla menyampaikan bahwa latihan tersebut bertujuan untuk memelihara, meningkatkan kemampuan dan keterampilan terjun payung (Free Fall) Satuan tingkat perorangan / tim guna menunjang perencanaan dan pelaksanaan latihan operasi dukungan pasukan khusus (latopsdukpassus) yang akan dilaksanakan dengan penerjunan malam hari (terjun tempur) di daerah latihan Madura.
Disampaikan juga, sebelum melaksanakan penerjunan, selalu diawali dengan pemeriksaan kesehatan, ground training dan briefing kepada seluruh peterjun serta evaluasi kegiatan untuk melihat hasil dari latihan yang telah dilaksanakan dengan harapan agar kemampuan prajurit Taifib selalu terjaga dan meningkat.
Dalam kesempatan tersebut Letkol Marinir Sri Utomo, M.Si (Han), M.Tr. Opsla mengharapkan kepada seluruh peterjun agar selalu siap serta serius dalam melaksanakan setiap kegiatan penerjunan dengan tetap memperhatikan prosedur keamanan, baik personel maupun material sehingga latihan benar-benar zero accident.(Dispen Kormar)

Mitsubishi Heavy Industries Kemungkinan akan Terpilih sebagai Kontraktor Utama Pesawat Tempur F-X Jepang

radarmiliter.com - Menteri Pertahanan Jepang Taro Kono mengatakan Mitsubishi Heavy Industries (MHI) kemungkinan akan bertindak sebagai integrator sistem utama dalam proyek yang disebut sebagai F-X Fighter Aircraft. Menteri Pertahanan Jepang akan mengadopsi sistem single-prime. Perusahaan yang dipilih akan bertanggung jawab untuk mengintegrasikan sistem dan mesin. Menteri Pertahanan Jepang mengindikasikan bahwa kementerian Pertahanan sekarang telah memulai proses untuk memilih perusahaan yang akan terlibat dalam proyek pengembangan pesawat tempur tersebut tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.
F-X Fighter Aircraft
F-X Fighter Aircraft 
Dalam jumpa pers, Kono juga mengonfirmasi bahwa Kementerian Pertahanan Jepang saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengembangkan F-X bersama Inggris dan Amerika Serikat. Amerika Serikat dianggap sebagai kandidat utama, mengingat hubungan diplomatik, ekonomi, strategis, dan industrinya yang kuat dengan Jepang. Proyek F-X dipimpin oleh Menteri Pertahanan Jepang oleh kantor khusus yang didirikan pada bulan April lalu. Tanggung jawabnya meliputi penyelidikan teknis, pelaksanaan anggaran, masalah keamanan informasi, dan kendali kekayaan intelektual.
Meskipun kontraktor utama untuk program pesawat tempur siluman Jepang yang secara tentatif disebut F-X atau F-3 tersebut belum dipilih, program tersebut sudah berjalan dengan baik. Pesawat demonstrator penerbangan bernama X-2 Shinshin pertama kali terbang pada tahun 2016 setelah pengujian penerbangan yang ekstensif dengan model skala yang dikendalikan radio. Airframe pesawat X-2 dibuat oleh Mitsubishi Heavy Industries Jepang, dimaksudkan untuk memberi Jepang wawasan tentang teknologi stealth yang merupakan hal baru bagi negara itu.
Didorong terutama oleh kemajuan dalam kemampuan yang diperlihatkan oleh Rusia dan Tiongkok, dimana keduanya semakin bersemangat untuk menggunakan pengaruhnya atas area yang secara strategis vital, khususnya seperti Laut China Timur dan Selatan, Jepang berusaha untuk menanggapinya dengan kombinasi antara F-35 dan pesawat tempur superioritas udara generasi keenam yang akan diproduksi di dalam negeri. Menteri Pertahanan Jepang mengumumkan rencana untuk memulai produksi pesawat Jepang tersebut pada tahun 2031.(Angga Saja-TSM)

Jet Tempur China Bermanuver 10 Jam di Atas Laut China Selatan

radarmiliter.com - Beberapa pesawat jet tempur China berkeliaran di atas Laut China Selatan selama sepuluh jam di tengah memanasnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS). Jet tempur Su-30 bersenjata berada di antara pesawat-pesawat yang bermanuver tersebut.
Media pemerintah china melaporkan apa yang Beijing sebut sebagai latihan militer itu pada hari Selasa (4/8/2020). Dalam manuver berjam-jam itu, satu pesawat dikirim untuk memperingatkan pesawat lain.
Jet Tempur China
Jet Tempur China  
Haike News, aplikasi berita yang dioperasikan oleh People's Daily corong Partai Komunis China mem-posting video yang mengatakan Komando Teater Selatan mengirim berbagai pesawat, termasuk pesawat tempur Su-30 dan sebuah pesawat tanker pengisian bahan bakar udara ke Subi Reef, atol Laut China Selatan yang diperluas menjadi pulau buatan.
Menurut keterangan dalam video itu, latihan itu berlangsung lebih dari 10 jam dan juga melibatkan pengisian bahan bakar di udara. Kendati demikian, media itu tidak mengungkap kapan manuver itu berlangsung.
"Tujuan kami bukan untuk mendorong batas atau memecahkan rekor. Semua latihan kami ditujukan untuk (mempersiapkan) pertempuran yang sebenarnya," tulis media pemerintah tersebut, yang dilansir South China Morning Post, Rabu (5/8/2020).
Subi Reef, di Kepulauan Spratly, dikendalikan oleh China tetapi juga diklaim oleh Vietnam, Filipina, dan Taiwan yang memerintah sendiri  yang dianggap Beijing sebagai provinsinya yang memberontak.
Dalam video kedua yang dirilis oleh Haike News pada hari Selasa, seorang pilot Angkatan Udara China memperingatkan pesawat lain untuk memasuki "wilayah udara teritorial China".
"Pergi segera! Kalau tidak, Anda akan dicegat," kata pilot tersebut.
Dalam tanda lain persiapan untuk aksi militer, Komando Teater Selatan "yang mengawasi operasi angkatan bersenjata China di Laut China Selatan" mengirim dua pesawat pembom ke daerah yang dirahasiakan untuk pelatihan tempur siang dan malam.
Baru akhir bulan lalu, Kementerian Pertahanan China mengatakan sejumlah pesawat pembom China mensimulasikan take-off malam dan serangan jarak jauh pada sasaran di Laut China Selatan untuk meningkatkan kesiapan tempur.
Video lain yang secara terpisah dirilis People's Daily pada hari Selasa menyatakan Komando Teater Timur dan Utara China juga telah memobilisasi pesawat baru-baru ini.
Menurut video itu, jet tempur, pesawat pembom, pesawat pengintai Angkatan Laut dan pesawat peringatan dini dikirim, dengan setidaknya satu pesawat tempur J-10 melakukan latihan malam.
Kesibukan latihan Angkatan Udara terjadi di tengah meningkatnya aktivitas Amerika Serikat di Laut China Selatan bulan lalu.
AS mengirim 67 pesawat pengintai besar ke Laut China Selatan pada Juli, naik dari 35 pada Mei dan 49 pada Juni. Angka itu merupakan data South China Sea Strategic Situation Probing Initiative, sebuah think tank yang berbasis di Beijing yang beroperasi di Peking University Institute of Ocean Research.(Muhaimin)

China Tes Rudal Pembunuh Kapal Induk, AS Tembakkan Rudal Minuteman III

radarmiliter.com - Di tengah perseteruan yang memanas antara China dengan Amerika Serikat (AS), kedua negara bersenjata nuklir ini sama-sama menguji tembak rudal balistik kebanggaan mereka dalam waktu yang hampir bersamaan.
Pada hari Senin, Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLARF) mengumumkan bahwa pihaknya telah melakukan uji tembak dua rudal balistik selama latihan militer. Satunya adalah rudal balistik jarak pendek Dongfeng-16 (DF-16) dan satunya lagi (DF-26).
DF-26 dirancang untuk menyerang sasaran yang jaraknya ribuan mil. Senjata ini dijuluki sebagai "rudal pembunuh kapal induk".
Ujicoba Rudal Balistik
Ujicoba Rudal Balistik 
"Kami berada dalam keadaan yang sangat waspada untuk pertempuran, untuk memastikan tindakan kami cepat dan tepat," kata Liu Yang, komandan brigade yang melakukan tes misil, seperti dari situs berita PLA, 81.cn, Kamis (6/8/2020).
Dongfeng-26memiliki jangkauan sekitar 2.500 mil dan telah disebut-sebut sebagai "rudal pembunuh kapal induk" yang mampu membahayakan armada tempur AS di wilayah Indo-Pasifik. Misil ini memiliki jangkauan untuk menyerang instalasi AS di Guam dari pantai China.
Menurut laporan itu, latihan digelar untuk menguji seberapa cepat tentara PLARF dapat menanggapi serangan nuklir yang masuk. Dalam video tersebut, mereka terlihat mengenakan perlengkapan pelindung saat mereka bergegas ke peluncur rudal mobile mereka, kemudian membawanya ke platform di dataran yang terlihat bersiap untuk meluncurkan rudal.
Sementara itu, tepat setelah tengah malam pada tanggal 4 Agustus 2020, Komando Serangan Global Angkatan Udara AS menguji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) LGM-30 Minuteman III yang tidak berhulu ledak yang dilengkapi dengan tiga kendaraan re-entry.
Dalam serangan nuklir nyata, masing-masing rudal Minuteman III akan membawa hulu ledak nuklirnya sendiri dan melanjutkan untuk menyerang target yang terpisah.
Rudal yang diuji tembak terbang sekitar 4.200 mil dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di pantai California ke Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall.
"Minuteman III berusia 50 tahun, dan peluncuran uji lanjutan sangat penting dalam memastikan keandalannya hingga 2030-an ketika Ground Base Strategic Deterrent sudah sepenuhnya ada. Yang paling penting, pesan keamanan nasional yang terlihat ini berfungsi untuk meyakinkan sekutu kita dan mencegah potensi agresor," kata komandan Skadron Uji Penerbangan ke-576 Kolonel Omar Colbert dalam rilisnya yang dilansir AFP.
Meski uji coba misil Minuteman III berlangsung di saat ketegangan AS dan China memanas, namun Komando Serangan Global Angkatan Udara Amerika menegaskan uji misil tersebut tidak ada hubungannya dengan isu dunia dan kawasan yang terjadi saat ini.(Muhaimin)

AD AS Siap Gelar Dua Jenis Sistem Senjata Laser pada Tahun 2022

radarmiliter.com - Menurut informasi yang diterbitkan oleh situs web USSAA News pada 4 Agustus 2020, Angkatan Darat Amerika Serikat siap untuk menggelar dua jenis sistem senjata laser pada tahun 2022 termasuk senjata laser 50 kilowatt yang akan digunakan untuk menghancurkan drone dan roket artileri serta senjata laser 300 kilowatt yang akan dapat menembak jatuh rudal jelajah.
Senjata laser 50 kilowatt yang akan datang akan dipasang pada kendaraan lapis baja Stryker dan dinamai DE-MSHORAD (Directed Energy – Maneuver Short-Range Air Defense) di Angkatan Darat A.S. Ada dua perusahaan yang bersaing untuk pembuatan senjata laser baru ini termasuk Northrop Grumman dan Raytheon.
Stryker
Stryker  
Kedua sistem senjata laser akan dibangun untuk dipasang pada kendaraan lapis baja Stryker yang diproduksi oleh perusahaan General Dynamics. Inisiatif pembuatan prototipe DE-MSHORAD dikelola oleh Rapid Capabilities and Critical Technologies Office (RCCTO) AD AS, Redstone Arsenal, Alabama.
Perlindungan M-SHORAD AD AS untuk pasukan yang dikerahkan di garis terdepan mencakup sistem senjata laser sebagai komplemen yang efektif untuk kemampuan kinetik dalam menghadapi ancaman udara, roket, artileri, dan mortir, dan sistem pesawat tak berawak.
Pada bulan Agustus 2019,RCCTO Angkatan Darat AS telah memilih Kord Technologies sebagai kontraktor utama untuk memimpin inisiatif Maneuver Short Range Air Defense (M-SHORAD) Directed Energy (DE) AD AS. Kontrak baru ini memungkinkan Kord untuk mengintegrasikan sistem senjata laser kelas 50-kilowatt (kW) pada kendaraan tempur Stryker untuk mengatasi kebutuhan mendesak Angkatan Darat untuk mengalahkan small Unmanned Aerial Systems (sUAS) dan ancaman Rocket, Artillery, and Mortar (RAM).
Saat ini, Angkatan Darat AS juga mengembangkan prototipe senjata laser kelas 300kW baru di bawah program Indirect Fire Protection Capability-High Energy Laser (IFPC-HEL). Pada bulan Maret 2020, Angkatan Darat AS telah mengumumkan rencana untuk mengirimkan prototipe IFPC-HEL kelas 300 kW yang terintegrasi pada kendaraan taktis ke peleton pada Tahun Anggaran (TA) 2024, sementara pada awalnya melakukan demonstrasi kemampuan laser kelas 300 kW di Tahun Anggaran 2022.
Pada tanggal 25 November 2019, kontrak HELSI (High Energy Laser Scaling Initiative) dari OSD (Office of the Secretary of Defense) diberikan kepada Lockheed Martin dan Aculight Corporation yang mendukung demonstrasi sistem HEL (High Energy Lser) kelas 300kW yang berdiri sendiri (stand alone). Perusahaan ini adalah salah satu dari tiga produsen laser energi tinggi yang berpartisipasi dalam inisiatif yang dipimpin OSD untuk mengembangkan dan menguji laboratorium laser kelas 300 kW di Tahun Anggaran 2022. Angkatan Darat AS adalah pemrakarsa yang ditunjuk OSD untuk Lockheed Martin dalam inisiatif ini, sementara perusahaan lain adalah Nutronics, Inc., yang disponsori oleh Angkatan Laut AS, dan General Atomics, yang disponsori oleh Angkatan Udara AS.
Pada Mei 2020, Perusahaan Dynetics telah mengumumkan pekerjaannya untuk meningkatkan kekuatan senjata laser untuk program IFPC-HEL Angkatan Darat AS dari sistem kelas 100 kW ke sistem kelas 300kW. Pada akhir 2019, RCCTO Angkatan Darat AS juga mengumumkan pemberian kontrak High Energy Laser Scaling Initiative (HELSI) oleh Office of the Secretary of Defense (OSD) yang akan mendukung upaya IFPC-HEL.
Sebagai kontraktor utama untuk IFPC-HEL, Dynetics akan mendemonstrasikan sistem prototipe laser kelas 300 kW di Tahun Anggaran 2022. Perusahaan akan memimpin upaya perakitan akhir, integrasi, dan pengujian. Solusi ini akan memberikan dukungan berkelanjutan untuk bertahan melawan sistem udara tak berawak dan roket, artileri, dan mortir. Prototipe IFPC-HEL akan mendasari Angkatan Darat AS untuk menurunkan unit prototipe dengan kemampuan tempur pada tahun 2024.
Menurut gambar yang dirilis di Internet, senjata laser kelas 300 kW baru akan diintegrasikan pada truk ringan FMTV yang diproduksi oleh perusahaan Oshkosh Defense.(Angga Saja-TSM)

AL Tiongkok Gelar Sea Trial Landing Helicopter Dock (LHD )Type 075

radarmiliter.com - Menurut Tweet yang dirilis oleh akun TheElegant055 pada tanggal 5 Agustus 2020, kapal Landing Helicopter Dock (LHD) Type 075 Tiongkok yang pertama telah memulai sea trial. Kapal tersebut telah berlayar meninggalkan galangan kapal pembuatnya.
Type 075 adalah kapal jenis Landing Helicopter Dock (LHD) yang dirancang dan dibangun oleh perusahaan Hudong – Zhonghua Shipbuilding. Seperti halnya kapal serbu amfibi kelas WASP Angkatan Laut Amerika Serikat, kapal Type 075 akan digunakan oleh Angkatan Laut Tiongkok untuk meluncurkan berbagai jenis helikopter untuk menyerang kapal angkatan laut, pasukan darat musuh atau kapal selam. Kapal-kapal itu juga akan dapat mengerahkan kapal pendarat dan pasukan, serta menjadi markas untuk operasi komando dan pengendalian.
Sea Trial Landing Helicopter Dock (LHD )Type 075
Sea Trial Landing Helicopter Dock (LHD )Type 075  
Pada September 2019, Tiongkok telah meluncurkan kapal Type 075 pertamanya dengan upacara di galangan kapal Hudong-Zhonghua CSSC.
LHD Type 075 diperkirakan memiliki bobot 36.000 ton. Sebagai perbandingan, LHD kelas Mistral berbobot 21.000 ton dengan beban penuh, LHD Juan Carlos 26.000 ton, dan kelas Wasp 40.500 ton.
Type 075 LHD diperkirakan dapat mengerahkan dan menampung hingga 30 helikopter (Z-8, Z-9, Z-18, Ka-28, Ka-31) dengan 6 helicopter spot di dek penerbangan dan lift utama terletak di buritan.(Angga Saja-TSM)

Unit Pengintai dan Pasukan Khusus Lintas Udara Rusia Jadi yang Pertama Terima Kendaraan Typhoon-VDV

radarmiliter.com - Unit pengintai dan pasukan khusus dari Pasukan Lintas Udara Rusia (Vozdushno-desantnye voyska - VDV) akan menjadi yang pertama menerima kendaraan lapis baja Typhoon-VDV baru. Komandan Pasukan Lintas Udara Rusia, Colonel-General Andrei Serdyukov, mengatakan bahwa, tahun ini, pasukan lintas udara akan menerima batch Kamaz K-4386 Typhoon-VDV untuk operasi percobaan. Pengiriman secara massal kendaraan ini kepada Pasukan Lintas Udara direncanakan pada tahun 2021. Sebelumnya dilaporkan bahwa seluruh batalion akan menerima kendaraan lapis baja ini.
Kendaraan Typhoon-VDV
Kendaraan Typhoon-VDV 
Pakar militer Vladislav Shurygin meyakini ini menunjukkan perubahan serius dalam Pasukan Lintas Udara Rusia. Menurutnya, ini mengubah konsep Kementerian Pertahanan Rusia tentang penggunaan pasukan tersebut. Teknologi baru ini akan mengubah gaya pendaratan menjadi pasukan reaksi cepat (rapid reaction force) dan menjadi dasar dari expeditionary contingent. “Kami melihat kendaraan beroda ban menjadi penting di Suriah. Semua pergerakan unit Rusiamelibatka kendaraan jenis tersebut. Dan dalam hal ini, sisi keamanan yang sangat baik dari Typhoon-VDV akan sangat berguna. Ketahanan terhadap ledakan pada kendaraan ini juga lebih baik dari BMD, dan dalam hal persenjataannya tidak kalah dengan BTR-82”, kata Shurygin.
Pada 24 Juni, dalam parade di Moskow, ditampilkan K-4386 Typhoon-VDV dalam versi yang dilengkapi dengan modul tempur. Kendaraan lapis baja roda 4x4 dilengkapi dengan remotely-controlled weapon station (RCWS) bersenjatakan meriam otomatis 2A4 30-mm dan senapan mesin PKTM 7,62-mm. Namun, tidak semua K-4386 yang dikembangkan oleh Remdizel untuk Pasukan Lintas Udara Rusia akan memiliki konfigurasi yang sama. Dalam keluarga kendaraan lapis baja itu, ada pilihan lain dengan senjata berbeda, dan ada juga versi angkut reguler untuk mengangkut tujuh orang (selain pengemudi) atau kargo.
K-4386 Typhoon-VDV adalah kendaraan lapis baja tahan ledakan ranjau beroda ban 4 x 4 yang dirancang dan diproduksi oleh Remdiesel, anak perusahaan Kamaz. Ini adalah anggota terbaru dari keluarga kendaraan lapis baja Typhoon. Kendaraan ini memiliki panjang 6m, lebar 2,54m dan tinggi 2,4m dan memiliki berat 11.000 kg, sedangkan berat kotornya adalah 13.000 kg. Kendaraan lapis baja dapat menampung delapan personel, termasuk awak dan pasukan yang lengkap. K-4386 menawarkan perlindungan menyeluruh bagi pasukan di dalam kendaraan dan sesuai dengan standar perlindungan OTT level 3 dari ledakan ranjau atau granat. Hull kendaraan memenuhi standar perlindungan tingkat 4 OTT untuk menahan dampak dari senjata ringan dan pecahan amunisi artileri.
K-4386 ditenagai oleh mesin diesel 450 hp yang dipasangkan dengan gearbox sembilan kecepatan. Sistem transmisi synchro-mesh dioperasikan dengan kabel dengan gear actuator servo motor. Kendaraan ini mampu mencapai kecepatan maksimum 130 km/jam dan memiliki jangkauan 1.000 km. Kendaraan dilengkapi dengan dua tangki bahan bakar dengan kapasitas masing-masing 180l.(Angga Saja-TSM)

AL Korea Selatan akan Pesan Pesawat Tempur STOVL F-35B

radarmiliter.com - Korea Selatan dilaporkan berencana untuk memesan 20 jet tempur STOVL (short take-off and vertical landing) stealth F-35B, sebuah sinyal kuat bahwa Angkatan Laut Korea Selatan berkeinginan untuk memiliki kapal induk.
Tahun lalu, dilaporkan bahwa negara ini sedang mempelajari dua desain kapal induk.
Pesawat Tempur STOVL F-35B
Pesawat Tempur STOVL F-35B 
Salah satunya adalah kapal induk berukuran sedang 70.000 ton, dengan kapasitas beban 70.400 ton dan panjang 298m dan lebar 75m. Kapal induk berukuran sedang tersebut dapat menampung 1.340 awak kapal dan dapat membawa 40 pesawat terdiri dari 32 pesawat sayap tetap dan 8 pesawat sayap putar. Biaya akuisisi kapal induk tersebut diperkirakan mencapai 5,4 triliun won (4,5 miliar dollar).
Usulan kedua adalah kapal induk ringan seberat 40.000 ton dengan muatan penuh 41.500 ton. Panjang 238 m dan lebar 62 m. Kapal induk ringan tersebut dapat membawa 720 awak kapal dan dapat membawa 20 pesawat terdiri dari 12 pesawat sayap tetap dan 8 pesawat sayap putar. Biaya akuisisi diperkirakan mencapai 3 triliun won (2,5 miliar dollar).(Angga Saja-TSM)

Belarus Kerahkan Pasukan ke Perbatasan dengan Rusia

radarmiliter.com - Militer Belarus mengerahkan pasukan tambahan ke perbatasan dengan Rusia karena adanya kekhawatiran invasi.
Surat kabar Novaya Gazeta telah memposting video pendek yang memperlihatkan konvoi truk militer dan kendaraan lapis baja Belarus bergerak menuju perbatasan Rusia.
Pejabat di Minsk khawatir bahwa Rusia akan mengambil keuntungan dari ketidakstabilan di negara itu dan menjalankan "skenario Ukraina" untuk menduduki sebagian wilayah sebelum pemilihan presiden bulan Agustus.
Belarus Kerahkan Pasukan
Belarus Kerahkan Pasukan 
Kantor berita Belta mengatakan pekan lalu bahwa Belarus telah menangkap lusinan tentara bayaran Rusia setelah menerima informasi bahwa lebih dari 200 kombatan telah memasuki negara itu untuk mengacau sebelum pemilihan presiden. Para tentara bayaran tersebut bekerja untuk Wagner, kontraktor militer swasta Rusia yang paling terkenal.
"Para pendatang itu menarik perhatian karena mereka tidak berperilaku seperti yang biasanya dilakukan wisatawan Rusia dan mengenakan pakaian gaya militer," lapor Belta.
Kelompok itu tiba di Minsk pada 24 Juli, katanya, tercatat bahwa masing-masing hanya membawa tas tangan kecil, tetapi kelompok itu memiliki tiga koper besar yang berat.
TV pemerintah memperlihatkan orang-orang tersebut ditangkap dengan pakaian dalam dan menyiarkan rekaman tentang barang-barang milik salah seorang yang ditangkap, termasuk paspor Rusia dan patch gaya militer.
Presiden Alyaksandr Lukashenka menuduh Rusia “bermaksud tidak baik” dan memerintahkan kepala dinas keamanan KGB Valer Vakulchyk untuk mencari penjelasan dari Moskow.
"Kita perlu segera meminta struktur yang relevan dari Federasi Rusia untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi," katanya pada pertemuan keamanan.
Presiden Belarusia juga mengatakan bahwa kekuatan politik dari "Barat maupun dari Timur" telah memusatkan upaya mereka untuk mempercepat kerusuhan di Belarus.
Lukashenko tidak menyebutkan nama negara tertentu, tetapi ia mengatakan rencana itu sedang dilakukan untuk memicu revolusi yang mirip dengan protes di lapangan Maidan Ukraina tahun 2014.
“Itulah tujuannya. Topeng yang terbongkar tidak hanya dari boneka yang ada di sini tetapi juga dari para dalang yang berada di luar Belarus," kata Lukashenko.(Angga Saja-TSM)

Proyek LCS Malaysia Tertunda, Kementerian Pertahanan Pertimbangkan Tiga Opsi

radarmiliter.com - Kementerian Pertahanan Malaysia sedang mempertimbangkan tiga opsi sehubungan dengan arah proyek kapal perang pesisir (littoral combat ship - LCS) yang telah tertunda, kata Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaacob.
Dia mengatakan bahwa, pada 31 Juli, tidak satu pun dari enam kapal LCS telah berhasil diselesaikan oleh Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd (BNSSB).
Status perkembangan pekerjaan keseluruhan proyek adalah 56,67 persen dibandingkan dengan rencana semula 85,73 persen, yang merupakan penundaan 31,1 bulan (29,06 persen), katanya.
Setelah itu, sebuah memorandum akan disampaikan kepada Kabinet setelah manajemen puncak Kementerian Pertahanan membuat tinjauan akhir dokumen dalam waktu dekat, tambahnya.
Proyek LCS Malaysia
Proyek LCS Malaysia 
“Opsi pertama adalah agar proyek dilanjutkan dengan menunjuk Naval Group Prancis sebagai kontraktor penyelamat melalui Akta Penugasan dengan BNSSB menggunakan plafon kontrak yang tersisa untuk menyelesaikan setidaknya dua unit LCS.
"Adapun opsi kedua, proyek ini dilanjutkan oleh BNSSB dengan sisa kontrak plafon untuk menyelesaikan setidaknya dua unit LCS," katanya.
Ismail Sabri mengatakan bahwa opsi ketiga adalah pemutusan kontrak dengan BNSSB dan Kementerian Pertahanan memulai upaya untuk menyelamatkan proyek tersebut.
Dia mengatakan Kementerian Pertahanan tidak bermaksud untuk menyuntikkan dana tambahan untuk menyelesaikan LCS, sebaliknya BNSSB diminta untuk menggunakan alokasi yang tersisa untuk melanjutkan proyek.
“Pemerintah tidak akan membayar hutang yang diperoleh oleh BNSSB seperti yang diminta oleh perusahaan, namun, pemerintah akan melaksanakan pembayaran untuk mendapatkan hak dan menyelesaikan Desain Detail.
"Selain itu, pemerintah (akan) membuat klaim untuk semua blok dan hull kapal dan peralatan LCS yang dibeli oleh BNSSB karena pemerintah telah membayar hampir RM3 miliar untuk tujuan ini," katanya.
Dia menambahkan bahwa status perkembangan proyek tersebut saat ini untuk LCS 1 adalah pada 59,79 persen; LCS 2 (48,09 persen); LCS 3 (43,75 persen); LCS 4 (36,49 persen) dan LCS 5 (20 persen) sementara LCS 6 belum memulai konstruksi.
Menyinggung masalah akuisisi helikopter McDonnell Douglas MD530G, Ismail Sabri menjelaskan bahwa keputusan kabinet pada 18 Desember tahun lalu adalah untuk melanjutkan kontrak, setelah memperhitungkan implikasi keuangan.
Dia mengatakan bahwa saat ini semua enam unit helikopter belum dikirim ke Malaysia karena tiga dari helikopter tersebut masih belum siap.
“Sementara tiga lainnya yang telah selesai harus melalui proses sertifikasi (Type Certificate dan Certificate of Airworthiness) dan Pre Delivery Inspections (PDI) di tempat pabrik pembuat peralatan asli (OEM), MD Helicopter Inc (MDHI) USA, sebelum dikirim ke Malaysia.
“Helikopter ini diharapkan diserahkan kepada pemerintah sebelum November 2021 setelah perusahaan yang terlibat memenuhi semua kewajiban kontrak yang masih tertunda, yaitu sertifikasi helikopter; exercise; Pre Delivery Inspections (PDI); dan Final Acceptance Test (FAT),” katanya.
Dia mengatakan bahwa pengadaan pesawat adalah untuk penggunaan Angkatan Darat Malaysia yang sangat membutuhkan aset 'mobilitas udara’, terutama di daerah operasi militer Eastern Sabah Security Command (ESSCom).(Bernama)(Angga Saja-TSM)

Rafael dan Raytheon Tandatangani Perjanjian untuk Produksi Sistem Rudal Iron Dome di AS

radarmiliter.com - Raytheon Missiles & Defense, unit bisnis perusahaan Amerika Serikat Raytheon Technologies, dan Rafael Advanced Defense Systems Ltd., sebuah perusahaan teknologi pertahanan yang berbasis di Israel, telah menandatangani usaha patungan untuk membangun fasilitas produksi Sistem Senjata Rudal Pertahanan Udara Iron Dome di Amerika Serikat. Kemitraan baru, yang disebut Raytheon Rafael Area Protection Systems, berencana menyelesaikan lokasi produksi tersebut sebelum akhir tahun.
"Ini akan menjadi fasilitas Iron Dome pertama di luar Israel, dan itu akan membantu Departemen Pertahanan AS dan sekutu di seluruh dunia mendapatkan sistem untuk pertahanan personil mereka dan infrastruktur penting," kata Sam Deneke, vice president Land Warfare & Air Defense business execution Raytheon Missiles & Defense Systems.
Sistem Rudal Iron Dome
Sistem Rudal Iron Dome  
Fasilitas baru ini akan menghasilkan Sistem Senjata Iron Dome, yang terdiri dari interseptor dan peluncur Tamir dan rudal SkyHunter, varian AS dari Tamir. Baik Tamir dan SkyHunter mencegat rudal jelajah, sistem udara tak berawak dan target jarak pendek seperti roket, artileri, mortir, dan ancaman udara lainnya yang datang.
Raytheon Missiles & Defense dan Rafael telah bekerja sama selama lebih dari satu dekade pada Iron Dome, sistem yang paling banyak digunakan di dunia dengan lebih dari 2.500 intersepsi operasional dan tingkat keberhasilan melebihi 90 persen.
Iron Dome telah menjadi satu-satunya sistem misi ganda di dunia yang memberikan solusi pertahanan yang efektif untuk melawan roket, artileri & mortir (C-RAM) serta pesawat terbang, helikopter, UAV, munisi berpemandu presisi (PGM). Sistem ini adalah sistem yang efektif untuk melawan ancaman C-RAM dengan jangkauan hingga 70 km dan untuk perlindungan VSHORAD (hingga 10 km).
Iron Dome dapat menangani berbagai ancaman secara bersamaan dan efisien. Sistem ini memungkinkan penanganan ancaman kritis yang efektif dan selektif yang ditujukan pada zona yang dipertahankan untuk mengurangi peluncuran yang tidak perlu. Sistem ini menggunakan interseptor unik dengan hulu ledak khusus yang meledakkan target apa pun di udara dalam hitungan detik.
Pada AUSA 2017, pameran dan konferensi Asosiasi Angkatan Darat Amerika Serikat di Washington D.C., Perusahaan Amerika Raytheon telah mempresentasikan SkyHunter, versi Iron Dome bersertifikasi AS yang dikembangkan bersama oleh Perusahaan Israel Rafael dan Raytheon. Pada Mei 2020, AS Angkatan Darat telah mengumumkan bahwa Iron Dome akan dioperasikan pada akhir 2021.(Angga Saja-TSM)

Tujuan S-400 dan Jet Rafale India Hantam Jet Pakistan di Wilayahnya

radarmiliter.com - Mantan Kepala Staf Udara Staf Udara India Marsekal (Purn) BS Dhanoa mengungkap tujuan negaranya memiliki sistem pertahanan rudal S-400 Rusia dan jet tempur Rafale Prancis. Menurutnya, misi utamanya adalah menghantam pesawat jet tempur Pakistan di dalam wilayah negara tersebut, bukan saat memasuki wilayah udara India.
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita PTI hari Minggu (2/8/2020), Dhanoa mengatakan jet Rafale bersama dengan sistem rudal S-400 akan memberi Angkatan Udara India (IAF) keunggulan tempur utama di seluruh wilayah dan bahwa musuh-musuh India akan berpikir dua kali sebelum memulai perang dengan negaranya.
Jet Rafale India
Jet Rafale India 
mi"Tujuan dari sistem rudal S-400 dan Rafale adalah untuk menghantam pesawat Pakistan di dalam ruang udara Pakistan dan bukan ketika mereka masuk ke dalam wilayah India," ujarnya.
"Pakistan tidak akan merespons pada 27 Februari tahun lalu terhadap serangan udara Balakot jika India memiliki jet ini saat itu," katanya lagi.
Awal pekan ini, Angkatan Udara India menerima dorongan besar untuk kemampuannya dengan kedatangan batch pertama pesawat tempur Rafale buatan Prancis. Kelima pesawat itu melakukan perjalanan 7.000 km dari Prancis ke anak benua India sebelum mendarat di pangkalan udara IAF di Ambala.
Berbicara tentang kebuntuan yang sedang berlangsung dengan China di Ladakh timur, Dhanoa mengatakan jet tempur Rafale akan memainkan peran kunci di Tibet karena akan dapat menggunakan medan Tibet untuk keuntungannya, menghancurkan pertahanan udara musuh dan melumpuhkan rudal surface-to-air.
"Melawan China, ada pegunungan Himalaya besar di antara kita yang menciptakan masalah garis pandang yang serius. Anda dapat menempatkan rudal dengan jangkauan 300-400 km di darat di Tibet atau di India. Tetapi itu hanya akan bekerja di dalam (kondisi) saling berhadapan," katanya.
"Rafale telah mendapatkan paket Electronic Warfare (EW) suite (SPECTRA) yang fantastis, senjata yang fantastis dan karenanya mampu melindungi diri mereka secara elektronik selain dapat menggunakan medan untuk keuntungannya," imbuh dia.
Sebelumnya, pakar militer China dan India terlibat perang komentar terkait persaingan antara jet tempur Rafale New Delhi dengan J-20 Beijing.
Menurut pakar New Delhi, Rafale jauh lebih hebat ketimbang J-20 dengan asumsi Beijing sampai saat ini tidak menggunakan jet tempur kebanggaannya itu, melainkan menggunakan Su-35 yang dibeli dari Rusia. Sebaliknya, pakar Beijing mengklaim Rafale India tidak akan memiliki peluang menang ketika berhadapan dengan J-20, yang diklaim China sebagai jet tempur siluman generasi kelima.(Muhaimin)

Kanada Dapatkan Penawaran untuk F-35, F/A-18, dan Gripen

radarmiliter.com - Kanada telah mendapatkan penawaran untuk mengganti armada jet tempurnya dengan salah satu dari pesawat berikut; pesawat tempur Lockheed Martin F-35, Boeing F/A-18E/F Super Hornet atau pesawat Saab Gripen E.
Pada 31 Juli, pemerintah Kanada mengatakan pemerintah Swedia telah mengajukan penawaran atas nama Saab sementara pemerintah AS menawarkan jet dari Boeing dan Lockheed.
Tawaran itu untuk menggantikan armada pesawat tempur CF-18A Angkatan Udara Kanada - yang merupakan turunan dari F/A-18 - dengan 88 pesawat tempur baru, dimana pengiriman akan dimulai pada awal 2025, kata pihak Kanada.
Saab Gripen E
Saab Gripen E 
Negara ini mengakuisisi jet sebagai bagian dari Proyek Kemampuan Tempur Masa Depan, dan pemerintah Kanada mematok biaya perolehan dan peralatan terkaitnya pada harga dengan C $ 15-19 miliar (US$ 11-14 miliar).
Kanada mengatakan akan menyelesaikan evaluasi proposal awal pada musim semi 2021, disusul dengan negosiasi dan pemberian kontrak akhir pada 2022.
“Proposal akan dievaluasi secara ketat pada elemen-elemen kapabilitas, biaya dan manfaat ekonomi,” kata Menteri Pelayanan Publik dan Pengadaan Negara Kanada Anita Anand.
Boeing menyebut F A-18 Super Hornet Block III sebagai "pilihan yang telah terbukti dan terjangkau ... yang akan membawa peluang yang tak tertandingi dan terjamin bagi industri Kanada".
"Pilihan Super Hornet akan membantu [AU Kanada] untuk memenuhi kebutuhan misi mereka, sekaligus meningkatkan infrastruktur yang ada untuk menurunkan biaya pemeliharaan jangka panjang pesawat," kata direktur penjualan pesawat tempur Kanada Boeing Jim Barnes.
Sementara itu, Lockheed Martin menyebutkan bahwa Kanada telah menjadi "mitra yang penting sejak awal" program F-35, dan menambahkan bahwa "industri Kanada memainkan peran integral dalam rantai pasokan F-35 global".
Saab mengatakan Gripen "dirancang untuk beroperasi di lingkungan yang keras dan mengalahkan ancaman global yang paling canggih. Sistem ini memenuhi semua persyaratan pertahanan khusus Kanada, menawarkan kinerja yang luar biasa dan kemampuan teknis yang canggih ”.(Angga Saja-TSM)

Serbia Beli Sistem Rudal Hanud Tiongkok

radarmiliter.com - Serbia membeli sistem rudal pertahanan udara FK-3 baru buatan Tiongkok, menurut media setempat.
Balkanska bezbednosna mreza (Balkan Security Network), mengutip perusahaan impor senjata milik negara Yugoimport SDPR JP, melaporkan bahwa Serbia memesan sistem senjata rudal darat-ke-udara FK-3. FK-3 diberitakan memiliki jangkauan 100 km dan mencapai ketinggian 50 hingga 27.000 m.
Sistem Senjata Rudal Darat-ke-Udara FK-3
Sistem Senjata Rudal Darat-ke-Udara FK-3 
Narasumber mengatakan bahwa Serbia membeli 3 baterai sistem rudal pertahanan udara FK-3.
FK-3 adalah varian ekspor dari sistem rudal pertahanan udara jarak menengah generasi terbaru Tiongkok HQ-22. Sistem pertahanan udara jarak menengah tersebut pertama kali ditampilkan di acara pameran kedirgantaraan Zhuhai pada tahun 2016.
Sistem rudal tersebut dilengkapi dengan GPS semi-aktif. Sistem ini didasarkan pada sistem pertahanan udara HQ-12, tetapi, tidak seperti model awalnya, sistem baru ini dilengkapi dengan rudal "tanpa sayap". Dalam hal jangkauan, HQ-22 diklaim berada di kelas sistem Patriot PAC-3, menurut sumber-sumber Tiongkok.
Kementerian Pertahanan Republik Serbia juga telah menerima pengiriman wahana udara tak berawak (drone) CH-92A pertama dari Tiongkok pada bulan Juli.
Sistem pesawat tak berawak tersebut digunakan pengawasan dan pengintaian dengan kemampuan serang, secara resmi diserahkan di Pangkalan Udara Colonel-pilot Milenko Pavlovic di Batajnica pada 4 Juli.(Angga Saja-TSM)

Jepang Berkomitmen untuk Produksi F-35 Secara Lokal

radarmiliter.com - Kementerian Pertahanan Jepang telah mengkonfirmasi rencana untuk melanjutkan produksi secara lokal pesawat Lockheed Martin F-35 Lightning II Joint Strike Fighter.
Langkah ini membalikkan keputusan pada akhir 2018 untuk menghentikan produksi lokal di fasilitas final assembly and checkout (FACO) Jepang di Nagoya dan berfokus pada maintenance, repair, overhaul and upgrade (MRO&U) lokal F-35. Langkah itu sebelumnya dipicu oleh mahalnya biaya pembuatan F-35 di fasilitas tersebut.
F-35 Lightning II Joint Strike Fighter
F-35 Lightning II Joint Strike Fighter 
Namun, seorang juru bicara dari Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa keputusan baru untuk terus membangun pesawat di fasilitas FACO Jepang dipengaruhi oleh penurunan biaya produksi F-35 secara lokal. Memproduksi pesawat secara lokal, kata juru bicara itu, sekarang lebih murah daripada mengimpor F-35 dari Amerika Serikat.
Juru bicara itu berbicara hampir tiga minggu setelah pemerintah Amerika Serikat menyetujui potensi kesepakatan senilai USD23 miliar untuk menjual kepada Jepang 105 F-35 tambahan.
Dengan Foreign Military Sale ini berarti Jepang akan mengoperasikan total 147 pesawat F-35, menjadikannya operator pesawat F-35 terbesar kedua di dunia.
Pesawat ini akan terdiri dari 105 pesawat F-35A conventional take-off and landing (CTOL) dan 42 unit F-35B short take-off and vertical landing (STOVL).
Juru bicara itu mengatakan, "Untuk akuisisi F-35A pada tahun fiskal 2019 dan 2020 ... Kementerian Pertahanan Jepang telah memutuskan untuk menggunakan fasilitas manufaktur dalam negeri di FACO ... Dipastikan bahwa biaya unit pesawat yang diproduksi di [fasilitas] FACO dalam negeri Jepang akan lebih murah, dibandingkan dengan biaya satuan pesawat F-35 yang diimpor. ”(Angga Saja-TSM)
Sumber : janes.com

Apakah Rantis Maung Pindad Kebal Peluru?

radarmiliter.com - PT Pindad (Persero) sudah mulai melakukan proses produksi Maung yang jadi kendaraan taktis (rantis) ringannya. Aktivitas produksi tahap awal ini dilakukan untuk mengejar pemesanan 500 unit yang diminta Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
Menariknya, ternyata meski berstatus sebagai mobil militer, namun struktur bodi-bodi Maung rupanya belum dirancang sebagai kendaraan anti-peluru. Dalam kata lain, bodinya masih biasa seperti pada mobil umumnya.
Rantis Maung Pindad
Rantis Maung Pindad  
Windhu Paramarta, Vice President Inovasi PT Pindad, mengatakan alasan kenapa Maung belum dibekali dengan bodi kebal peluru lantaran mengikuti dari keinginan pemesan serta urutan pengembangannya.
"Jadi memang dari user-nya itu ada kebutuhannya bertahap. Sekarang ini kita bikin basic Maung sebagai rantis untuk angkut personel, dari road map yang kami punya nanti akan berlanjut ke varian-varian lain," ucap Windhu kepada Kompas.com, Rabu (29/7/2020).
Menurut Windhu, pengembangan Maung menjadi varian lain sangat memungkinkan karena mengusung konsep multiplatfrom. Tak hanya dari sektor dapur pacu atau mesin, namun juga bodi yang bisa direkayasa desain sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Sementara untuk anti-peluru sendiri, menurut Windhu memang akan ada rencana membuat Maung dalam versi tersebut, tapi balik lagi bila produksinya nanti akan mengikuti permintaan dan kebutuhan dari konsumen.
"Untuk sekarang ini memang belum, tapi bukan berarti tidak bisa mengaplikasi itu (bodi anti-peluru), kami tentunya sebagi pabrikan harus melihat juga dari segi kebutuhan konsumen, kalau ada permintaan yang pasti kami rancang," ucap Windhu.
Seperti diketahui, Pindad sudah mulai memproduksi Maung dengan menggunakan mesin dan sasis dari Toyota Hilux. Kerja sama dengan Auto2000 sebagai jaringan terbesar Toyota pun dikabarkan sudah terjalin.
Dalam mendukung Pindad, dikabarkan Auto2000 akan menyuplai Hilux dalam bentuk untuh alias unit, bukan sekadar berupa mesin atau sasis. (Stanly Ravel)
Sumber : kompas.com

TNI AD Uji Kelaikan 39 Helikopter Skadron-11 Serbu Penerbad Setelah Insiden di Kendal

radarmiliter.com - Kepala Dislaikad Brigjen TNI P Gunung Sarasmoro mengatakan sejumlah tahapan telah dilaksanakan dalam pelaksanaan pemeriksaan kelaikan terhadap 39 Helikopter milik Skadron-11 Serbu Puspenerbad.
Hal tersebut disampaikan Gunung dalam laporannya kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa terkait hasil pemeriksaan kelaikan helikopter tersebut.
Skadron-11 Serbu Penerbad
Skadron-11 Serbu Penerbad  
"Adapun tahapan yang dilakukan adalah verifikasi dokumen, conformity atau pencocokan data lalu dilaksanakan uji terbang yang hasilnya dituangkan dalam checklist yang telah disusun berdasarkan flight manual dan maintenance manual yang dikeluarkan oleh pabrik,” kata Gunung dalam laman resmi TNI Angkatan Darat, tniad.mil.id, pada Jumat (31/7/2020).
Sementara itu Komandan Puspnerbad Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso juga melaporkan ke Andika bahwa pihaknya telah mengetahui sejumlah masalah pada helikopter berdasadkan uji kelaikan tersebut.
Teguh mengatakan pihaknya akan menerapkan Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA) agar dapat mengidentifikasi bahaya yang akan dihadapi sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan.
“Faktor yang menjadi kendala di Puspenerbad adalah faktor manusia, faktor misi, media dan faktor manajemen. Kami berterimakasih dengan Dislaikad karena hasil pemeriksaan ini membuat kami mengetahui apa saja masalah yang ada pada Helikopter,” kata Teguh.
Pemeriksaan kelaikan Helikopter milik TNI AD tersebut didasari beberapa kecelakaan yang dialami beberapa waktu lalu, sehingga Andika mengarahkan untuk langsung ditemukan permasalahannya.
“Saya ingin Dinas Kelaikan AD lakukan pemeriksaan untuk seluruh Helikopter milik TNI AD dan menggandeng orang yang ahli di bidang ini, kalau memang perlu ada insentif untuk teknisi segera laporkan. Segera lakukan, ini menjadi prioritas karena berkaitan dengan keselamatan,” kata Andika.
Diberitakan sebelumnya terjadi kecelakaan Helikopter Mi-17V5 milik Puspenerbad di Kawasan Industri Kendal Semarang Jawa Tengah pada Sabtu 6 Juni 2020 lalu.
Helikopter tersebut mengalami kecelakaan pada saat misi latihan endurance kedua dengan materi tactical manuver tersebut.
Empat prajurit TNI yang gugur dalam kecelakaan tersebut antara lain Kapten CPN Kadek, Kapten CPN Fredi, Kapten CPN Y Hendro, dan Lettu CPN Wisnu.
Sedangkan lima prajurit yang selamat antara lain Praka Supriyanto, Lettu CPN Vira Yudha, Praka Nanang, Praka Rofiq, dan Praka Andi.
Sementara itu Lettu CPN Vira Yudha meninggal dunia ketika menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi Semarang pada Minggu (13/6/2020). (Gita Irawan)
Sumber : tribunnews.com

AD Pakistan Terima MBT Upgrade Al Khalid-I

radarmiliter.com - Menurut informasi yang dirilis pada akun Twitter DG ISPR (Directorate General Inter-Services Public Relations) Pakistan pada 28 Juli 2020, Angkatan Darat Pakistan telah secara resmi menerima versi modern dari tank tempur utama Al Khalid buatan dalam negeri dengan nama Al Khalid-I. Upacara serah terima diadakan di fasilitas milik Heavy Industries Taxila (HIT), produsen produk pertahanan milik Pakistan yang terbesar.
Tank tempur utama (MBT) Al Khalid dirancang dan diproduksi di Pakistan oleh perusahaan lokal Heavy Industries Taxila (HIT) untuk Angkatan Darat Pakistan. Tank ini dikembangkan berdasarkan pada MBT Type 90-II Tiongkok yang diproduksi oleh perusahaan Tiongkok NORINCO.
MBT Upgrade Al Khalid-I
MBT Upgrade Al Khalid-I 
Al Khalid dikembangkan menggunakan komponen dari Tiongkok dan Ukraina. Tank ini ditenagai oleh mesin diesel dan transmisi yang dipasok oleh KMDB (Kharkiv Morozov Design Bureau) Ukraina. Tank ini mulai masuk dalam kedinasan AD Pakistan pada tahun 2001.
Fitur-fitur baru Al Khalid-I termasuk diantaranya sistem fire-control baru yang sekarang merupakan komputer fire-control yang lebih canggih dengan jangkauan identifikasi efektif hingga 7 km. jarak engagement juga ditingkatkan hingga 3,5 km, panel pengemudi digital, Integrated Battlefield Management System (IBMS), side-skirts, trackpads, auto-loader berbasis FPGA (Field-Programmable Gate Array) yang dikontrol secara digital dengan bidirectional tray dan informasi ketersediaan amunisi di layar, info tentang tray yang kosong dan penuh dan jenis peluru yang tersedia, carousel yang lebih besar untuk amunisi yang berukuran lebih panjang. Tank memiliki rate of fire yang meningkat menjadi 9 peluru per menit. Tank ini juga dilengkapi dengan jammer elektro-optik Varta buatan Ukraina (mampu mengganggu pengukur jarak laser, laser designator, dan sistem tracking rudal anti-tank), thermal imager generasi ketiga buatan Sagem dan sistem pendingin udara yang lebih baik.
Menurut informasi, Al Khalid-I masih menggunakan mesin buatan Ukraina dan persenjataan yang sama dengan Al Khalid versi sebelumnya. Al Khalid-I ditenagai dengan mesin diesel berpendingin air 6TD-2 yang dipasangkan dengan transmisi otomatis hidro-mekanis rancangan Prancis dengan 5 kecepatan maju dan 2 mundur. Tank mampu mencapai kecepatan dijalan maksimum 70 km/jam dengan jarak jelajah maksimum 450 km.
Persenjataan utama tank terdiri dari satu meriam smoothbore berlapis krom 125 mm yang dapat menembakkan amunisi APFSDS, HEAT-FS dan HE-FS konvensional dan rudal anti-tank 9M119 Refleks (AT-11 Sniper, diproduksi di Tiongkok dengan lisensi). Persenjataan kedua mencakup satu senapan mesin koaksial 7,62 mm dan satu senapan mesin pertahanan udara 12,7 mm yang dipasang di atap turret yang dapat diarahkan dan ditembakkan dari dalam tank.
Turret dan hull Al Khalid-I terbuat dari konstruksi armor baja all-welded dan lapisan tambahan baja komposit ditambahkan pada frontal arc, di mana explosive reactive armour juga dapat ditambahkan jika diperlukan.
Al Khalid-I ditenagai dengan mesin diesel berpendingin air 6TD-2 yang dipasangkan dengan transmisi otomatis hidro-mekanis rancangan Prancis dengan 5 kecepatan maju dan 2 mundur. Tank mampu mencapai kecepatan dijalan maksimum 70 km/jam dengan jarak jelajah maksimum 450 km.(Angga Saja-TSM)

Boeing dan Mitsubishi Heavy Industries Berkolaborasi untuk Upgrade Armada F-15J Jepang

radarmiliter.com - Pada 28 Juli 2020, Boeing Corporation mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan Jepang Mitsubishi Heavy Industries (MHI) di bawah sistem Direct Commercial Sale (DCS) untuk mengupgrade 98 pesawat tempur Boeing F-15J Eagle Pasukan Bela Diri Udara Jepang menjadi varian Japan Super Interceptor (JSI).
Kontrak tersebut merupakan bagian dari program modernisasi senilai $ 4,5 miliar yang lebih besar, yang diumumkan oleh Pemerintah AS pada Oktober 2019. Upgrade tersebut akan menggunakan perangkat perang elektronik dan senjata canggih. Sistem kokpit canggih yang serba baru, yang berjalan pada komputer misi tercanggih di dunia, akan memberikan pilot peningkatan kewaspadaan situasional.
 Armada F-15J Jepang
 Armada F-15J Jepang 
Berdasarkan perjanjian tersebut, Boeing akan menyediakan MHI gambar retrofit, peralatan pendukung darat dan publikasi teknis untuk upgrade dua pesawat F-15J pertama menjadi konfigurasi Japan Super Interceptor.
Kontrak DCS ini meletakkan dasar bagi program modernisasi. MHI akan mengembangkan rencana modifikasi terperinci untuk pesawat tempur itu dan menyiapkan fasilitas dan tenaga kerja untuk induksi dan upgrade hingga 98 pesawat mulai tahun 2022.
Angkatan Udara Jepang saat ini memiliki 156 F-15J satu kursi dan 45 F-15DJ dua kursi, yang diproduksi oleh MHI berdasarkan lisensi dari 1980 hingga 2000. Hanya 98 pesawat F-15J kursi tunggal, yang sebelumnya telah diupgrade tahap 1 dan 2 program J-MSIP (Japan-Multi-Stage Improvement Program), yang dapat ditingkatkan ke varian Japan Super Interceptor (JSI).(Angga Saja-TSM)