Anggaran Pertahanan China Naik 6,8 Persen Tembus US$ 200 Miliar di 2021 - Radar Militer

08 Maret 2021

Anggaran Pertahanan China Naik 6,8 Persen Tembus US$ 200 Miliar di 2021

radarmiliter.com - China akan menaikkan anggaran pertahanannya sampai 6,8 persen dari anggaran pada 2020. Angka tersebut naik sedikit dibanding kenaikan pada tahun lalu.
Perdana Menteri China Li Keqiang berjanji kenaikan anggaran itu akan dialokasikan untuk memperkuat Angkatan Darat China, yang sedang mengembangkan senjata dari pesawat tempur siluman ke kapal induk. China juga akan melanjutkan apa yang mereka sebut sebagai ancaman keamanan
Anggaran pengeluaran China bidang pertahanan yang dipublikasi pada Jumat, 5 Maret 2021 sebesar 1,35 triliun yuan atau Rp 2.992 triliun. Jumlah tersebut dapat dipandang betapa agresifnya China meningkatkan kemampuan militernya.
Jet Tempur J-20 Angkatan Udara China
Jet Tempur Generasi Kelima J-20 Angkatan Udara China
Sebelumnya pada tahun lalu, China mengatakan anggaran pertahanannya akan naik sekitar 6,6 persen. Jumlah itu paling sedikit dalam tiga decade terakhir menyusul perekonomian yang tergerus gara-gara pandemi Covid-19. Ini juga akan menjadi tahun keenam, dimana kenaikan anggaran militer China hanya naik satu digit.
Perdana Menteri Li dalam pernyataanya mengatakan pada tahun ini Pemerintah China akan memperkuat sektor persenjataan melalui reformasi, ilmu pengetahuan dan teknologi serta pelatihan personel militer.
“Kami akan mendorong pelatihan militer dan membuat kesiapan menyeluruh, membuat seluruh rencana siap merespon risiko keamanan di semua sektor dan untuk berbagai situasi,” kata Li.
Li menambahkan, pihaknya akan meningkatkan tata-letak pertahanan berdasarkan ilmu pengetahuan, teknologi dan industri serta meningkatkan sistem mobilisasi pertahanan.
Yang Yujun mantan pejabat senior di Pemerintah China, yang sekarang mengajar di Universitas Komunikasi China, mengatakan kenaikan anggaran pertahanan China saat ini masih wajar menyusul banyaknya masalah yang muncul paska-pandemi Covid-19.
Belanja Pertahanan China Tembus US$ 200 Miliar, 4 Kali Lipat Jepang dan India
Belanja pertahanan China tembus US$ 200 miliar, 4 kali lipat belanja Jepang dan India. Jepang pantau kenaikan belanja pertahanan China. Pemerintah Jepang mengatakan bahwa Tokyo terus memantau peningkatan belanja pertahanan China yang disampaikan dalam sidang tahunan Kongres Nasional Rakyat, yang dibuka pada hari Jumat (5/3).
Anggaran pertahanan China dilaporkan meningkat sebesar 6,8 persen dibandingkan tahun lalu menjadi sekitar 209 miliar dolar. Anggaran ini sekitar empat kali lipat anggaran pertahanan Jepang untuk tahun fiskal 2021, yang dimulai bulan April mendatang.
Kenaikan anggaran pertahanan China ini untuk pertama kalinya melampaui US$ 200 miliar berdasarkan pengumuman yang dibuat pada awal sesi selama seminggu Kongres Rakyat Nasional (NPC).
Anggaran ini juga membuat pengeluaran pertahanan China menjadi lebih dari empat kali lipat anggaran pertahanan India yang hanya sebesar US$ 49,75 miliar.
Modernisasi persenjataan China juga telah mulai berevolusi dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang tradisional dengan dominasi di darat, kini mulai bergesar menuju kekuatan maritim.
Tahun ini, China akan meluncurkan kapal induk ketiganya, yang akan menjadi kapal induk kedua buatan dalam negerinya, dan dua kapal induk lagi sedang dalam proses pembangunan.
Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan bahwa Partai Komunis mengejar target untuk seratus tahun PLA pada tahun 2027. China juga telah mengumumkan target bagi PLA untuk menyelesaikan modernisasi militernya pada tahun 2050 dengan harapan dapat setara dengan kekuatan militer AS.
Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan Tokyo-Beijing akibat intrusi berulang kali kapal-kapal penjaga pantai China atas wilayah perairan Jepang di sekitar Kepulauan Senkaku di Laut China Timur.
Kementerian pertahanan Jepang juga akan terus menganalisis dan memantau dengan saksama aktivitas militer China tersebut. Sementara pejabat-pejabat tinggi pemerintahan Jepang dan Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa mereka akan memperkuat aliansi bilateral untuk kerja sama berkelanjutan terutama terkait dengan undang-undang penjaga pantai baru China.
Pada hari Kamis (4/3), Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa para pejabat luar negeri dan pertahanan dari kedua negara telah menggelar pertemuan keamanan virtual.
Pentagon menegaskan bahwa AS dan Jepang menentang keras upaya-upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan menggunakan kekuatan atau paksaan di Laut China Timur dan Selatan. Kedua negara juga mengungkapkan keprihatinan mendalam atas undang-undang penjaga pantai China.
Beijing memang telah mulai memberlakukan undang-undang penjaga pantai baru tersebut bulan lalu yang mengizinkan penjaga pantainya menggunakan senjata di perairan yang dianggap Beijing berada dalam yurisdiksinya.
Sekali lagi, AS dan Jepang menegaskan bahwa mereka akan terus bekerja sama erat guna mempertahankan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, memperkuat daya tangkal, dan meningkatkan aliansi Jepang-AS. (Banyu)
Sumber : TSM

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb