AD AS Siap Gelar Dua Jenis Sistem Senjata Laser pada Tahun 2022 - Radar Militer

06 Agustus 2020

AD AS Siap Gelar Dua Jenis Sistem Senjata Laser pada Tahun 2022

radarmiliter.com - Menurut informasi yang diterbitkan oleh situs web USSAA News pada 4 Agustus 2020, Angkatan Darat Amerika Serikat siap untuk menggelar dua jenis sistem senjata laser pada tahun 2022 termasuk senjata laser 50 kilowatt yang akan digunakan untuk menghancurkan drone dan roket artileri serta senjata laser 300 kilowatt yang akan dapat menembak jatuh rudal jelajah.
Senjata laser 50 kilowatt yang akan datang akan dipasang pada kendaraan lapis baja Stryker dan dinamai DE-MSHORAD (Directed Energy – Maneuver Short-Range Air Defense) di Angkatan Darat A.S. Ada dua perusahaan yang bersaing untuk pembuatan senjata laser baru ini termasuk Northrop Grumman dan Raytheon.
Stryker
Stryker  
Kedua sistem senjata laser akan dibangun untuk dipasang pada kendaraan lapis baja Stryker yang diproduksi oleh perusahaan General Dynamics. Inisiatif pembuatan prototipe DE-MSHORAD dikelola oleh Rapid Capabilities and Critical Technologies Office (RCCTO) AD AS, Redstone Arsenal, Alabama.
Perlindungan M-SHORAD AD AS untuk pasukan yang dikerahkan di garis terdepan mencakup sistem senjata laser sebagai komplemen yang efektif untuk kemampuan kinetik dalam menghadapi ancaman udara, roket, artileri, dan mortir, dan sistem pesawat tak berawak.
Pada bulan Agustus 2019,RCCTO Angkatan Darat AS telah memilih Kord Technologies sebagai kontraktor utama untuk memimpin inisiatif Maneuver Short Range Air Defense (M-SHORAD) Directed Energy (DE) AD AS. Kontrak baru ini memungkinkan Kord untuk mengintegrasikan sistem senjata laser kelas 50-kilowatt (kW) pada kendaraan tempur Stryker untuk mengatasi kebutuhan mendesak Angkatan Darat untuk mengalahkan small Unmanned Aerial Systems (sUAS) dan ancaman Rocket, Artillery, and Mortar (RAM).
Saat ini, Angkatan Darat AS juga mengembangkan prototipe senjata laser kelas 300kW baru di bawah program Indirect Fire Protection Capability-High Energy Laser (IFPC-HEL). Pada bulan Maret 2020, Angkatan Darat AS telah mengumumkan rencana untuk mengirimkan prototipe IFPC-HEL kelas 300 kW yang terintegrasi pada kendaraan taktis ke peleton pada Tahun Anggaran (TA) 2024, sementara pada awalnya melakukan demonstrasi kemampuan laser kelas 300 kW di Tahun Anggaran 2022.
Pada tanggal 25 November 2019, kontrak HELSI (High Energy Laser Scaling Initiative) dari OSD (Office of the Secretary of Defense) diberikan kepada Lockheed Martin dan Aculight Corporation yang mendukung demonstrasi sistem HEL (High Energy Lser) kelas 300kW yang berdiri sendiri (stand alone). Perusahaan ini adalah salah satu dari tiga produsen laser energi tinggi yang berpartisipasi dalam inisiatif yang dipimpin OSD untuk mengembangkan dan menguji laboratorium laser kelas 300 kW di Tahun Anggaran 2022. Angkatan Darat AS adalah pemrakarsa yang ditunjuk OSD untuk Lockheed Martin dalam inisiatif ini, sementara perusahaan lain adalah Nutronics, Inc., yang disponsori oleh Angkatan Laut AS, dan General Atomics, yang disponsori oleh Angkatan Udara AS.
Pada Mei 2020, Perusahaan Dynetics telah mengumumkan pekerjaannya untuk meningkatkan kekuatan senjata laser untuk program IFPC-HEL Angkatan Darat AS dari sistem kelas 100 kW ke sistem kelas 300kW. Pada akhir 2019, RCCTO Angkatan Darat AS juga mengumumkan pemberian kontrak High Energy Laser Scaling Initiative (HELSI) oleh Office of the Secretary of Defense (OSD) yang akan mendukung upaya IFPC-HEL.
Sebagai kontraktor utama untuk IFPC-HEL, Dynetics akan mendemonstrasikan sistem prototipe laser kelas 300 kW di Tahun Anggaran 2022. Perusahaan akan memimpin upaya perakitan akhir, integrasi, dan pengujian. Solusi ini akan memberikan dukungan berkelanjutan untuk bertahan melawan sistem udara tak berawak dan roket, artileri, dan mortir. Prototipe IFPC-HEL akan mendasari Angkatan Darat AS untuk menurunkan unit prototipe dengan kemampuan tempur pada tahun 2024.
Menurut gambar yang dirilis di Internet, senjata laser kelas 300 kW baru akan diintegrasikan pada truk ringan FMTV yang diproduksi oleh perusahaan Oshkosh Defense.(Angga Saja-TSM)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb