Tactical Ultrashort Pulsed Laser for Army Platforms, Senjata Laser Baru Bidikan Amerika Serikat - Radar Militer

08 Maret 2021

Tactical Ultrashort Pulsed Laser for Army Platforms, Senjata Laser Baru Bidikan Amerika Serikat

radarmiliter.com - Militer Amerika Serikat ingin mengembangkan sebuah senjata laser baru yang jauh lebih bertenaga daripada yang ada saat ini. Daya hancurnya diperkirakan hampir tiga kali lebih besar.
Keinginan itu terungkap dalam sebuah catatan untuk prospek senjata baru yang diunggah di laman web Small Business Investment Research (SBIR) Pentagon (Departemen Pertahanan AS). Disebutkan di sana senjata baru yang dimaksud adalah Tactical Ultrashort Pulsed Laser for Army Platforms.
Militer Amerika mempercayai senjata itu bisa seutuhnya membidikkan laser ke sebuah drone untuk menghancurkannya sekaligus memanggang sistem elektronik di dalamnya.
Ilustrasi
Ilustrasi
Kebanyakan senjata laser yang digunakan untuk militer adalah gelombang laser yang kontinyu, atau yang meledakkan targetnya dengan pancaran gelombang energi secara kontinyu. Laser dengan gelombang yang kontinyu membutuhkan ledakan itu karena mereka bekerja efektif seperti blowtorches.
Sinar laser akan memanasi permukaan targetnya misalkan sebuah drone hingga meleleh, menginduksi kegagalan aerodinamika dan membuatnya jatuh, atau hingga muatan bahan peledaknya atau bahan bakarnya meledak.
Masalahnya, kadang gelombang laser, kerap dalam satuan kilowatt, butuh fokus pada satu titik pada target selama beberapa detik untuk bisa berfungsi menghancurkan targetnya. Namun, Ultrashort Pulse Lasers akan menukar durasi itu dengan tenaga, menembakkan energi laser 1-terawatt dalam 200-femtosecond.
Sebagai ilustrasi, 1 terawatt itu setara 1 triliun watt dan 1 femtosecond ekuivalen dengan seperquadriliun second.
Tidak seperti senjata gelombang laser umumnya yang bekerja dengan prinsip sederhana yakni membakar, militer AS juga mengatakan sistem USPL bisa menetralisir ancaman dengan tiga mekanisme berbeda. Ketiganya adalah, masing-masing, melelehkan material dari target, membutakan sensor-sensor menggunakan broadband supercontinuum yang dibangkitkannya di udara, dan membangkitkan gangguan elektronik lokal.
Metode terakhir, menetralisir ancaman, sama seperti electromagnetic pulse (EMP) yang dihasilkan dari ledakan nuklir. Ini bisa menolong ketika senjata laser tak mampu membakar dan membuat jatuh target karena bisa melumpuhkan sensor-sensor yang diandalkan drone.
Sumber : tempo.co

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb